Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALYSIS OF THE IMPACT FROM THE IMPLEMENTATION OF THE PROGRAM TO ACCELERATE THE IMPROVEMENT OF IRRIGATION WATER UTILIZATION (P3-TGAI) IN INCREASING THE PERFORMANCE OF TERTIARY IRRIGATION SYSTEMS IN THE WUNO IRRIGATION AREA, SIGI, CENTRAL SULAWESI William Arrang Sarungallo
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 9 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v9i2.450

Abstract

Implementation of the Program for Accelerating Improvement of Irrigation Water Utilization (P3-TGAI) is given to water-using farmers to be able to help maximize the performance of existing irrigation systems to be developed even better. The purpose of this study was to analyze the impact of the implementation of the P3-TGAI in the Wuno Irrigation Area on improving the performance of the irrigation system, and how the results of the evaluation of the irrigation system performance index on P3-TGAI implementers in the Wuno Irrigation Area. This type of research is a quantitative descriptive research that explains the relationship between variables by analyzing numerical data. The population in this study were P3A group administrators who carried out the P3-TGAI program in the Wuno Irrigation Area from 2020 – 2021. The data collection technique used in this research was direct field research which consisted of observations, questionnaires, interviews and documentation. From the results of the study it was found that the impact of the implementation of P3-TGAI on improving the performance of the existing tertiary irrigation system showed an average value of 88.55% with a very increased category, and out of a total of 10 P3A groups through the irrigation system performance survey, good performance was obtained. This shows that the implementation of P3-TGAI in the Wuno Irrigation Area has provided an increase in the performance of the tertiary irrigation system.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU TENAGA KERJA DALAM PENERAPAN K3 PADA PEKERJAAN DRAINASE (STUDI KASUS PEKERJAAN DRAINASE JLN. KEPUTIH TEGAL TIMUR, SURABAYA) Sarungallo, William Arrang; Payung, Fritswel Ratmady; Lioni, Clara Zenicha; Rizal, Andi
Surya Teknika Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku tenaga kerja pada proyek konstruksi, dengan studi kasus pada proyek drainase U-Ditch. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan software WarpPLS. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan (X1) dan sikap (X2), sedangkan variabel terikat adalah perilaku tenaga kerja (Y). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 11 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku tenaga kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,802 dan p-value < 0,001. Sebaliknya, pengetahuan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap perilaku tenaga kerja, dengan koefisien jalur sebesar 0,180 dan p-value sebesar 0,252. Nilai R-squared sebesar 0,94 menunjukkan bahwa kombinasi variabel pengetahuan dan sikap mampu menjelaskan 94% variasi perilaku tenaga kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengetahuan dan sikap sebagai faktor kunci dalam membentuk perilaku kerja yang produktif di lapangan konstruksi.
Assessment Factors of Indoor Comfort and Health in Hospital Buildings Based on Green Building Systems in Palu City William Arrang Sarungallo; Tutang M. Kamaludin; Lilianti Y. Sunuh; Zet Mallisa
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8175

Abstract

This study aims to evaluate the comfort and health levels of rooms in Anutapura Hospital, Undata Hospital, and Tadulako University Hospital, with a focus on the application of green building principles, particularly in terms of room comfort and health. The study also identifies factors influencing comfort and health, such as smoking bans, control of carbon dioxide (CO?) and carbon monoxide (CO) levels, and the use of refrigerants. The research method used is qualitative, involving interviews and field observations to gain an in-depth understanding from respondents directly involved in the hospital building construction. The respondents consisted of five people: two from Anutapura Hospital, one from Undata Hospital, and two from Tadulako University Hospital. Observations were made on facilities such as smoking prohibition signs, ventilation, air conditioning systems, and parking areas. The results show that Tadulako University Hospital scored the highest (13 points), followed by Undata Hospital (11 points), and Anutapura Hospital (8 points), based on comfort and health parameters. Tadulako University Hospital excelled in air quality control and the use of refrigerants with low Global Warming Potential (GWP). Key factors influencing room comfort and health include freedom from tobacco smoke, ventilation, CO? and CO sensors, and the use of environmentally friendly refrigerants.
Optimalisasi Konten Digital Untuk Pemasaran Kemiri Di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Melalui Pelatihan Nirmalawati, Nirmalawati; Kamaludin, Tutang Muhtar; Fahirah, Fahirah; Rizal, Andi; Sarungallo, William Arrang
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7jt5yz56

