Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KINERJA PEGAWAI REKAM MEDIS TERHADAP PENATALAKSANAAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS IN-AKTIF DI RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2023 Dian Ekawaty Dian; Zulkifli; Ryryn Suryaman Prana Putra; Tariza Nurul Asfany R
Public Health And Medicine Journal Vol. 1 No. 3 (2023): PAMA Edisi Oktober 2023
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif merupakan proses pengurangan jumlah rekam medis yang berada pada rak aktif dengan memilih rekam medis in-aktif kemudian memindahkanya ke ruang penyimpanan rekam medis in-aktif, menilai dan dimusnahkan yang tidak mempunyai nilai guna sesuai dengan kebijakan berlaku. Tujuan penelitian ini untuk mengenai pengaruh kinerja pegawai rekam medis terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif .Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross section study. Penelitian ini dilakukan dengan sampel berjumlah 30 responden. Data penelitian diambil melalui kuesioner dan observasi langsung dan teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel kualitas kerja terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif dengan nilai sig (1,000) >0,05, kuantitas kerja terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif dengan nilai sig (1,000) >0,05, ketepatan waktu terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif dengan nilai sig (1,000) >0,05, efektivitas terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif dengan nilai sig (1,000) >0,05, kemandirian terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif dengan nilai sig (1,000) >0,05. kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh kinerja pegawai rekam medis terhadap penatalaksanaan pemusnahan rekam medis in-aktif RSUD Haji Makassar.
Pengaruh Locus Of Control, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Intellectual-Emosional-Spiritual Intelligence, Terhadap Kinerja Perawat Di Rsud Syekh Yusuf Gowa Adelia; Reski Dewi Pratiwi; Zulkifli; Afriyana Amelia Nuryadin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): Volume. 1 No.2 2024 October-Desember
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v1i2.38

Abstract

Latar Belakang kinerja merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pegawai yang pada akhirnya mempengaruhi seberapa besar kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi. Tujuan penelitian, untuk mengetahui pengaruh locus of control, budaya organisasi, motivasi kerja, intellectual-emosional-spiritual intelligence terhadap kinerja perawat di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Metode, penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 254 perawat, dengan sampel sebanyak 155 responden dan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan proporsional random sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian, ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh locus of control terhadap kinerja perawat, terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perawat, terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat, terdapat pengaruh intellectual-emosional-spiritual intelligence terhadap kinerja perawat. Kesimpulan, secara simultan (bersama-sama) locus of control, budaya organisasi, motivasi kerja, Intellectual-Emosional-Spiritual Intelligence berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat di RSUD Syekh Yusuf Gowa, nilai F diperoleh Fhitung =30,867 > Ftabel =2,27dan diperoleh nilai signifikan 0,05 yaitu 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh antara locus of control, budaya organisasi, motivasi kerja, intellectual-emosional-spiritaul intelligence terhadap kinerja perawat di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Saran, diharapkan kepada pihak rumah sakit agar lebih memperhatikan kenyamanan perawat dalam bekerja dan apa yang dibutuhkan oleh perawat seperti pelatihan, dukungan dari rekan kerja dan atasan, sumber daya yang memadai, pengakuan atas kerja keras.
Pengaruh Pelatihan Sarana Prasarana Dan Komunikasi Efektif Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di Rsau Dr. Dody Sardjoto Maros Sri Yuyun Afrianti; Darmawati Junus; Ardianti; Adriyana Adevia Nuryadin; Zulkifli
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2025): Volume. 1 No. 4 2025 April-June
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v1i4.40

Abstract

Latar Belakang. Evaluasi terhadap budaya keselamatan pasien melibatkan pemahaman mendalam mengenai keyakinan, norma, dan perilaku yang ada dalam organisasi rumah sakit. Penilaian ini penting untuk memberikan wawasan kepada pimpinan rumah sakit dalam memperbaiki praktik keselamatan dan memastikan layanan yang aman. Meskipun berbagai negara telah mengimplementasikan standar keselamatan pasien dan melakukan penelitian untuk mengukur efektivitasnya, laporan insiden keselamatan pasien di Indonesia masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dan adanya kendala dalam pelaporan. Data yang tidak lengkap dan ketidakberanian tenaga kesehatan untuk melaporkan insiden berpotensi menghambat perbaikan sistem keselamatan pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam mengenai budaya keselamatan pasien di Indonesia guna meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Tujuan. Untuk mengetahui Pengaruh Pelatihan, Sarana Prasarana, Dan Komunikasi Efektif Terhadap Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien di RSAU dr Dody Sardjoto Kabupaten Maros tahun 2024. Metode. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional.. Hasil. Menunjukkan bahwa hasil uji multikolinieritas pada seluruh variabel independen tidak ada yang memiliki nilai tolerance >0,10 yang berarti tidak ada kolerasi antar variabel independen, sedangkan nilai VIF juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF > 10. Kesimpulan. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas. Terdapat pengaruh antara pelatihan, sarana prasarana dan komunikasi efektif terhadap budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Angkatan Udara dr Dody Sardjoto Kabupaten Maros. Saran. Pihak RSAU dr Dody Sardjoto lebih meningkatkan pelatihan terutama menyangkut aspek sikap dan keterampilan selama kegiatan berlangsung.