Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Determinasi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025 Nuramiati, Nuramiati; Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia; Setianingsih, Triseu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7093

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel yaitu siswa-siswi kelas X dan XI, populasi sebanyak 864 responden, sampel sebanyak 100 responden, menggunakan data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner (Gform), analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden jenis kelamin beresiko yaitu perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden lingkungan buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat.
Determinasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Perempuan Menopause di Klinik Central Medika 2 Tahun 2025 Nurmalasari, Nurmalasari; Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia; Setianingsih, Triseu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7228

Abstract

Menopause adalah fase alami yang akan dialami oleh setiap wanita, umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun. Fase ini merupakan masa transisi dari periode produktif menuju non-produktif, yang ditandai dengan berhentinya menstruasi dan dapat memengaruhi kualitas hidup wanita. Menurut WHO, diperkirakan akan terdapat 1,2 miliar wanita berusia di atas 50 tahun pada tahun 2030, dengan peningkatan jumlah wanita menopause di Asia mencapai 373 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup wanita menopause di Klinik Central Medika 2, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun 2025. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional, jumlah sampel 60 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner MENQOL, serta kuesioner untuk mengukur dukungan suami, teman sebaya, dan aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odd Ratio (OR). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,000; OR=3,923), dukungan suami (p=0,000; OR=0,043), dukungan teman sebaya (p=0,000; OR=20,000), serta aktivitas fisik (p=0,000; OR=53,833) dengan kualitas hidup menopause. Kesimpulan, kualitas hidup wanita menopause dipengaruhi oleh faktor pendidikan, dukungan sosial, dan aktivitas fisik. Disarankan agar wanita menopause meningkatkan gaya hidup sehat dan dukungan sosial, serta tenaga kesehatan memperkuat edukasi dan penelitian lebih lanjut dilakukan secara lebih luas.