Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Tropis pada Gedung Sekolah RA Al-Ikram di Medan Sunggal Lubis, Nifana Riza R.; Saraswaty, Rina
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.14611

Abstract

Indonesia has a tropical climate, Indonesia also has high rainfall, high humidity and is exposed to intensive sunlight. Indonesia faces unique challenges in creating buildings that are not only aesthetic, but also functional and comfortable for its occupants, so tropical architecture plays an important role in reducing heat accumulation and optimizing indoor air ventilation. Tropical Architecture is a design that focuses on and adapts to tropical climate conditions, such as in Indonesia. Therefore, tropical architecture in Indonesia needs to be considered, one of which is in the city of Medan, North Sumatra province, Indonesia. This study was conducted with the aim of analyzing the application of tropical architecture to the Ra Al - Ikram school building. This building is located in the Medan Sunggal sub-district using several applications of tropical architecture as a solution to problems in tropical climates today. where in the design of the Ra Al - Ikram school building, it aims to analyze the application of tropical architecture in Medan Sunggal by covering the principles of Tropical Architecture
Penerapan Prinsip Le Corbusier pada Convention and Exhibtion Silaban, Lisna Sonia; Saraswaty, Rina
Venustas Vol 2 No 1 (2022): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.561 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v2i1.259

Abstract

Kota Medan merupakan pusat pembangunan yang penting dalam hal pembangunan di Indonesia. Kota Medan saat ini banyak melakukan kegiatan budaya baik lokal, nasional maupun internasional. Gelar dimulai dengan mempelajari dasar-dasar dan pemahaman tentang kegiatan konvensi dan pameran, standar yang terkait dengan penataan ruang di gedung-gedung pusat konvensi dan pameran, studi banding berbagai gedung konvensi dan pusat pameran di Indonesia, dan studi banding literatur ruang konferensi yang berbeda. Ada juga evaluasi lokasi gedung konvensi dan pameran yang akan berlokasi di Kota Medan. Untuk pembahasan konsep desain menggunakan desain Le Corbusier. Lokasi yang digunakan merupakan hasil pemilihan beberapa alternatif lokasi di Kota Medan yang sesuai dengan kebutuhan ruang pada kawasan di Jalan T. Amir Hamzah. Selain itu, menyangkut massa dan luas bangunan, penampilan bangunan, konstruksi dan peralatan yang digunakan dalam desain "ruang konferensi dan pameran". Konsep desain ditekankan dengan penerapan prinsip Le Corbusier, konsep desain bangunan yang berdiri di tengah lingkungan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, baik dari waktu konstruksi maupun dari waktu pemeliharaan gedung. Gedung konvensi dan pameran menampilkan dirinya dalam bentuk modern dengan bahan prefabrikasi yang mencerminkan zaman modern. Dalam hal dinding penahan beban diganti dengan kisi-kisi kolom beton bertulang dengan beban pada fasad bangunan, identitas prinsip Le Corbusier yang dimasukkan ke dalam konsep modernisme harus dipertahankan. Untuk bahan bangunan yang akan diterapkan yaitu material yang memiliki sifat fleksibel dan efisien. Secara struktural disadari bahwa dinding penahan tanah digantikan oleh kisi-kisi kolom beton bertulang dengan beban dan penopang atap pada konstruksi space frame dan konstruksi atap lipat.
Penerapan Arsitektur Metafora Pada Concert Hall Di Medan Cahyani, Mita Amalia; Barky, Neneng Yulia; Saraswaty, Rina
Venustas Vol 2 No 1 (2022): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.254 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v2i1.260

