Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LEGAL ANALYSIS OF THE REVERSE BURDEN OF PROOF IN CORRUPTION CASES M. Ridho; Mhd Azhali Siregar
International Journal of Synergy in Law, Criminal, and Justice Vol. 2 No. 1 (2025): SLP-IJSLCJ
Publisher : PT. Sinergi Legal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70321/ijslcj.v2i1.76

Abstract

Corruption is an extraordinary crime that has a systemic impact on state finances and the social order of society. In an effort to eradicate corruption, Indonesia has implemented a limited and balanced reverse burden of proof system as stipulated in Articles 37 and 37A of Law Number 20 of 2001. This system shifts part of the burden of proof from the public prosecutor to the defendant, who is required to prove the origin of wealth that is not balanced with his income. Although this system is effective in accelerating the judicial process, recovering state losses, and providing a deterrent effect, its implementation faces challenges such as limited competence of law enforcers, potential human rights violations, and limited supporting infrastructure. This study uses normative legal methods with a statutory and conceptual approach to analyze the effectiveness of the implementation of the reverse burden of proof system in corruption crimes. The results of the study indicate that this system requires regulatory harmonization, strengthening the capacity of law enforcement, and developing supporting technology to ensure its implementation runs optimally. Recommendations submitted include intensive training for law enforcers, the preparation of clear technical guidelines, and increasing international cooperation to track and recover hidden assets. With these steps, the reverse burden of proof system can be an effective instrument in eradicating corruption without neglecting the principles of justice and protection of human rights.
Pengujian Aplikasi Mobile Gopay Menggunakan Equivalen Partitioning Metode BlackBox Testing: Penelitian Al Afif Abdurrahman; Arya Abdul Mughni; Aida Sucia; Muhammad Ghozali; M. Ridho; Subhanjaya Angga Atmaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1518

Abstract

Aplikasi dompet digital seperti Gopay sekarang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern karena kemajuan teknologi digital yang pesat. Namun, pengujian perangkat lunak menjadi sangat penting untuk menjamin keandalan dan kenyamanan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi fungsionalitas aplikasi Gopay dengan menggunakan metode Black Box dan teknik Partitioning Equivalence untuk menemukan kesalahan dan meningkatkan kualitas aplikasi. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengujian langsung fitur-fitur utama aplikasi, seperti registrasi, login, transfer, top-up, pembayaran QRIS, dan penarikan tunai. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar fitur berjalan seperti yang diharapkan, tetapi ada beberapa ketidaksesuaian pada fitur seperti transfer dan top-up. Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana pengujian fungsional penting untuk memastikan kualitas sistem keuangan digital dan menyarankan pengembangan lebih lanjut yang mencakup aspek non-fungsional. Pengembang, pengguna, dan pemangku kepentingan dalam lingkungan teknologi keuangan digital akan memanfaatkan hasil penelitian ini.
Supervisi akademik sebagai ukuran peningkatan kinerja guru Arjunaini; Dahliawati; M. Ridho; Sufyarma Marsidin; Rifma
Jurnal Niara Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i2.14109

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memahami pentingnya fungsi manajerial seorang pengawas (kepala sekolah ) untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kineirja di bidang Peindidikan. Aspek yang dikaji dalam peneilitian ini adalah konsep supeirvisi, prinsip supervisi, peningkatan kinerja guru, pendikatan, teknik dan metode supervisi yang dipilih oleh kepala sekolah. Peneiitian ini meirupakan penelitian kualitatif deingan pendekatan eksploratif. Data primeir dalam penelitian ini beirupa observasi dan wawancara deingan kepala sekolah dan pengawas sekolah, sedangkan data sekunder berupa referensi cetak dan online yang dapat meimbantu penelitian ini. Hasil dalam penelitian ini diketahui konsep, prinsip dalam melaksanakan supervisi guru, cara meningkatkan kinerja guru dengan menggunakan berbagai pendekatan, teknik dan metode yang manusiawi guna mencapai tujuan peningkatan kinerja guru.
PENDIDIKAN ISLAM DI AUSTRALIA M. Ridho; Walhadi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Australia, although geographically close to Asia, still maintains cultural closeness to the Western world. The majority of the population adheres to Christianity, but Islam has developed rapidly in this country. The growth of Islam in Australia cannot be separated from the active role played by the Muslim community, which consists of individuals who migrated to Australia for various reasons such as economic and political motives. To integrate and preserve their Islamic identity, Muslims in these communities make various efforts. Based on this background, this article discusses Australian history, the origins of the Australian population, the history of Islam in Australia, Islamic education in Australia.
PERAN PEMBIAYAAN SYARIAH DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) Duama Zunin Triana; M. Ridho; Sopian Ali; Muhammad Zaki; Mabruri
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67732

Abstract

Abstrak Jutaan pelaku UMKM di Indonesia sudah lama bergantung pada modal pinjaman, tapi akses ke sumber yang layak dan tidak mencekik masih jadi persoalan yang belum benar-benar selesai. Penelitian ini mencoba melihat sejauh mana pembiayaan syariah bisa jadi jawaban atas persoalan itu—sekaligus mendokumentasikan manfaat konkretnya dan hambatan-hambatan yang masih menghalangi adopsinya secara luas. Metode yang dipakai adalah studi kepustakaan, mengandalkan jurnal-jurnal terindeks SINTA dan Scopus terbitan 2022 sampai 2026, plus dokumen resmi dari OJK, Bank Indonesia, dan laporan lembaga keuangan syariah terkait. Dari penelusuran itu ditemukan bahwa UMKM yang masuk ke skema syariah cenderung mengalami peningkatan kapasitas produksi, penjualan yang lebih stabil, dan daya tahan yang lebih baik saat pasar memburuk. Tapi jujur saja, ada banyak hal yang belum beres—literasi masyarakat soal produk syariah masih sangat rendah, jaringan lembaga keuangannya belum merata sampai ke pelosok, dan regulasi yang ada belum sepenuhnya ramah untuk usaha informal. Penelitian ini berargumen bahwa memperluas ekosistem pembiayaan syariah butuh kolaborasi sungguh-sungguh antara pemerintah, lembaga keuangan, kampus, dan komunitas pelaku usaha—bukan hanya target di atas kertas. Kata Kunci: pembiayaan syariah; UMKM; lembaga keuangan syariah; kendala pembiayaan; strategi penguatan Abstract Millions of small and micro business owners in Indonesia have long relied on borrowed capital, yet access to fair and sustainable financing remains far from resolved. This study examines the extent to which Islamic financing can address that gap—documenting its concrete benefits while also mapping the obstacles that continue to limit its wider adoption. A library research method was employed, drawing primarily on SINTA and Scopus-indexed publications from 2022 to 2026, along with official documents from OJK, Bank Indonesia, and selected Islamic financial institutions. The findings suggest that MSMEs participating in Islamic financing schemes tend to see improvements in production capacity, more stable revenue, and greater resilience during economic downturns. That said, significant challenges persist: public literacy on Islamic financial products remains shallow, institutional reach has not extended to many rural areas, and existing regulations are still not fully adapted to the realities of informal businesses. This study argues that expanding the Islamic financing ecosystem requires genuine multi-stakeholder collaboration—not just targets written into strategic plans. Keywords: Islamic financing; MSMEs; Islamic financial institutions; financing obstacles; strengthening strategies