Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PKM Pelaku Usaha Pengolahan Kopi Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Dinihayati, Erti
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.595 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12340

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Warnasari yang berdasarkan observasi tersebut mempunyai potensi di sektor perkebunan kopi. Mitra pelaku usaha pengolahan kopi menghasilkan biji kopi (cery) yang diolah secara basah. Permasalahan yang ditemukan terbatasnya jumlah peralatan dalam proses produksi (mesin pengolah kopi), jenis produk terbatas, pengolahan sampai dengan biji kopi (cery), terbatasnya skill pegawai dalam pemanfaatan dan penggunaan peralatan proses produksi, tidak memiliki dan tidak memahami penyusunan laporan keuangan, serta keterbatasan memasarkan produk kopi (konsumen langsung). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha (wirausaha) khususnya di Desa Warnasari dengan berbagai permasalahan di atas. Metode dalam PKM ini terbagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu tahap awal melalui observasi serta wawancara langsung. Tahap kedua yaitu Pelaksanaan, melalui pelatihan sesuai kebutuhan. Tahap terakhir, melalui coaching yang menunjukkan hasil dari pelatihan. Hasil dan pembahasan memperoleh bantuan peralatan, mitra sudah mulai mencoba usaha tambahan ke pengolahan kopi bubuk, serta pengembangan produk (teh kopi). Saran sebaiknya sering mengikuti kegiatan pelatihan agar diketahui kemampuan atau kemauan pegawai. Mitra sebaiknya mempunyai pegawai khusus yang menangani keuangan, memasarkan produk ke daerah luar kota dengan sistem online dan offline.
THE IMPACT OF ORGANIZATION DESIGN ON WORK PERFOMANCE OF COOPERATIVE DEPARTMENT, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES BUSINESS OF TRADE IN BANDUNG CITY Imas Sumiati; Yayan Mulyana; Tine Ratna Poerwantika
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 2 No. 1 Maret 2018
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.967 KB) | DOI: 10.30595/jssh.v2i1.2156

Abstract

Based on the result of research in the Cooperative Office, Micro, Small and Medium Enterprises Bandung and the Department of Trade and Industry Bandung, there is work performance that has not been maximized, it can be seen from the indicators: the quantity of work, job knowledge and personal quality. This is due to: the complexity and formalization that have not been optimize. This research used combination research method by using Sequential Model that is with data and quantitative data analysis in first stage and with qualitative data in second stage. Technique collective data consist of literature study, field study (participant and non-participant observation, in-depth interviews with two heads of service, questionnaires distributed to 28 persons, Division Head and Section Head of both Focus Group Discussion), research design, data and data sources, key informant and informant, and documentation studies. The result of this research is quantitative result of 68.9% result of organizational design on work performance in Cooperation Department, Micro, Small and Medium Enterprises, Trade and Industry Office of Bandung City that have a high enough influence. The result of qualitative research is micro business that became a municipality affair then small enterprises are provincial affairs, and medium enterprises are the affairs of central government. This showed that there are still overlapping in work specialization and the authority that has not optimize yet from central to region, thus it needs a new concept or research findings that will certainly enrich organizational theory and study related to organizational structure and public institutional related to work performance. Keywords: Organizational Structure, Work Performance, New SOTK.
Entrepreneurial Spirit of Domestic Business Actor Digital Marketing for MSMEs in Bandung City Heri Erlangga; Yanti Purwanti; Yayan Mulyana
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 2, July-December 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v8i2.30406

Abstract

In the process of its development, MSMEs face various obstacles both in terms of human resources, finance, and markets. However, although MSMEs have many obstacles in developing them, the spirit of business actors is one of the keys to success in trying to make MSMEs continue to advance and be able to compete with other similar businesses. The method used in this research is qualitative. This method is based on a holistic and complete appreciation of human behavior. In this regard, entrepreneurship is a behavioral symptom. All activities that take place are researched as they are (natural setting) and explored through a deep appreciation method (verstehen) and look for what values are inherent in the entrepreneurial spirit armed with the experience and knowledge possessed. The targeted outputs are international journals indexed by Scopus, Sinta, International Proceedings and Monograph Books from research results. TKT (Technology Readiness Level) is already in stage 3, namely the proof-of-concept of functions and characteristics already analytically and experimentally, namely the Research Design and Methodology has been prepared, the design methodology used to answer research questions has also been prepared, the design determination sampling, and data collection needs as well as data collection techniques have been prepared, the adequacy and completeness of the data has been determined. The technical evaluation and prediction of results have been carried out, scenarios and alternatives for completeness of data have been prepared and R&D designs have been made.
PKM Pelaku Usaha Pengolahan Kopi Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Yayan Mulyana; Abdul Rosid; Erti Dinihayati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12340

