Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Restorative Justice in Islamic Criminal Law: A Legal Psychology Perspective on the Necessity of Qisas and Diyat M. Mujib Qulyubi; Muhammad Fadhlan Aziz; Adzanah Mariska Salsabila; Syahrul Anwar; Aris Hassama
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.53833

Abstract

Restorative justice studies have so far been developed mainly within the framework of modern positive law, while the potential of similar concepts in Islamic criminal law is often narrowly understood as a mechanism of retribution. In fact, Qisas and diyat embody a more comprehensive dimension of justice-oriented towards restoration. The purpose of this study is to analyse Qisas and diyat in Islamic criminal law through the perspective of legal psychology to prove the restorative justice character inherent in them. This study uses a normative legal research method, with a conceptual, theological-normative, and legal psychology approach, examining primary data in the form of the Qur'an and hadith, as well as secondary data sourced from relevant research through library research, to analyse the restorative character of Qisas and diyat. The results of this study indicate that Qisas and diyat not only function as instruments of punishment but also as mechanisms of recovery that acknowledge victims' suffering, encourage perpetrators' moral responsibility, and restore social and psychological balance. The novelty of this study lies in the integration of a legal psychology perspective into the examination of Qisas and diyat as restorative justice inherent in Islamic criminal law. This research is expected to enrich academic discourse and strengthen the relevance of Islamic criminal law in the discourse of modern restorative justice.
Restorative Justice Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Hukum Pidana Islam Asep Permana Dimyati; Syahrul Anwar; Didi Sumardi
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 18 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v18i1.5538

Abstract

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia terus meningkat dan berdampak pada kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan. Pendekatan pidana yang bersifat retributif dinilai belum efektif karena tidak menyentuh akar masalah ketergantungan dan berpotensi meningkatkan residivisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelesaian tindak pidana narkotika melalui pendekatan restorative justice, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengkaji relevansinya dengan konsep al-islah dan maqasid al-shari'ah dalam hukum pidana Islam. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, kitab fiqh jinayat, regulasi, buku, dan jurnal hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice menawarkan penyelesaian yang lebih humanis melalui rehabilitasi medis dan sosial. Dalam hukum pidana Islam, penyalahgunaan narkotika termasuk jarimah ta'zir karena merusak akal (hifz al-'aql). Pendekatan ini sejalan dengan konsep al-islah, sulh, dan ta'zir islahi yang menekankan pemulihan dan kemaslahatan sosial. Implementasi restorative justice didukung oleh kebijakan pemerintah dan peran lembaga keagamaan, namun masih terhambat oleh stigma masyarakat, keterbatasan mediator, dan dominasi sistem peradilan yang punitif.Kata Kunci: Restorative Justice, Penanggulangan Narkoba, Hukum Pidana IslamPenyalahgunaan narkotika di Indonesia terus meningkat dan berdampak pada kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan. Pendekatan pidana yang bersifat retributif dinilai belum efektif karena tidak menyentuh akar masalah ketergantungan dan berpotensi meningkatkan residivisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelesaian tindak pidana narkotika melalui pendekatan restorative justice, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengkaji relevansinya dengan konsep al-islah dan maqasid al-shari'ah dalam hukum pidana Islam. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, kitab fiqh jinayat, regulasi, buku, dan jurnal hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice menawarkan penyelesaian yang lebih humanis melalui rehabilitasi medis dan sosial. Dalam hukum pidana Islam, penyalahgunaan narkotika termasuk jarimah ta'zir karena merusak akal (hifz al-'aql). Pendekatan ini sejalan dengan konsep al-islah, sulh, dan ta'zir islahi yang menekankan pemulihan dan kemaslahatan sosial. Implementasi restorative justice didukung oleh kebijakan pemerintah dan peran lembaga keagamaan, namun masih terhambat oleh stigma masyarakat, keterbatasan mediator, dan dominasi sistem peradilan yang punitif.Kata Kunci: Restorative Justice, Penanggulangan Narkoba, Hukum Pidana Islam