ABSTRAKIkan caru (M. cordyla) merupakan salah satu spesies ikan pelagis yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis penting di wilayah perikanan Kota Dumai. Namun, informasi ilmiah mengenai komposisi pakan dan pola makan spesies ini di perairan Dumai masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian sebagai dasar pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi makanan dan kebiasaan makan ikan caru berdasarkan isi lambung. Sebanyak 90 sampel ikan dianalisis menggunakan metode indeks preponderansi (IP) untuk menentukan jenis dan persentase pakan utamanya. Analisis deskriptif digunakan untuk menguraikan persentase volume dan frekuensi makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan utama ikan caru adalah ikan senangin (E. tetradactylum) dengan nilai IP 52-80% pada seluruh kelas ukuran. Makanan pelengkap terdiri atas kerang darah (A. granosa), udang putih (P. merguiensis), dan detritus dengan nilai IP berkisar antara 1–26%. Temuan ini menegaskan bahwa ikan caru memiliki sifat karnivora dan berperan sebagai predator tingkat menengah dalam rantai makanan pesisir. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengelolaan sumber daya ikan caru secara berkelanjutan di Perairan Kota Dumai serta berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan berbasis ekosistem.Kata kunci: Dumai, kebiasaan makan, isi lambung, ikan CaruABSTRACTTorpedo scad (Megalaspis cordyla) is one of the pelagic fish species with significant ecological and economic importance in the fisheries of Dumai City waters. However, scientific information regarding its diet composition and feeding habits in Dumai waters remains limited, necessitating research as a foundation for sustainable fisheries management. This study aimed to analyze the diet composition and feeding habits of torpedo scad based on stomach content analysis. A total of 90 fish samples were examined using the Index of Preponderance (IP) method to determine the main food items and their percentages. Descriptive analysis was applied to describe the volumetric percentage and frequency of occurrence of food items. The results showed that the primary diet of torpedo scad was fourfinger threadfin (Eleutheronema tetradactylum), with IP values exceeding 52–80% across all size classes. Supplementary food items included blood cockle (Anadara granosa), white shrimp (Penaeus merguiensis), and detritus, with IP values ranging from 1–26%. These findings indicate that torpedo scad exhibits carnivorous feeding behavior and functions as a mid-level predator in the coastal food web. The results are expected to serve as a scientific basis for sustainable management of torpedo scad resources in Dumai waters and to contribute to ecosystem-based fisheries management policies and strategies.Keyword: Dumai, feeding habits, stomach content, torpedo scad