Abstract

Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kemiri. Namun, keterbatasan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan platform digital menjadi hambatan utama dalam pemasaran produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kemiri melalui pelatihan konten digital, manajemen media sosial, dan strategi pemasaran online. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan materi pelatihan mencakup pembuatan konten visual, pemanfaatan media sosial, dan digital branding. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital, keterampilan manajemen usaha, serta kesadaran kolektif untuk bertransformasi menuju usaha berbasis teknologi. Meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan modal, program ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan daya saing kemiri Desa Bale dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan komoditas lokal serupa
Pengaruh Dosis Pada Kehilangan Berat Mortar Dengan Bahan Pengikat Alkali Activated Slag Bayu Rahmat Ramadhan; Ratmadi Payung, Fritswel; Nur Akifa, Sri; Arrang Sarungallo, William
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6516

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan produksi limbah baja terbesar, didorong oleh pesatnya pertumbuhan industri baja berbasis nikel. Limbah baja tersebut, seperti Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam produk alkali-activated slag (AAS), seperti pasta, mortar, dan beton. Inovasi ini menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan semen konvensional. Namun, tantangan utama adalah memastikan ketahanan material berbasis AAS di lingkungan agresif, khususnya dalam media asam sulfat. Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi dosis terhadap perubahan berat mortar berbasis AAS (alkali-activated slag mortar atau AASM), yang diaktifkan dengan Na?SiO? dan NaOH sebagai aktivator utama, dalam larutan asam sulfat (H?SO?) 7% selama 56 hari, dengan rasio air semen, modulus, activator/binder, dan Superplasticizer yang tetap. Kinerja AASM dibandingkan dengan mortar Portland Composite Cement (PCC) konvensional dan mortar campuran untuk mengevaluasi ketahanannya. Lima desain campuran diuji pada ketiga jenis mortar, masing-masing dirancang untuk mencapai kuat tekan target sebesar 40 MPa. Hasil pengujian selama 56 hari menunjukkan perbedaan signifikan dalam perubahan berat dan karakteristik visual antar jenis mortar. Sampel AASM mengalami ekspansi, dengan berat yang tetap stabil atau bahkan meningkat, disertai munculnya retakan di tepi sampel. Sebaliknya, mortar campuran dan PCC menunjukkan sifat rapuh, pelarutan material, serta penurunan berat yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa AASM memiliki kemampuan mempertahankan berat yang lebih baik dalam lingkungan asam sulfat 7% dibandingkan dengan mortar campuran maupun PCC, sehingga menjadikannya alternatif yang lebih tahan lama untuk konstruksi di kondisi kimia yang agresif. Penelitian ini mempertegas potensi AAS sebagai solusi konstruksi ramah lingkungan, dengan menyoroti pentingnya optimalisasi desain campuran untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan sulfat.
Analisis Kelayakan Infrastruktur Pariwisata Di Kota Palu, Sulawesi Tengah: Studi Kasus Kampung Nelayan Palu Ratmadi Payung, Fritswel; Sarungallo, William Arrang; Rahmat Ramadhan, Bayu; Ayu Juli Andjani, Ni Made
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6523

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan infrastruktur pariwisata di Kampung Nelayan Palu, Sulawesi Tengah, sebagai destinasi wisata potensial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan berbagai responden, termasuk wisatawan lokal, masyarakat sekitar, serta pemangku kepentingan. Infrastruktur dinilai berdasarkan sepuluh indikator, seperti akomodasi, tempat makan, transportasi, dan telekomunikasi, menggunakan skala kelayakan ASCE (2009). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar infrastruktur berada dalam kategori buruk dengan nilai rata-rata 65,37% atau D. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan mendasar, khususnya dalam aspek transportasi, telekomunikasi, dan sanitasi, untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Nelayan Palu. Dengan peningkatan infrastruktur yang tepat, kawasan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusi ekonomi lokal.
Prioritizing Disaster Risks for Post-Disaster Permanent Housing Relocation in Palu, Indonesia: An Analytic Hierarchy Process (AHP) Approach Asnudin, Andi; Amar Akbar Ali; Tutang Muhtar Kamaludin; Andi Rizal; William Arrang Sarungallo
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026 - In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10410

Abstract

This study employs the Analytic Hierarchy Process (AHP) to conduct a technical evaluation of disaster risk in the selection of sites for Permanent Housing (HUNTAP) for survivors of the 2018 earthquake, tsunami, and liquefaction disaster in Palu, Central Sulawesi. The analysis integrates five main disaster criteria (floods, landslides, tsunamis, earthquakes, and liquefaction) and 31 sub-criteria compiled from literature and expert judgment. The AHP results show that flood risk is the dominant factor in relocation decisions (relative weight 47.07%), followed by landslides (23.85%), tsunamis (12.52%), earthquakes (11.19%), and liquefaction (5.38%). Key sub-criteria such as lowland areas, river border zones, and drainage conditions are the most significant flood risk indicators. This research provides a structured, multi-criteria decision-making framework to ensure that post-disaster relocation prioritizes the most critical hazards, thereby enhancing the safety and sustainability of settlements in complex disaster-prone regions like Palu. The findings recommend targeted, risk-based mitigation strategies for each hazard priority.