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Warnasari yang berdasarkan observasi tersebut mempunyai potensi di sektor perkebunan kopi. Mitra pelaku usaha pengolahan kopi menghasilkan biji kopi (cery) yang diolah secara basah. Permasalahan yang ditemukan terbatasnya jumlah peralatan dalam proses produksi (mesin pengolah kopi), jenis produk terbatas, pengolahan sampai dengan biji kopi (cery), terbatasnya skill pegawai dalam pemanfaatan dan penggunaan peralatan proses produksi, tidak memiliki dan tidak memahami penyusunan laporan keuangan, serta keterbatasan memasarkan produk kopi (konsumen langsung). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha (wirausaha) khususnya di Desa Warnasari dengan berbagai permasalahan di atas. Metode dalam PKM ini terbagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu tahap awal melalui observasi serta wawancara langsung. Tahap kedua yaitu Pelaksanaan, melalui pelatihan sesuai kebutuhan. Tahap terakhir, melalui coaching yang menunjukkan hasil dari pelatihan. Hasil dan pembahasan memperoleh bantuan peralatan, mitra sudah mulai mencoba usaha tambahan ke pengolahan kopi bubuk, serta pengembangan produk (teh kopi). Saran sebaiknya sering mengikuti kegiatan pelatihan agar diketahui kemampuan atau kemauan pegawai. Mitra sebaiknya mempunyai pegawai khusus yang menangani keuangan, memasarkan produk ke daerah luar kota dengan sistem online dan offline.
CAPACITY BUILDING OF STATE ELEMENTARY SCHOOL 206 TEACHER GROUPS IN IMPLEMENTING THE BANDUNG MASAGI PILAR LOVE FOR THE ENVIRONMENT PROGRAM IN THE CITY OF BANDUNG Imas Sumiati; Hari Busthomi Ariffin; Yayan Mulyana
Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Vol 3 No 2 (2021): Volume 03 Number 02 December 2021
Publisher : LPM Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pics-j.v3i2.4965

Abstract

The existence of partners who will be selected by the implementing team are teachers who teach at STATE ELEMENTARY SCHOOL (SDN) 206 Putraco Indah Bandung. Partners were chosen because they have not fully implemented the Bandung city government program, namely "Bandung Masagi Pillar of Love for the Environment" as an effort to reforest and organize the environment in every school in the city. The problem faced by partners is that there are no funds to carry out the program and the environmental arrangement is not yet complete, especially the back of the school, then teachers have difficulty finding methods to educate students because almost 75% of the students are Children with Special Needs to thoroughly instill knowledge about Environmental Education ( PLH). The students not only memorize theories, but also implement their knowledge in daily behavior and self character. So that the solution that will be carried out is by providing guidance on making preparation plans for environmental thematic learning then school greening practices which include improving hygiene facilities such as toilets, sinks, and empowering teacher-students in maintaining gardens, composters and waste banks as well as environmental stewardship that is representative. The training providers are a combination of experts from BPLH and PGSD UNPAS. The activities that will be carried out are providing training in making environmental thematic lesson plans, then carrying out school greening and cleaning school facilities. The results of monitoring can be scientific publications in ISSN journals/Proceedings and publications in print/online/repocitory mass media. From this assistance, it is hoped that the teacher's ability to develop PLH RPP for elementary school students will increase so that it is more attractive and becomes good behavior for aspects of environmental protection. In addition, teachers are expected to be able to make modules for learning PLH that are interesting and increase the attractiveness of the environment to students' daily lives. In addition to these two elementary schools, they also have problems with environmental hygiene and sanitation facilities that do not meet health standards. This PKM will provide solutions by improving cleaning facilities such as toilets, sinks, improving the environment, and empowering teachers and students in maintaining gardens, composters and waste banks. The activity of making lesson plans (RPP) for Elementary School (SD) teachers must be thematic. So that the arrangement of the school environment can create a beautiful, cool, clean, healthy atmosphere and can support the process of implementing KBM. A conducive school environment is needed in producing a comfortable learning process. A conducive school environment will contribute to the realization of a quality lifestyle which is currently very much needed in increasing educational productivity.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KREDIT USAHA RAKYAT PADA UMKM DI KABUPATEN BANDUNG Yayan M Mulyana; Abdul Rosid; Nurhayati Nurhayati
Business Preneur: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 2 No 2 (2020): Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/bp.v2i2.3504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kredit usaha rakyat untuk meningkatkan kinerja umkm di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan kinerja UMKM yang rendah ,terlihat dari Kemampuan (knowledge + skill). pengetahuan dan pemahaman para pemilik usaha dalam mendapatkan informasi program KUR. , karena minimnya komunikasi sosialisasi pihak pemerintah melalui perbankan. Selanjutnya rendahnya motivasi pelaku UMKM/karyawan dikaitkan dengan program KUR Mikro dapat membebani pengeluaran usaha. Permasalahan tersebut disebabkan oleh implementasi kebijakan KUR belum optimal, dalam hal komunikasi serta struktur birokrasi dalam pengurusan/adminstrasi yang sulit dan berat. Metode penelitian menggunakan kualitatif-deskriftif. Berdasarkan analisis kualitatif mendapatkan hasil bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro sudah cukup siap untuk diimplementasikan, walaupun masih terdapat aspek-aspek yang belum layak yakni masih rendahnya komunikasi dan struktur birokrasi, untuk itu diperlukan peningkatan komunikasi yang efektif dan struktur birokrasi yang sederhana, sehingga cukup untuk menangani penyebab masalah yang terjadi dalam implementasi kebijakan KUR sehingga kinerja UMKM meningkat. Luaran yang ditargetkan bahwa empat aspek mulai komunikasi, sumberdaya, disposisi/sikap pelaksana, serta struktur birokrasi (mekanismen kerja) program KUR dapat tercapai, sehingga berdampak terhadap peningkatan kinerja UMKM.
Pemberdayaan Pengelolaan Keuangan Dalam Meningkatkan Kemampuan Manajerial Bagi Pelaku Usaha Di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Nurhayati Nurhayati; Yayan Mulyana; Heri Erlangga
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v2i2.2067