Abstract

Musik adalah sebuah karya seni suara berupa lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pencipta melalui unsur-unsur musik. Musik sangat populer dan dinikmati oleh kalangan muda maupun dewasa yang memiliki selera musik yang sangat bagus. Semua musik yang berkembang di Nusantara ini yang menonjolkan atau mencerminkan ciri khas Indonesia, dari segi bahasa dan gaya melodinya, disebut musik Nusantara atau musik Indonesia. Musik tradisional, musik keroncong, musik dangdut, musik elegan, musik gambus, music perjuangan dan musik pop telah menjadi musik Indonesia. Sebuah provinsi yang sangat beragam etnis dengan budaya yang menarik dapat ditemukan di pulau Sumatera, khususnya di kota Medan, di mana kita dapat melihat munculnya banyak genre musik dan tarian dalam seni pertunjukan. Musik kontemporer, musik tradisional, tari modern, dan tari tradisional sering diikut sertakan dalam pertunjukan seni pertunjukan di Medan. Apresiasi seni pertunjukan oleh masyarakat Medan dan kota-kota Indonesia lainnya mulai tumbuh sekitar periode ini. Penggunaan tema arsitektur metafora karena tema tersebut sesuai dengan desain bangunan sehingga pengguna dapat memberikan persepsi tersendiri tentang nilai kesederhanaan dan kejujuran. Adapun tujuan dari perancangan Concet Hall ini , menyediakan tempat bagi musisi Medan untuk menggelar konser dengan skala besar. Memberikan fasilitas bagi penududk kota agar dapat mengikuti acara musik berskala besar.
KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR DI JALAN BRIGJEN KATAMSO MEDAN Saraswaty, Rina
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i1.7438

Abstract

ABSTRAKMedan merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Tingginya kepadatan lalu lintas menimbulkan banyak permasalahan, baik dari segi ekonomi, sosial dan keamanan serta kenyamanan. Permasalahan tersebut muncul akibat dari kebijakan-kebijakan pemerintah didalam  membuat peraturan sistem transportasi dan sistem lalu lintas dalam tata ruang perkotaan. Karena didalam membuat kebijakan tata ruang suatu perkotaan seharusnya mengikutsertakan seluruh pihak yang terkait, baik pihak swasta, masyarakat dan pemerintah. Disamping itu dapat juga bersumber dari perilaku manusia itu sendiri yang kurang disiplin didalam mematuhi peraturan yang ada. Secara umum, trotoar di kota Medan sebagai jalur transportasi pejalan kaki telah bergeser fungsinya menjadi fungsi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana trotoar yang berfungsi sebagai jalur transportasi pejalan kaki  telah beralih fungsi menjadi fungsi lain. Metode yang digunakan  dalam pengumpulan data melalui kuesioner terhadap responden penelitian yaitu pejalan kaki. Daerah penelitian yang diambil adalah sepanjang jalur pedestrian Jalan Brigjend Katamso  dimulai dari simpang Jalan Pandu “ Jalan Letjen Soeprapto (simpang Waspada) hingga simpang Jalan AH. Nasution (simpang Titi Kuning) Medan. Luaran penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan publik khususnya jalur transportasi pejalan kaki dan artikel ilmiah pada Jurnal Lokal ber-ISSN. Kata Kunci : Lalu Lintas, Jalur Transportasi, Pejalan KakiABSTRACT Medan is one of the big cities in Indonesia that has a high traffic density. The high traffic density poses many problems, both in terms of economic, social and security as well as convenience. These problems arise as a result of policies. Because in making a spatial policy a place that should include all relevant parties, both private parties, communities and governments. Besides, it can also be derived from human behaviour itself is less discipline in the existing regulations. In general, sidewalks in the city of Medan as a pedestrian transport path have shifted their function into other functions.The purpose of this research to find out which sidewalks serve as pedestrian transport routes that have become other functions. The method used in completion of data through questionnaires to the research respondents ie pedestrians. The research area is taken along the pedestrian path of Jalan Brigjen Katamso starting from the intersection of Jalan Pandu - Jalan Letjen Soeprapto (intersection Waspada) to intersection of Jalan AH. Nasution (intersection of Titi Kuning) Medan. The output of this research is expected to be an input for the government in terms of honesty public specialist in pedestrian transportation and scientific articles in ISSN Local Journal.Keywords: Pedestrian Transport Routes, Safety and Comfort,Traffic
PERUBAHAN BANGUNAN TRADISIONAL KARO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR (Studi Kasus : Rumah Tinggal Masyarakat Karo di Desa Doulu, Berastagi, Kabupaten Tanah Karo) Saraswaty, Rina; ., Suprayitno
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8257

