Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pola Pertumbuhan dan Rasio Bobot Daging Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Setiawan, Awan; Bahtiar, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.817 KB)

Abstract

Aktivitas pembangunan dan penangkapan secara terus menerus serta kurangnya informasi pada penelitian kerang bulu, melatar belakangi dilakukanya penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pertumbuhan dan rasio bobot daging kerang bulu (A. antiquata). Penelitian ini dilaksanakan di PerairanBungkutoko Kota Kendari selama empat bulan yaitu bulan Januari sampai April 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple random sampling) dengan total sampel sebanyak 240 individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang bobot pada kerang jantan dan betinamemiliki pola pertumbuhan allometrik positif dan allometrik negatif. Nilai b dari hubungan panjang bobot secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 2,34−2,78; 2,14−2,70, sedangkan nilai b untuk jantan dan betina berdasarkan spasial 2,43−2,79; 2,22−2,73. Nilai faktor kondisi secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 0,96−1,91; 0,38−1,63 dan berdasarkan spasial 0,92−1,52; 0,92−1,87. Rasio bobot daging basah dengan bobot total secara temporal pada jantan dan betina masingmasingberkisar 11,91−16,55%; 11,91−16,49% dan berdasarkan spasial 6,51−17,26%; 13,14−17,62%. Rasio bobot daging kering dan bobot total secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 1,92−2,81%; 1,98−3,20% dan berdasarkan spasial 1,22−2,91%; 1,92−3,15%.Kata Kunci : Perairan Bungkutoko, Faktor Kondisi, Rasio Bobot Daging, A. antiquata.
Studi Keanekaragaman dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Teluk Staring Desa Wawatu Berdasarkan Kedalaman yang Berbeda di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Siro, La Ode; Salwiyah, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.518 KB)

Abstract

Zooplankton adalah organisme yang berperan penting terhadap produktivitas sekunder, karena sebagai penghubung produsen primer dengan konsumen yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan zooplankton berdasarkan kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Staring Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan interval waktu 10 hari dalam sebulan pada bulan Agustus tahun 2017. Variabel utama dalam penelitian ini adalah keanekaragaman dan kelimpahannya zooplankton, sedangkan variabel pendukung adalah parameter fisika dan kimia yang diukur langsung dari tempat penelitian dan di laboratorium. Sampel zooplankton disaring menggunakan jaring plankton ukuran 25 μm. Stasiun I dekat pemukiman penduduk dan dermaga, Stasiun II dekat penambangan batu, dan  Stasiun III dekat wisata Pulau Lara. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, yaitu pada masing-masing stasiun terbagi dalam 3 variasi kedalaman yaitu 0,5, 5 dan 10 m. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan dari jumlah jenis zooplankton keseluruhan stasiun sebanyak (≥ 691 ind/L), ketiga stasiun pada stasiun I (31 genera), pada stasiun II (30 genera), sedangkan pada stasiun III (31 genera) zooplankton. Kelimpahan zooplankton berkisar 61.67-185 ind/L. Kelimpahan zooplankton didominasi kelas Crustacea (Copepoda). Berdasarkan spasial kelimpahan tertinggi zooplankton terdapat pada Stasiun I kedalaman 10 m. Sedangkan kelimpahan terendah zooplankton Stasiun I pada  kedalaman 0,5 m. Keanekaragaman zooplankton di perairan Teluk Staring Desa Wawatu keaneragamannya sedang, indeks keseragaman seimbang, dan indeks dominansi tidak ada mendominansi spesies lain                               Kata Kunci : zooplankton, kedalaman berbeda, fisika kimia, Teluk Staring desa Wawatu
Kebiasaan Makanan Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, vonMartens, 1897) di Perairan Sungai Lasolo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Sri Indrawati, Desak Nyoman; Bahtiar, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.672 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2014 di Perairan Sungai Lasolo dengan tujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan kerang pokea. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sapuan kawasan (swept area) dengan total sampel untuk setiap bulannya sebanyak 75 individu. Pada waktu yang sama dilakukan pengukuran parameter lingkungan meliputi suhu, alkalinitas, pH, bahan organik, dan kecepatan arus. Komposisi makanan kerang Pokea meliputi Bacillariophyceae, Chyanophyceae, Chlorophyceae, Rotatoria, Pyrrhophyceae, Dinophyceae, Euglenidae, dan detritus. Analisis komposisi makanan kerang Pokea menggunakan metode gravimetrik. Hasil analisis tersebut menunjukkan kebiasaan makanan organisme ini adalah didominasi oleh detritus sebesar 92,53% yang ditemukan pada stasiun II dan terendah sebesar 90,91% di stasiun IV. Kata Kunci : Kebiasaan makanan, kerang pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897), detritus
Struktur komunitas makroalga pada substrat yang berbeda di perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Irwandi, .; Salwiyah, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.437 KB)

