Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN TERHADAP PERFORMA SAPI POTONG DI SEKOLAH PETERNAKAN RAKYAT (SPR) KABUPATEN KEDIRI Rahmawati, Nurina; Lisnanti, Ertika Fitri; Rudiono, Didik; Muladno, .; Atabani, Afton
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan pakan ternak merupakan hal yang vital bagi keberlanjutan suatu usaha peternakan  karena biaya pakan adalah komponen tertinggi (60−70%) dari seluruh biaya produksi ternak. Oleh karena itu ketersediaan bahan pakan secara kontinyu sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses produksi sapi potong. Salah satu caranya melalui penggunaan limbah pertanian dan limbah industri pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri selama 3 bulan dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2019. Tujuan dari penelitian ialah mengetahui pengaruh pemanfaatan Limbah Pertanian Terhadap Performa Produksi Sapi Potong di Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kabupaten Kediri. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa 4 jenis dengan sapi jantan berjumlah  28 ekor bobot badan awal sapi kirasan 300 - 400 kg. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah  pemberian  pakan berbasis bahan pakan lokal pada 28 sapi jantan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 7 ulangan. Variabel yang diamati meliputi: (1) konsumsi pakan; (2) pertambahan bobot badan  harian (PBBH); (3) konversi pakan dan (4). Hasil penelitian bahwa pengaruh pemanfaatan Limbah Pertanian Terhadap Performa Produksi Sapi Potong di Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kabupaten Kediri menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap PBBH, konversi pakan dan efisiensi pakan. Konsumsi pakan tertinggi sampai yang terendah berturut – turut ialah perlakuan P3 (10,20±0,43 g/ekor/hari), P2 (9,16±0,86 g/ekor/hari), P1 (9,10±3,62 g/ekor/hari), dan P4 (8,55±3,50 g/ekor/hari). Disimpulkan bahwa perlakuan P3 terbaik untuk meningkatkan konsumsi pakan  sapi potong. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan efisiensi pakan. Berdasarkan data di atas dapat disarankan perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan limbah pertanian terhadap performa ternak lain.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamm) dan Lama Penyimpanan pada Suhu Dingin 4-5 °C terhadap Kualitas Semen Cair (Liquid Semen) Kambing Kacang E. Rokana; Srigati Srigati; E. F. Lisnanti; Samudi Samudi
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.1.43-54.2022

Abstract

Pengaruh Penambahan Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia sp) Terhadap Bobot Akhir, Persentase Lemak Abdominal dan Hati Ayam Broiler Fase Finisher Ertika Fitri Lisnanti; Nizarul Qowim; Nur Fitriyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.3

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak sarang sarang semut (Myrmecodia sp) terhadap bobot akhir, persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler fase finisher. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA) dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Metode dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental.menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masingmasing perlakuan terdiri dari 5 ulangan, dan setiap petak terdiri dari 4 ekor ayam, total keseluruhan bahan percobaan 80 ekor ayam. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisa ragam dengan uji F. Hasil analisis statistik dari penambahan ekstrak sarang semut (Myrmecodia sp) dengan dosis 5 mg/kg bb, 10 mg/kg bb, dan 15 mg/kg bb tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap bobot akhir, persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler. Rataan bobot akhir berkisar antara 1495,95-1518,55 (g), dan berat lemak abdominal ayam broiler berkisar antara 12.51 – 14.99 gram atau 0.82% -1.00% dari berat badan. Sedangkan berat hati yang dihasilkan berkisar antara 38,15 – 38,90 gram atau 2,51 – 2,60 % dari berat badan, dan hasil ini menunjukkan bahwa bobot akhir,  persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler masih taraf normal. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan lama penggunaan ekstrak sarang semut (Myrmecodia sp) pada perlakuan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia sp.) Terhadap Fertilitas Telur Ayam Ertika Fitri Lisnanti; Amiril Mukmin; Nur Fitriyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.992 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak sarang semut terhadap peningkatan fertilitas telur ayam. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial (RALF). Faktor I = level pemberian ekstrak umbi sarang semut yang terdiri dari 2 level yaitu L1(10 mg/kg BB) dan L2 (20 mg/kg BB), sedangkan Faktor II = durasi pemberian ekstrak umbi sarang semut yang terdiri dari 3 level yaitu D0 (0 hari/minggu), D3 (3 hari/minggu) dan D5 (5 hari/minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisa statistik diketahui terdapat interaksi yang  nyata (P<0,05) antara kombinasi perlakuan level pemberian  dan durasi pemberian ekstrak umbi sarang semut terhadap fertilitas telur ayam. Pemberian ekstrak sarang semut pada level 10 mg/kg BB dengan durasi pemberian selama 5 hari/minggu (LID5) secara sinifikan mampu meningkatkan fertilitas telur ayam (97,58%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (L2D3 = 94,38%; L2D5 = 94,32%; L1D3 = 93,28%; L2D0 = 92,90%; dan L1D0 = 2,84%). Kesimpulan yang dapat diambil ialah untuk dapat meningkatkan fertilitas telur ayam, level dan durasi pemberian ekstrak sarang semut harus tepat karena jika tidak, nilai peningkatannya tidak akan optimal, sekalipun dengan level dan durasi pemberian yang lebih tinggi.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia .sp) Terhadap Respon Antibody Avian Influenza Subtipe H5N1 Ertika Fitri Lisnanti; Nur Fitriyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.839 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2017.018.02.8

