Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Microplastic Content in the Stomach of Caru Fish (Megalaspis cordyla) in the Sea Waters of Dumai City, Riau Province Eka Saputra; Syafruddin Nasution; Dessy Yoswaty
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 3 (2024): October
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.3.361-366

Abstract

Microplastics are particles that have a size of <5 mm and their existence might be able to contaminate the biota in the aquatic environment, such as care fish. Caru fish was collected in the Dumai city fish landing base in September - December 2022 to determine the abundance of microplastics in caru fish. The method used in this study is a survey method; samples of caru fish were obtained from Fish Landing Base (PPI) Dumai, and the samples were analyzed for the microplastic content in the laboratory. The samples used were 90 caru fish divided into three size classes. The parameters measured included type of microplastic, microplastic abundance, microplastic colour and the relationship between care fish size and microplastic abundance. The abundance of microplastics from the three size class of fish shows that the size class 22.1-24 cm had a higher average abundance of microplastics with an average value of 5.7 particles/individual. The type of microplastics found in this study were fibre, film and fragment. The relationship between the length of the caru fish and the abundance of microplastics has not been influenced by the size of the carp fish.
Sosialisasi Stunting melalui Program Kerja KKN STPKM di Desa Lubuk Tukko Baru, Tapanuli Tengah Harahap, Mutiara Alkayakni; Harjuni, Fiki; Tambunan, Fitri Rahmayani; Khobir, Muhamad Latiful; Harahap, Husnul Yaqin; Adiprayoga, Shofian Nanda; Siburian, Juliana Pebrina; Anugerah, Tirta; Fazri, Kurniawan; Saputra, Eka; B, Arief Rachman.
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.127-130

Abstract

Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita dibawah usia lima tahun dikarenakan asupan gizi yang kurang baik sehingga menyebabkan tinggi badan pada ukuran balita tersebut terlalu pendek untuk usiannya. Keikutsertaan mahasiswa dalam upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat merupakan hal sesuatu hal yang sangat penting. Pengetahuan dengan cara bersosialisasi akan berpengaruh dalam waktu jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan sebagai edukasi terhadap masyarakat betapa pentingnya pencegahan stunting. Metode yang diguakan dalam penelitian ini yaitu tahap perencanaan meliputi studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan meliputi sosialisasi kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan adalah bertambahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting. Setelah dilakukan sosialisasi stunting, masyarakat antusias dalam materi yang disampaikan dibuktikan dengan hasil kuisioner masyarakat dari Kelurahan Lubuk Tukko Baru.