Abstract

Rumah tradisional Karo merupakan salah satu kebudayaan peninggalan nenek moyang suatu masyarakat dari masa lalu,  dikenal dengan nama Siwaluh Jabu. Dinamakan Siwaluh Jabu karena rumah tersebut dihuni oleh delapan kepala keluarga. Rumah inilah yang menjadi suatu bukti bagi kita bahwa keterbatasan pengetahuan bukanlah suatu hambatan untuk melakukan sesuatu. Namun pada perkembangannya saat ini, rumah tinggal masyarakat tradisional Karo telah mengalami banyak perubahan, baik dalam bentuk, ruang maupun penggunaan ornamen dan bahan bangunan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan bentuk dan ukuran bangunan rumah tinggal masyarakat Karo tersebut adalah adanya perubahan pola ruang.  Walaupun penelitian tentang rumah tradisional Karo ini telah banyak dilakukan, namum penelitian tentang rumah tradisional Karo dengan perubahan pola ruang sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan bentuk dan ukuran bangunan sejauh ini belum pernah dilakukan. Lokasi penelitian di Desa Doulu, Berastagi, Kabupaten Tanah Karo. Penelitian ini  bertujuan untuk mengkaji faktor yang penelitian tentang perubahan dengan metode pendekatan arsitektur vernakular melalui pengamatan dan observasi langsung  terhadap obyek penelitian. Adapun urgensi penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan pedoman pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pola pemukiman masyarakat Karo. Luaran penelitian berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal lokal berISSN, dan garis besar materi pembelajaran pada pendidikan Arsitektur, khususnya mata kuliah Teori Arsitektur I Perkembangan Arsitektur II dan Arsitektur Nusantara. Kata Kunci :  arsitektur  vernacular, masyarakat karo, perubahan pola ruang, rumah tinggal tradisional,  ABSTRACT Karo traditional house is one of the ancestral heritage culture of a society from the past, known by the name of Siwaluh Jabu. Named Siwaluh Jabu because the house is inhabited by eight families. It is this house that proves to us that the limitation of knowledge is not an obstacle to doing something. But in its current development, the homes of Karo traditional society have undergone many changes, both in the form, space and the use of ornaments and building materials. One of the factors influencing the change of shape and size of residential building of Karo people is the change of spatial pattern. Although research on Karo traditional house has been done a lot, but the research on Karo traditional house with the change of spatial pattern as one of the factors causing the change of shape and the size of the building so far has never been done.Research location in Doulu Village, Berastagi, Tanah Karo District. This study aims to examine the factors that research on changes with the approach method of vernacular architecture through observation and direct observation of the object of research. The urgency of this research is expected to become information and guidance on subsequent research relating to the pattern of settlement Karo society. The research output is in the form of scientific articles published in local journal™s ISSN, and outline of learning materials on the education of Architecture, especially the subjects of Teori Arsitektur I , Perkembangan Asitektur II and Arsitektur Nusantara Keywords: change of room pattern, karo society, traditional residence, vernacular architecture
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Bangunan Resort di Kawasan Pantai Sirombu, Nias Barat Gulo, Wiyu Fren; Rina, Rina Saraswaty
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April (IN Press)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.14734

Abstract

West Nias is a district located in the province of North Sumatra. Tourism in West Nias has good prospects and can still be developed optimally. Diverse tourist attractions are one of the potentials in the tourism sector in West Nias so classified as excellent in generating foreign exchange for the country. The stunning beauty of the islands The islands and beaches in West Nias are one of the attractions for tourists in exploring more about West Nias. This results in an increase in para tourist visitors from day to day. Of course, this is a significant increase in tourists gives rise to various problems. Problems in the West Nias Regency area one of which is the lack of accommodation for tourists. The design of this resort aims to support residential accommodation for tourists, as an internal effort improving the quality of tourism in the Sirombu beach area of West Nias by utilizing its natural potential. The design of the Tourist Center in the Sirombu coast area of West Nias is based on in the neo-vernacular approach, a construction concept consisting of modern elements and trying to adapt to the environment. The concept combines key aspects of form, usability and technology and integrated with the current environment.