Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Di Lahan Kering Enjel Kristiani Zalukhu; Benediktus Buala’aro Giawa; Fedilina Tafonao; Kristiani Telaumbanua; Nelceria Halawa; Yoel Melsaro Larosa; Putra Hidayat Telaumbanua
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.594

Abstract

A legume crop with strategic importance in meeting national food needs, groundnuts (Arachis hypogaea L.) have the ability to be grown in arid regions. However, boosting this crop's output is hampered by low rainfall and soil fertility. This study uses a literature review technique to scientific journals for the 2021–2025 period in order to determine the impact of planting distance and organic fertilizer dosage on peanut development and yield in drylands. The analysis's findings demonstrate that ideal spacing, like 40 cm by 20 cm or 30 cm by 15 cm, can greatly boost peanut seed output and vegetative growth. Meanwhile, the application of organic fertilizers such as manure and biochar is proven to improve soil physical and chemical properties, increase water retention, and support nutrient absorption by plants. The synergy between proper spacing and organic fertilizer application can increase yields by more than 30%, and support sustainable cultivation systems on marginal land.
PENYULUHAN PEMBUATAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) DAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) DI DESA SITOLUBANUA Januari Dawolo; Agustinus Tafonao; Arni Lestari Waruwu; Elias Elwin Zalukhu; Elikana Lase; Faristina Laia; Nelceria Halawa; Nensia Natalia Waruwu; Tri Susanti Rahmadhani Nasution; Yakin Anugrah Laoli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3092-3100

Abstract

Menggunakan pestisida sintetis terus-menerus bisa memberikan dampak buruk pada lingkungan, kesehatan manusia, serta keseimbangan alam. Salah satu pilihan yang bisa dilakukan adalah menggunakan pestisida alami dari daun sirsak dan bawang putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat dalam membuat ekstrak daun sirsak dan bawang putih sebagai bahan pestisida alami. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest, yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui tes awal dan tes akhir kepada 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 58,40 pada awal tes menjadi 87,20 pada akhir tes, sehingga meningkat sebesar 49,32%. Selain itu, peserta dapat membuat ekstrak sendiri dan memahami cara menggunakannya pada tanaman. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan yang diimbangi dengan demonstrasi dan praktik langsung sangat membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahan alami sebagai pestisida nabati. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi penggunaan pestisida sintetis