Abstract

AbstractAvian influenza is a kind of contagious disease which can spread not only to other poultry but also to the human (zoonosis). Avian influeza becomes world issue when the human can effect the death. Sarang Semut plant (Myrmecodia .sp) which has much anti-oxidant and imunostimulant can increase immunity. Imunostimulant will help and protect body cells well. The increasing of cellular immunity will help the cell attack the AI virus and increase the work of avian influenza vaccine. Therefore, this research is done to know the influence of sarang semut extract toward poultry’s anti-body of avian influenza H5N1.This research using experimental method. The design used is RAL factorial. Factor I: the addition of sarang semut extract amounted 5mgs/kgs BB, 10 mg/kg BB, 15 mg/kg BB and Factor II: the length of giving sarang semut extract, namely:  3 days, 5 days, and 7 days. The result of this research was analyzed using variance analysis (ANOVA) followed by BNT.The result of serology examination shows that in adding sarang semut extract showing the significant different in each experiment, but not showing the significant different in the time given. The more increasing of the anti-body titer average and more decreasing CV can give  the more optimal protection for H5N1 virus attack. The recomended result on this research average titer and CV is giving sarang semut extract by 10 mgs/kgs BB dosage.  
Fermentasi Pakan dengan Menggunakan Bakteri Proteolitik Terhadap Performa Ayam Kampung Super Yoni Sutomo; Ertika Fitri Lisnanti; Mubarak Akbar; Miarsono Sigit; Dyah Nurul Afiyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa ayam jawa super atau ayam kampung super yang diberi pakan terfermentasi dengan menggunakan bakteri proteolitik. Materi penelitian adalah ayam kampung super berjumlah 240 yang diberi perlakuan pakan fermentasi dengan menggunakan bakteri proteolitik, metode percobaan dengan menggunakan RAK 4 perlakuan dan 6 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas (P0) Pakan Konsentrat 30 % + Jagung 50 % + Dedak Padi 20 %, (P1) Pakan Konsentrat 30 % + Jagung 40 % + Dedak Padi Fermentasi 30 %), (P2) Pakan Konsentrat 30 % + Jagung 50 % + Dedak Padi Fermentasi 20 %, (P3) Pakan Jadi 100 %. Variabel yang diamati adalah Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan, dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata konsumsi pakan tertinggi diperoleh dari P3 282,80 (g/e/minggu), dan terendah P0 262,82 (g/e/minggu). Pertambahan bobot badan tertinggi diperoleh dari P3 100,51 (g/e/minggu), dan terendah P0 93,01 (g/e/minggu). Konversi pakan tertinggi diperoleh dari P1 2,88, dan terendah P2 2,79. Efisiensi pakan tertinggi diperoleh dari P2 35,96 (%/e/minggu)., dan terendah P1 34,70 (%/e/minggu).. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan fermentasi dengan menggunakan bakteri proteolitik pada ayam kampung super tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan efisiensi pakan.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP PRODUKSI AYAM LAYER UMUR 51 MINGGU Rizal Alfani; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.8994