Abstract

Alga merupakan salah satu sumber daya alam hayati laut yang bernilai ekonomis dan memiliki peranan ekologis sebagai produsen dalam rantai makanan dan tempat pemijahan bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada substrat yang berbeda di perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis makroalga yang ditemukan yaitu 13 jenis, diantaranya 4 jenis dari kelas Chlorophyta, 7 jenis dari kelas Phaeophyta, dan 2 jenis dari kelas Rhodophyta. Kepadatan makroalga stasiun I dan II yaitu 0,0056 dan 0,0147. Keanekaragaman jenis makroalga tergolong pada kategori sedang berkisar antara 1,27 - 2,07, keseragaman jenis berkisar 1,83-1,93, dominansi jenis makroalga pada stasiun I adalah 0,32 dan 0,17 pada stasiun II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa erat hubungannya antara perbedaan substrat dan komposisi jenis makroalga yang ditemukan. Stasiun I dengan habitat pasir sedikit liat banyak ditemukan kelas Rhodophyta jenis Amphiroa vanbosseae, dan beberapa kelas Phaeophyta jenis Padina australis dan Padina minor. Stasiun II dengan habitat fragmen karang atau pecahan karang mati, jenis makroalga yang ditemukan beranekaragam dari kelas Chlorophyta, Rhodophyta, dan Phaeophyta. Hasil pengukuran kualitas perairan yang diperoleh kisaran suhu (30 ̶ 31oC), kecerahan (75 ̶ 80 %), kecepatan arus (0,07 ̶ 0,09 m/s), salinitas (30 ppt), nitrat 0,011 ̶ 0,0112 mg/L, phospat 0,0024 ̶ 0,0033 mg/L, DO (6,46 ̶ 6,83 mg/L).Kata kunci: Makroalga, kepadatan, keanekaragaman, keseragamaan, dominansi, dan tekstur substrat
Studi Kepadatan dan Pola Distribusi Bivalvia di Kawasan Mangrove Desa Balimu Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton Samir, .; Nurgayah, Wa; Ketjulan, Romy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.183 KB)

Abstract

Desa Balimu merupakan wilayah yang memiliki sumber daya hayati yang cukup baik, baik dari sumber daya jenis ikan maupun non ikan. Sumber daya non ikan yang dimaksud yaitu bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi bivalvia yang terdapat pada kawasan hutan mangrove di perairan Desa Balimu. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai bulan Desember 2014 sampai Januari 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple random sampling, dengan menggunakan transek kuadrat yang dilakukan tiga kali pengulangan. Penentuan lokasi stasiun didasarkan pada kondisi fisik mangrove. Hasil pengukuran parameter lingkungan dan organisme yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Di temukan lima jenis bivalvia yaitu; Isognomon-isognomun, I. perma, Gafrarium tumidum, G. pectinatum dan Barbatia decusata, dengan nilai tertinggi sebesar 35,14−44,62% pada jenis Isognomon-isognomun dan terendah pada jenis Barbatia decusata sebesar 1,54−3,60%. Kepadatan bivalvia tertinggi setiap bulan selama penelitian diperoleh pada stasiun I yaitu; 20,67−21,67 ind/m² sedangkan terendah diperoleh pada stasiun III yaitu sebesar 1,00−1,50 ind/m². Pola distribusi bivalvia selama penelitian pada stasiun I yaitu pola distribusi acak (Id=1) sedangkan pada stasiun II dan III yaitu mengelompok (id>1). Hasil pengukuran parameter kualitas air diperoleh kisaran yaitu suhu 27‒30ºC, salinitas 29‒35‰, kecepatan arus 1,11‒2,24 m/detik, pH air ,0‒8,0, pH substrat 5,5–6,9 dan bahan organik substrat 10,7176‒13,8727%.Kata kunci : Kerang (bivalvia), Kepadatan, Pola Distribusi