Abstract

Di  Desa Warnasari terdapat 3 dusun yang mana masing-masing dusun mempunyai unggulan masing-masing . Dusun 1 mempunyai pengelolaan sampah, Taman Bacaan dan kopi, Dusun 2 unggulannya adalah makanan ringan dan peternakan sedangkan dusun 3 yaitu petani, wisata, peternakan dan anyaman. Di setiap dusun pelaku usahanya tidak banyak hanya beberapa saja yang sudah start up yaitu usaha pengolahan susu dan kerupuk kentang karena  sudah ada koperasi yang menampung hasil produksinya, sedangkan wisatanya berupa arung jeram situ Cileunca yang dikelola oleh Karang Taruna setempat.Metodologi pelaksanaan dalam pengabdian pada masyarakat ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahap yaitu tahap awal yaitu Observasi dan wawancara langsung dengan mitra. Tahap pelaksanaan berupa: Pelatihan pembukuan keuangan sederhana yang dapat diaplikasikan oleh pelaku usaha.  Tahap yang terakhir adalah tahap monitoring. Dengan melakukan metode coaching, dimana pemilik UMKM menunjukkan hasil pencatatan keuangannya dengan menceritakan hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam melakukan proses pencatatan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada pelaku usaha Di Desa Warnasari mendapat respon yang positif. Pelaku usaha mendapatkan wawasan baru, mengetahui dan termotivasi dalam menjalankan usahanya baik melalui pembukuan / pencatatan keuangan sederhana yang mudah diaplikasikan serta memupuk motivasi kewirausahaan.Pembelajaran yang dapat diambil adalah dalam pengelolaan perusahaan, membutuhkan sistem yang terintegrasi yang saling terkait satu dengan yang lainnya.Artinya, dalam menjalankan usaha dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pemilik usaha agar perusahaan untuk menjalankan sistem tersebut.Pembukuan keuangan sederhana tidak akan berjalan secara optimal tanpa adanya komitmen dari pelaku usaha untuk menjalankan sistem keuangan tersebut.Saran nya adalah sebaiknya pelaku usaha meningkatkan kreativitas dan inovasi dengan memperluas jaringan usaha agar semakin meningkatkan penjualan dan pendapatan
Transformasi Semangat Kewirausahaan Dalam Mengembangkan Wisata Berkuda di Desa Legok Jawa Kabupaten Pangandaran Heri Erlangga; Yayan Mulyana; Dini Amanah Tayusani; Dika Priliana
Jurnal Ekonomi Efektif Vol 5, No 2 (2023): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v5i2.27570