Abstract

2000 ekor ayam isa brown untuk menentukan efek dari bakteri Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam bentuk probiotik tercampur dalam pakan untuk menghasilkan produksi pada umur 51 minggu. Evaluasi dilakukan selama 8 minggu masa peletakan di Desa mronjo, kecamatan Selopuro, Kabupaten blitar. Perlakuan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu; P0 (jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + premix 0,2%) dan P1 (Jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + probiotik 0,1%) dianalisis menggunakan t test. Perlakuan diulang 20 kali dengan masing masing terdapat 50 ekor ayam. Parameter meliputi: Konsumsi Pakan (g/ekor), Feed Convertion Ratio, Berat telur (g/butir), Hen Day  Production (%),  Hen  House  Production (%),  Egg  Mass  (g/ekor),  Income  Over  Feed  Cost (Rp/day). Hasil penelitian menunjukan  bahwa berbeda nyata (P>0,05) pada Konsumsi Pakan (114,35 vs 113,78 g/ekor/hari); Feed Convertion Ratio (2,43 vs 2,51); Hen Day Production (75,91 vs 73,72%); Hen House Production (74,96 vs 72,53%); Egg Mass (48,21 vs 46,74 g/ekor/hari); Income Over Feed Cost (157,26 vs 123,50 Rp/ekor) tetapi tidak berbeda nyata pada berat telur ( 63,50 vs 63,50 g/butir). Kesimpulan  hasil   penelitian  pemberian  bakteri   Bacillus   subtilis   dan   Saccharomyces cerevisiae pada hasil produksi masih belum bisa optimal. Disarankan perlunya penelitian lebih lanjut agar dapat digunakan dalam meningkatkan produksi ayam petelur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharomyces cerevisiae PADA PRODUKSI LAYER UMUR 24 MINGGU Nanang Agus Saputro; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.9027

Abstract

700 ekor Isa Brown digunakan untuk menentukan efek dari bakteri  Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae yang 'siap dicampur dalam bentuk probiotik pakan' untuk menghasilkan kinerja pada layer usia 24 minggu. Evaluasi dilakukan selama 4 minggu di kandang Bapak Kholil, yang terletak di Kecamatan Kademangan Desa Dawuhan, Kabupaten Blitar. Perlakuan pakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: PO (45% jagung + 13,5% merek beras + 7% tepung tulang daging + 23% tepung kedelai + 1,5% premix + 1% tepung batu) dan P1 ( 45% jagung + 13,5% merek beras + 7% tepung tulang daging + 23% tepung kedelai + 1,5% premix + 1% tepung batu + 0,1 probiotik); untuk analisis menggunakan uji t. Parameter dimasukkan: Konsumsi Pakan (g / ekor / hari); FCR; berat telur (g); Produksi Hen Day (%); Massa Telur (g); dan Penghasilan dari Biaya Pakan (Rp / hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P> 0,05) pada konsumsi pakan (103,52 vs 103,66 g / ayam), berat telur (56,94 vs 57,57 g / telur), namun, ada pengaruh yang signifikan (P <0,05) pada ayam produksi hari (36,45 vs 47,42%), massa telur (20,78 vs 2,29 g), rasio konversi pakan (6,28 vs 4,40), pendapatan atas biaya pakan masing-masing (-121,96 vs -8, Rp. 72 / ayam). Kesimpulan   dari penelitian   ini   adalah   penambahan   bakteri   Bacillus   subtilis   dan Saccharomyces cerevisiae ke dalam pakan sendiri dapat mempengaruhi konsumsi pakan, produksi hari ayam, tingkat konversi pakan dan pendapatan dari biaya pakan untuk ayam petelur pada 24 minggu usia, tetapi tidak berpengaruh pada berat telur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharhomyces cerevisiae TERHADAP PRODUKSI AYAM LAYER UMUR 36 MINGGU Adi Sucipto; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.9029

