Andi Cahyadi
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Work Family Conflict Pada Karyawan Dengan Pasangan Yang Bekerja Andi Cahyadi
Wacana Psikokultural Vol 1 No 01 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v1i01.10035

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang work family conflict yang dialami oleh karyawan dengan pasangan yang bekerja. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu dengan memberikan gambaran mengenai work family conflict pada karyawan dengan pasangan yang bekerja dilihat dari aspek work family conflict secara umum, gambaran pada masing-masing aspek, dan juga gambaran work family conflict ditinjau dari jenis kelamin. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan skala yang diambil dari aspek Work Family Conflict yang dikemukakan oleh Greenhaus & Beutell (1985), yaitu time-based conflict, strain-based conflict, & behavior-based conflict. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh bahwa. secara keseluruhan, work family conflict yang terjadi pada pasangan yang bekerja adalah dalam kategori rendah, yaitu sebanyak 54,8%. Sedangkan ditinjau dari jenis kelamin, menunjukkan bahwa perempuan memiliki kecenderungan lebih besar mengalami work family conflict dibandingkan dengan laki-laki, yaitu 54,6% : 37,5%. Sedangkan kategorisasi berdasarkan masing-masing aspek didapatkan pada aspek time-based paling banyak pada kategori sedang sebesar 46,1%, pada aspek strain-based paling banyak pada kategori sedang, dan pada aspek behavior-based paling banyak adalah pada kategori rendah sebesar 53,8%.
Kinerja Karyawan Divisi Sales Di PT. X Ditinjau Dari Motivasi Kerja Andi Cahyadi; Matius Wahyu Bannon Tri Nugroho
Wacana Psikokultural Vol 1 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.11879

Abstract

This research aims to find out the relationship between work motivation and employee performance in the sales division at PT. X Madiun. The method used in this research uses quantitative methods with relationship test analysis. The performance scale and work motivation scale are data collection tools used in this research. The respondents involved in this research were 40 employees, whose characteristics were employees who worked at PT. In this study, researchers used total sampling as a sampling technique, because there were less than 100 respondents. Pearson product moment was used in this study to analyze how strong the relationship between these two variables is. The research results obtained are a coefficient of r = 0.780 with p = 0.000 (p < 0.05) with a positive correlation direction, meaning that there is a significant relationship between work motivation and employee performance in the sales division at PT by PT X sales division employees, the higher their performance will be. Referring to the research results, a conclusion can be drawn that in order for the sales division employees at PT X to have good performance, what needs to be done is to increase their work motivation.
Pendampingan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus: Langkah Awal Menuju Terapi yang Tepat di Jafa Edu Center Ponorogo Robik Anwar Dani; Yonathan Setyawan; Marcella Mariska Aryono; David Ary Wicaksono; Andi Cahyadi
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.37-42

Abstract

Jafa Edu Center (JEC) Ponorogo merupakan rumah belajar yang melayani siswa reguler dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam praktiknya, JEC menghadapi kendala serius karena belum memiliki tenaga psikologi yang secara khusus menangani asesmen psikologis, padahal jumlah ABK yang terdaftar mencapai sekitar 30 anak dengan ragam hambatan seperti gangguan spektrum autisme, gangguan perkembangan intelektual, dan slow learner. Kondisi ini membuat banyak anak belum mendapatkan skrining dan asesmen yang memadai, sehingga terapi yang diberikan berpotensi kurang sesuai dengan kebutuhan perkembangan masing-masing anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi JEC dalam membangun sistem asesmen psikologis yang lebih terstruktur dan berbasis bukti, sekaligus meningkatkan kapasitas guru dan pendamping ABK dalam memahami hasil asesmen dan menggunakannya sebagai dasar perencanaan intervensi. Program dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan utama: asesmen kebutuhan dan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan asesmen psikologis terhadap ABK menggunakan instrumen Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS), Stanford-Binet/WISC, dan Childhood Autism Rating Scale (CARS), penyusunan modul dan Standar Operasional Prosedur (SOP) asesmen ABK, pelatihan bagi pendidik dan pendamping, serta pendampingan implementasi dan evaluasi bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa JEC kini memiliki peta kebutuhan psikologis ABK yang lebih jelas beserta laporan asesmen individual yang dapat dijadikan dasar rujukan terapi. Modul asesmen dan SOP membantu menstandarkan alur skrining awal dan langkah rujukan ke tenaga profesional. Guru dan pendamping melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik anak dan cara membaca hasil asesmen, sehingga diskusi perencanaan terapi menjadi lebih terarah. Program ini mengindikasikan bahwa pendampingan asesmen berbasis kolaborasi kampus–lembaga mampu menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan ketepatan layanan terapi bagi ABK.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN RADIO X DI MADIUN Auriell Batsyeba; Andi Cahyadi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v12i2.5607

Abstract

Radio employees have greater demands and consequences, such as needing to learn technology and create exciting and exclusive shows, thus causing increased work to improve the quality of work. Work stress among radio employees arises due to work overload. This research aims to examine the relationship between workload and work stress among Radio X employees in Madiun. The method used in this research uses a quantitative approach to test the hypothesis. The measuring tools used are the work stress and workload scales to obtain research data. The sampling technique used in this research was total sampling, this was because the number of research subjects was only 80 people. Based on the hypothesis test (Ha) results, the significance value obtained is 0.000, which indicates a significant relationship. Meanwhile, the correlation coefficient value in this study was 0.781, which shows that the correlation between workload and work stress for Radio X employees in Madiun is very strong. This means that as the employee's workload increases, the level of work stress also increases; conversely if the workload decreases, the work stress experienced by the employee will also decrease. One of the main factors that contributes to high levels of work stress is workload that exceeds individual capacity. It is characterized by long hours, unrealistic performance targets, and limited resources required to complete tasks.