Abstract

Tujuan penelitian yang dapat dijadikan sebagai arah penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna transformasi jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan wisata berkuda di desa Legok Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode ini didasarkan pada penghayatan perilaku manusia secara holistik dan utuh. Dari hasil analisis lingkungan strategis dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang berasal dari lingkungan internal organisasi serta peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal organisasi. Peluang dan kekuatan merupakan faktor pendukung sedangkan ancaman dan kelemahan merupakan faktor penghambat pengembangan pariwisata.
Peningkatan Kapasitas Aktivitas Pemasaran Digital Usaha Kecil Online Ayam Sijagur dan Gow Juice di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung: Digital Marketing Abdul Rosid; Andry Mochamad Ramdan; Yayan Mulyana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.961 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3651

Abstract

Abstract Bandung, the capital city of the province of West Java, is very much known for the development of the creative economy (Ekraf), especially in the culinary industry. Many of the culinary products that came originally from Bandung are very well known in Indonesia, or even for some are known worldwide. Therefore, the city of Bandung is known as one of the centers of Indonesian culinary trends. With the online platform and the Covid-19 pandemic, many culinary entrepreneurs have finally adopted the concept of online food delivery with minimal capital and facilities. The activists of the online culinary industry are trying to survive through the rigors of market battles in the city of Bandung. Most of the problems that occured are the lack of information technology infrastructure facilities and the lack of understanding of online marketing strategies in order to maximize the business potential of online culinary entrepreneurs. The method of implementing activities is carried out through the provision of digital marketing technical guidance, mentoring and business facilitation. The results of the implementation show that there are significant changes after being given training, guidance and assistance regarding digital marketing, as well as facilitating the provision of Devices provided by the Team to Partners. Keywords: Capacity; Improvement; SME; Small Business. Abstrak Kota Bandung, Ibukota provinsi Jawa Barat ini sangat dikenal dengan perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) terutama di industri kuliner. Begitu banyak produk kuliner asal Kota Bandung yang dikenal di Indonesia atau bahkan beberapa ada yang dikenal mendunia. Oleh sebab itu Kota Bandung dikenal sebagai salah satu pusat trend kuliner Indonesia. Dengan adanya platform online serta adanya pandemic covid-19 tidak sedikit pada akhirnya pengusaha kuliner yang mengusung konsep online food delivery dengan modal dan fasilitas yang minim seadanya. Para pegiat industri kuliner online mencoba bertahan mengarungi kerasnya pertarungan market di Kota Bandung. Permasalahan yang terjadi kebanyakan adalah minimnya fasilitas infrastuktur teknologi informasi dan kurangnya pemahaman strategi pemasaran online agar bisa memaksimalkan potensi bisnis para pengusaha kuliner online. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemberian bimbingan teknis pemasaran digital, pendampingan dan fasilitasi usaha. Hasil pelaksanaan menunjukkan terdapat perubahan signifikan setelah diberikan pelatihan, bimbingan dan pendampingan mengenai pemasaran digital, serta fasilitasi pemberian device yang diberikan tim kepada mitra, nantinya diharapkan jika bisnis skala kecil berhasil terdigitalisasi maka akan terjadi akselerasi percepatan skala usaha bisnis kuliner online. Kata Kunci: Kapasitas; Peningkatan; UKM; Usaha Kecil.
STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA MASA PANDEMI DI MOIKAFOOD CIMAHI Nurhayati Nurhayati; Abdul Rosid; Yayan Mulyana; Restia Suci Nur Rahmani; Reja Agung Diana
Business Preneur: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 adalah wabah virus global yang berdampak sangat signifikan pada melemahnya pertumbuhan ekonomi, khusunya pada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Namun di tengah masa pandemi, banyak para pelaku UMKM yang berusaha untuk bertahan ditengah krisis ekonomi yang terjadi pada masa pandemi ini. Moika Food merupakan salah satu UMKM yang masih bertahan ditengah turunnya daya beli masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19. Kegiatan usaha UMKM MoikaFood mengalami penurunan pada aspek keuangan dan belum tersedianya laporan keuangan secara terpisah karena keterbatasan pengetahuan dari pemilik usaha atau bagian administrasi sehingga pendapatan atau hasil penjualan menjadi menyatu dengan operasional rumah tangga. Dalam penelitian ini merupakan sebuah jenis penelitian dengan menggunakan Metode Survei (Field Study) yang mana peneliti melakukan pengamatan langsung untuk mendapatkan informasi secara akurat dengan berdasarkan kepada informasi serta data yang ada dalam sampel melakukan wawancara sesuai dengan pedoman wawancara kepada pemilik usaha. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa Moika Food tetap berusaha untuk membuat perencanaan dana dengan mengalokasikan modalnya untuk kebutuhan operasional usaha, meskipun Pelaku usaha belum bisa memisahakan antara keuntungan pribadi maupun keuntungan usaha karena keterbatasan modal dan keuntungan yang dihasilkan.