Abstract

900 ekor Isa Brown digunakan menentukan pengaruh dari bakteri Bacillus subtilis dan Saccharhomyces cerevisiae  dalam  bentuk  'pakan  yang  dicampur  probiotik'  untuk  menghasilkan produksi pada umur 36 minggu. Evaluasi dilakukan selama 4 minggu masa peletakan di Pak suryono Farm, yang terletak di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kota Blitar. Perlakuan pakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: P0 (30% pakan konsentrat + 50% jagung + 20% bekatul + 0,2% premix) dan P1 (30% pakan konsentrat + 50% jagung + 20% bekatul + 0,1% probiotik); analisis menggunakan t test. Perlakuan diulang 18 kali, dan masing-masing terdiri dari 25 ekor ayam. Parameter meliputi: Konsumsi Pakan (g / ekor / hari); Rasio Biaya Pakan; Berat Telur (g / ekor / hari); Hen Day Production (%); Hen House Production (%); Egg Mass (g / ekor / hari); dan Income Over Feed Cost (Rp / hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada Berat Telur (66,65 vs 66,61 g / ekor / hari) dan Feed Convertion Ratio (2,38 vs 2,37). Tetapi, berbeda nyata (P <0,05) pada Hen Day Production (68,88 vs 70,20%), Hen House Production (68,67 vs 70,09%), Egg Mass (45,85 vs 46,69 g / ekor / hari), Konsumsi Pakan (106,08 vs 107,92 g / ekor / hari), dan Income Over Feed Cost (122,04 vs Rp 93,21 / hari). Disimpulkan bahwa perlakuan dapat meningkatkan performa produksi, tetapi tidak menguntungkan. Saran berdasarkan penelitian pakan yang dicampur probiotik dapat meningkatkan kinerja bakteri terutama pada saluran pencernaan.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtillis DAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP PRODUKSI AYAM LAYER UMUR 48 MINGGU Rizal Nurhanani Hanani; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.8707

Abstract

2000 ekor lapisan Isa Brown digunakan untuk mengetahui pengaruh bakteri Bacillus subtilis dan Saccharhomyces cerevisiae yang menggunakan 'siap dicampur dalam bentuk pakan probiotik' terhadap kinerja bertelur pada umur 48 minggu. Evaluasi dilakukan selama 4 minggu masa peletakan yang berlokasi di Desa Mbakung , Kecamatan Kademangan S ub, Kota Blitar. Perlakuan pakan dibagi menjadi dua kelompok yaitu: P0 (dedak padi 15% + jagung 45% + konsentrat 35% + mineral 3% + toksin 2% + premiks 5%) dan P1 ( dedak padi 15% + jagung 45%). + 35% konsentrat + probiotik); Maka untuk analisisnya menggunakan uji t. Perlakuan diulang sebanyak 20 kali dan masing-masing terdiri dari 50 ekor ayam. Parameter tersebut meliputi: Konsumsi Pakan (g / ekor / hari); Produksi Hari Induk (%); Produksi Rumah Induk (%); Berat Telur (g / ekor / hari); Massa Telur (g); Rasio Konversi Pakan; dan Income Over Feed Cost (Rp / hari). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan (P <0,05) terhadap parameter: Produksi Hen Day (85,29% vs 81,27%); Produksi Rumah Induk (84,49% vs 80,09%); Konsumsi Pakan (117,65 g / ekor / hari vs 118,47 g / ekor / hari); Rasio Konversi Pakan (2,16 vs 2,29); Massa Telur (54,78g vs 52,30g); Pendapatan Over Feed Cost (Rp 233,10 / hari vs Rp 185,25 / hari). Namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan (P> 0,05) terhadap Bobot Telur (64,26g vs 64,40g). Kesimpulannya adalah penggunaan Bacillus subtilis dan Saccharomyces Cerevisae dapat meningkatkan kinerja petelur pada minggu ke 48. Disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat digunakan dalam peningkatan produksi ayam petelur.