Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMERINTAHAN REZIM KHMER MERAH TERHADAP MUSLIM CHAMPA DI KAMBOJA Bintar Mupiza
Jisiera: The Journal of Islamic Studies and International Relations Vol. 1 No. 1 (2016): Jisiera Volume 1, Agustus, 2016
Publisher : The Indonesian Islamic Studies and International Relations Association (Insiera)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.4606685

Abstract

Red Khmer, known as Khmer Rouge, was a military wing of Communist Party of Cambodia operated in land of Cambodia. It took power in 1975 and ended down in 1979. Khmer Rouge made tremendous human right violations in Cambodia. Under Pol Pot’s reign, Khmer Rouge turned into the bloodiest regime in Asian History. During his reign, Khmer Rouge persecuted many religious and minorities groups. One of the most persecuted whom he targeted was Chams, a Muslim ethnic. The Communist Khmer Rogue started the persecution of Chams when they took power. They destroyed mosques, burned holy Quran, and banned Chams to practice their religion so that there were significant changes over this ethnic. This paper aimed to explore Khmer Rouge influences toward Cham ethnic in Cambodia using qualitative research method by collecting data from books, journal, and online sources.
Pelatihan Literasi Media Sosial dan Komunikasi Harmoni Keluarga di Kelurahan Manggahang Putra, Dedi Kurnia Syah; Astuti, Sri Wahyuning; Mupiza, Bintar; Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri; Akbar, Muhammad Alif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3798

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media sosial, membawa dampak signifikan terhadap dinamika kehidupan keluarga dan masyarakat. Literasi media sosial menjadi keterampilan penting agar warga mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan produktif, sekaligus meminimalkan konflik yang dipicu arus informasi tidak terfilter. Berangkat dari fenomena tersebut, pelatihan literasi media sosial dan komunikasi harmoni keluarga dilaksanakan bagi masyarakat Kelurahan Manggahang sebagai intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengelola interaksi digital dan komunikasi interpersonal. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi praktis/role-play. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi media sosial, etika komunikasi digital, serta penguatan komunikasi empatik dalam keluarga untuk meminimalkan konflik akibat hoaks, kecanduan gawai, dan ketidakseimbangan penggunaan media sosial. Program juga mendorong keberlanjutan melalui pendampingan dan penguatan peran komunitas lokal.
PERTARUNGAN NARASI DI RUANG DIGITAL: ANALISIS MEDIA MASSA & MEDIA SOSIAL TERHADAP SENGKETA KEPEMILIKAN HOTEL SULTAN Sufyan Abdurrahman, Muhammad; Firmannamal, Akhmad; Parsono, Slamet; Muhammad Rio Fariza; Bintar Mupiza
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 4 No 2 (2026): Januari
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v4i2.9884

Abstract

Kontroversi pengelolaan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, telah lama menjadi sorotan nasional. Tak hanya karena sengketa hukum antara negara dan pihak swasta, tetapi juga karena besarnya perhatian publik yang dibentuk oleh media. Penelitian ini menganalisis peran media massa dan media sosial dalam membentuk opini publik atas krisis kepemilikan Hotel Sultan, Jakarta. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode analisis isi, studi ini menelaah representasi naratif dari 128 berita daring, unggahan media sosial, dan pernyataan pihak terkait periode 4–6 Oktober 2023. Hasilnya menunjukkan krisis ini bukan sekadar konflik legal pemerintah dan pihak swasta, tetapi juga arena persaingan narasi di ruang publik digital. Media massa cenderung menampilkan legitimasi pemerintah berdasarkan hukum, sementara media sosial memberi ruang empati terhadap pihak swasta dan pekerja hotel. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi krisis di era digital memerlukan strategi naratif transparan, inklusif, dan responsif. Studi ini menyarankan pentingnya tata kelola komunikasi publik yang dialogis serta mendorong penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan komparatif lintas kasus. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi krisis dengan mengintegrasikan analisis konten media massa dan media sosial untuk memahami dinamika perebutan narasi antara negara dan entitas swasta dalam konflik kepemilikan aset publik.