Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Abdul Rosid, Abdul Rosid; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.5023

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang pertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalam menerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baik aktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dari Porter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudah dilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventory control/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian, percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin & pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputi pergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, proses pemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan dengan channel/saluran,  harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunder yang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai), pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembangan teknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, serta manajemen mutu. Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia (Edisi Spesial)
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.4905

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia,terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidangpertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalammenerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baikaktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikanstruktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan tekniktriangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dariPorter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasilpenelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudahdilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventorycontrol/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian,percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin &pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputipergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, prosespemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan denganchannel/saluran, harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunderyang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai),pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembanganteknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, sertamanajemen mutu.Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
Analisis Rantai Nilai Produk Bunga Potong & Hias di Kabupaten Bandung Barat Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v15i2.5422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dari Porter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudah dilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventory control/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian, percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin & pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputi pergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, proses pemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan dengan channel/saluran,  harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunder yang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai), pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembangan teknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, serta manajemen mutu.