Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI- NILAI KEARIFAN LOKAL TANIMBAR UNTUK MEMPERKOKOH KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI PENDIDIKAN INFORMAL MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 Batkunde, Yoseph; Nifanngelyau, Jakobus; Luturmas, Jufus
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v8i1.211

Abstract

Kearifan lokal sebagai kekayaan budaya suatu daerah memiliki nilai-nilai moral, pengetahuan dan sebagai sumber ilmu kontekstual. Nilai tersebut lahir dari masyarakat dalam banyak ragam seperti aturan adat yang menjadi aturan tidak tertulis yang sampai saat ini dipatuhi bersama. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan mengimplementasi nilai-nilai kearifan lokal Tanimbar untuk memperkokoh karakter generasi muda melalui pendidikan informal menghadapi era society 5.0. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada generasi muda yang berada di desa Lermatang dalam memperkokoh karakter generasi muda melalui pendidikan informal menghadapi era society 5.0 dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Tanimbar. Adapun tahapan-tahapan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan adalah tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap penerapan teknologi, tahap pendampingan dan evaluasi dan keberlanjutan program. Berdasarkan pendampingan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Adanya perubahan perilaku generasi muda desa Lermatang setelah dilakukan pendampingan. Hal ini dilihat dari adanya kesadaran dari setiap individu terkait dengan apa yang dilakukan selama ini yang kurang terpuji; 2) Perilaku generasi muda desa Lermatang yang saat ini lebih mencintai budaya duan lolat dibandingkan budaya luar (budaya barat); 3) 75 % Generasi muda desa Lermatang saat ini telah siap dalam menghadapi era Society 5.0.
Kemampuan Komunikasi Matematika pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII SMP Negeri I Fordata Kabupaten Kepulauan Tanimbar Key, Margarita; Ratuanik, Mesak`; Batkunde, Yoseph; Nifanngelyau, Jakobus
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v2i1.138

Abstract

Komunikasi matematika merupakan dasar proses pemahaman dimana siswa akan menyerap informasi yang disampaikan sehingga nantinya para siswa dapat berpikir dan menuangkan pemikiran serta ide-ide matematika tersebut secara lisan maupun tulisan. Oleh sebab itu, seorang tenaga pengajar melalui komunikasi matematis yang lebih cenderung mengutamakan pemahaman konsep secara terstruktur sehingga materi yang disampaikan akan tetap berkesan dan diingat untuk lebih meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Proses belajar tidak hanya terpusat pada guru, tetapi juga dapat menjadikan siswa antusias, aktif dan mampu untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematika pada materi banun ruang sisi datar di kelas VIII SMP Negeri 1 Fordata. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Fordata yang berisinsial AB. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes kemampuan komunikasi matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Fordata memiliki kemampuan komunikasi matematika pada materi bagun ruang sisi datar dinyatakan masih rendah karena belum mampu menyelesaikan masalah dengan konsep matematika.
Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematika SMP Santo Paulus Saumlaki Ratuanik, Mesak; Sainlia, Bolandina; Batkunde, Yoseph; Nifanngelyau, Jakobus
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v2i1.139

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning dengan berbantuan lembaran kerja siswa dapat meningkatan pemahaman konsep peserta didik di kelas, Hasil siswa meningkat. metode penelitian Kualitatif, dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data post tes. Penelitian ini dilakukan pada SMP Santo Paulus Saumlaki di Kelas VIIc dengan jumlah 24 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dengan 3 kali pertemuan diantarannya 2 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 hari untuk tes akhir. Dan melalui post tes, maka yang meneliti mampu memperhatikan peningkatan murid muridnya semasa perkembangan belajar. Sesudah menerapkan model pembelajaran maka hasil penelitian menunjukan bahwa 6 orang siswa berada pada kategori sangat baik, 2 orang siswa berada pada kategori baik, dan 2 orang berada pada kategori cukup. Kesimpulan : pembelajaran problem basrd learning (PBL) dengan berbantuan lembar kerja siswa (LKS) dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika yang pada umumnya rendah hingga meningkat.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIII SMP Santo Andreas Lauran Feninlambir, Moses; Batkunde, Yoseph; Sabono, Matilda
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i3.755

Abstract

Hasil belajar yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai masalah yang sering muncul dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Rendahnya pencapaian belajar pada mata pelajaran matematika terlihat dari hasil belajar yang berada di bawah KKM, yakni ≤70%, atau dari 14 siswa yang belum mencapai standar kelulusan. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru hanya berupa metode konvensional (ceramah), yang turut berkontribusi terhadap rendahnya pencapaian belajar siswa. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian belajar siswa? Apakah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan pencapaian belajar siswa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan pencapaian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes akhir, 7 siswa berada dalam kategori tingkat pencapaian tinggi dengan persentase 50%, 4 siswa berada pada kategori pencapaian sedang dengan persentase 28,57%, dan 3 siswa berada dalam kategori pencapaian rendah dengan persentase 21,43%. Selain itu, penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) mendorong siswa untuk aktif selama proses pembelajaran, memungkinkan mereka mengumpulkan informasi secara mandiri terkait masalah yang dihadapi, serta menyimpulkan dan menyampaikan hasil kerja mereka dengan percaya diri. Dengan demikian, siswa memperoleh pembelajaran yang lebih mudah dipahami dan menemukan hal-hal baru karena keterlibatan langsung mereka dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP St. Andreas Lauran pada materi sistem persamaan linear dua variabel.
Eksplorasi Cerita Rakyat Tanimbar Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Batkunde, Yoseph; Regina Nifmaskossu; Amtai Alaslan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk Mengeksplorasi Cerita Rakyat Tanimbar Dalam Pengembangan Loving The Culture Of Tanimbar E-Book Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Genarasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada generasi muda yang berada di desa Wermatang sebagai upaya pembentukan karakter genarasi muda menuju Indonesia emas 2045 dengan menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Tanimbar. Adapun tahapan-tahapan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan adalah tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap penerapan teknologi, tahap pendampingan dan evaluasi dan keberlanjutan program. Berdasarkan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Adanya perubahan perilaku generasi muda desa Wermatang setelah dilakukan pendampingan dan sosialisasi. 2) Adanya peningkatan pengetahuan generasi muda Desa Wermatang. 3) Perilaku generasi muda desa Wermatang yang saat ini lebih mencintai budaya duan lolat dibandingkan budaya luar (budaya barat). 4) Persentase kesiapan Generasi Muda Desa Wermatang menuju Indonesia Emas 2045 telah mencapai 83 %. 5) Buku “Loving The Culture Of Tanimbar” sebagai sumber belajar bagi siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi secara spesifik di Kepulauan Tanimbar dan secara universal di Indonesia.