Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout dengan Manajemen Stres sebagai Variabel Mediasi pada Klinik dr. Nur Cimahi Sanya Diandra Praniti; Purwadhi Purwadhi; R. Oke Andikarya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6326

Abstract

Burnout pada tenaga kesehatan bukanlah fenomena baru. Kondisi ini sering dialami oleh para profesional di organisasi pelayanan kesehatan dan diakui sebagai masalah yang signifikan, terutama dalam profesi yang berorientasi pada manusia seperti tenaga kesehatan. Burnout memiliki konsekuensi serius bagi pasien, fasilitas kesehatan, dan kesejahteraan pribadi pekerja. Dampak negatifnya meliputi rendahnya kepuasan pasien, penurunan kualitas layanan, kesalahan medis, serta potensi tuntutan malpraktik yang merugikan individu maupun organisasi. Tantangan ini mendorong organisasi untuk mengevaluasi strategi pengelolaan sumber daya manusia guna mengurangi risiko burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap burnout dengan mediasi manajemen stres di Klinik dr. Nur Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan kuesioner yang didistribusikan kepada 42 peserta melalui teknik probability sampling. Alat statistik yang digunakan meliputi analisis regresi, koefisien determinasi (R-square), dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap burnout dengan mediasi manajemen stres (nilai F = 16,834 > nilai F tabel = 4,08) dengan tingkat pengaruh sebesar 43,6% (kategori sedang). Manajemen stres menunjukkan mediasi parsial (p < 0,05) antara beban kerja (cukup) dan burnout (baik). Manajemen stres yang efektif berperan sebagai mediator dalam mengurangi dampak burnout akibat beban kerja yang sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen stres yang proaktif untuk mencegah burnout. Beban kerja yang tinggi tanpa manajemen stres yang efektif dapat menyebabkan burnout, namun intervensi yang tepat dapat mengurangi dampak negatifnya, meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan retensi karyawan di dalam organisasi.
Pengaruh Kemudahan Manfaat dan Sikap Terhadap Perilaku Penggunaan Teknologi SIMRS Pada Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto Arif Nur Hidayanto; Dasrun Hidayat; Yani Restiani; R. Oke Andikarya
Journal of Knowledge Management Vol 18 No 2 (2024): Journal of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkm.v18i2.41892

Abstract

Penelitian berjudul Pengaruh Kemudahan, Manfaat dan Sikap terhadap Perilaku Penggunaan Teknologi SIMRS pada Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto didasari kurangnya penggunaan teknologi SIMRS karena adanya kesulitan dalam proses penggunaan, manfaat dan sikap terhadap penggunaan SIMRS untuk meningkatkan mutu pelayanan pada RS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan teknologi, teknologi yang mudah dalam proses penggunaannya serta mudahankan dalam bekerja membuat penggunanya menjadi lebih sering menggunakan teknologi tersebut. Penelitian merekomendasikan RS sebagai penyedia layanan SIMRS agar terus meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap penggunanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel attitude toward using tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penggunaan teknologi SIMRS sehingga RS diharapkan dapat memberikan perasaan nyaman, nikmat dan senang bagi tenaga kesehatan dalam menggunakan teknologi.Kata kunci: Kemudahan, Manfaat, Sikap, Penggunaan Teknologi, SIMRS
Strategi Pengembangan SDM Unggul dalam Mendukung Kinerja Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan Ria Yuli Angliawati; Mira Veranita; R. Oke Andikarya; Clarissa Siswara
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.3013

Abstract

Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan (KPBS) menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), terutama terkait rendahnya kedisiplinan, kurangnya komunikasi internal, belum adanya SOP operasional, serta rendahnya literasi manajerial dan pencatatan produksi. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) melaksanakan program Pelatihan Pengembangan SDM Unggul menggunakan metode participatory training selama dua hari, mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, workshop penyusunan SOP, praktik lapangan, dan penyusunan rencana aksi individu. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, yang terlihat dari kenaikan nilai pre-test ke post-test sebesar 28 poin. Peserta juga berhasil menyusun SOP sederhana, meningkatkan keterampilan komunikasi, memperbaiki pemahaman manajemen kinerja, dan menunjukkan perubahan perilaku positif seperti meningkatnya kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama. Evaluasi kepuasan peserta mencapai lebih dari 88% pada seluruh kategori. Secara keseluruhan, metode participatory training terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis anggota koperasi, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong budaya kerja kolaboratif dan berkelanjutan di lingkungan KPBS.
Pengaruh Patient Safety Leadership Walkrounds terhadap Budaya Keselamatan dan Implikasinya pada Pelaporan Kejadian Keselamatan pada Rumah Sakit Eusebiusyuvens Chandra Waruwu; Arlette Suzy Puspa Pertiwi; R. Oke Andikarya
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1760

Abstract

Patient Safety Leadership Walkrounds (PSLW) were implemented at Siloam Hospital Bangka to enhance safety culture and incident reporting. This study aimed to evaluate the impact of PSLW on safety culture, the relationship between safety culture and safety-related incident reporting, and the effect of PSLW on safety-related incident reporting. A retrospective longitudinal survey was conducted to measure safety culture at Siloam Hospital Bangka in 2022 and 2024. Data were analyzed quantitatively using the Wilcoxon Rank-Sum test. Incident reports from the same years were compared using the Chi-Square test and correlated with safety culture through descriptive analysis. Safety culture survey scores increased from a composite average of 52% in 2022 to 63% in 2024. The Wilcoxon Rank-Sum test showed significant results for 16 of 34 questions (p<0.05). An increase in incident reporting occurred alongside improvements in safety culture. The number of incident reports rose from 317 in 2022 to 1,623 in 2024. The Chi-Square test demonstrated significant results. PSLW implementation enhanced both safety culture and safety-related incident reporting. Improvements in safety culture coincided with increased incident reporting numbers.
the Influence of Patient Experience and Patient Trust on the Desire to Return to Treatment at the Calysta Karawang Clinic Based on Sor Theory Rillawanti Yuniar; A. Rohendi; R. Oke Andikarya
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol. 6 No. 2 (2025): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v6i2.9254

Abstract

Quality health services are one of the main factors in determining patient loyalty, especially in aesthetic clinic services such as the Calysta Karawang Clinic. Patients' experience while receiving services and their level of trust in the clinic are important elements that influence the decision to return for treatment. This study aims to analyze the influence of patient experience and patient trust on the desire to return to treatment using the Stimulus-Organism-Response (SOR) theoretical framework. The research was conducted with a quantitative approach using survey techniques on 81 respondents. The independent variables studied were patient experience (X₁) and patient trust (X₂), while the dependent variable was the desire to return (Y). Data analysis was carried out with multiple linear regression using SPSS 26. The results showed that both partially and simultaneously, patient experience and patient trust had a significant effect on the desire to return to treatment. The coefficient of determination (R²) of 83.7% indicates that the two variables are able to explain the variation in the desire to return strongly. The findings emphasize the importance of improving doctor-patient communication, facility convenience, cost transparency, and strengthening clinic image to increase patient loyalty.