Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Aktivitas Pemasaran Digital Usaha Kecil Online Ayam Sijagur dan Gow Juice di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung: Digital Marketing Abdul Rosid; Andry Mochamad Ramdan; Yayan Mulyana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3651

Abstract

Abstract Bandung, the capital city of the province of West Java, is very much known for the development of the creative economy (Ekraf), especially in the culinary industry. Many of the culinary products that came originally from Bandung are very well known in Indonesia, or even for some are known worldwide. Therefore, the city of Bandung is known as one of the centers of Indonesian culinary trends. With the online platform and the Covid-19 pandemic, many culinary entrepreneurs have finally adopted the concept of online food delivery with minimal capital and facilities. The activists of the online culinary industry are trying to survive through the rigors of market battles in the city of Bandung. Most of the problems that occured are the lack of information technology infrastructure facilities and the lack of understanding of online marketing strategies in order to maximize the business potential of online culinary entrepreneurs. The method of implementing activities is carried out through the provision of digital marketing technical guidance, mentoring and business facilitation. The results of the implementation show that there are significant changes after being given training, guidance and assistance regarding digital marketing, as well as facilitating the provision of Devices provided by the Team to Partners. Keywords: Capacity; Improvement; SME; Small Business. Abstrak Kota Bandung, Ibukota provinsi Jawa Barat ini sangat dikenal dengan perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) terutama di industri kuliner. Begitu banyak produk kuliner asal Kota Bandung yang dikenal di Indonesia atau bahkan beberapa ada yang dikenal mendunia. Oleh sebab itu Kota Bandung dikenal sebagai salah satu pusat trend kuliner Indonesia. Dengan adanya platform online serta adanya pandemic covid-19 tidak sedikit pada akhirnya pengusaha kuliner yang mengusung konsep online food delivery dengan modal dan fasilitas yang minim seadanya. Para pegiat industri kuliner online mencoba bertahan mengarungi kerasnya pertarungan market di Kota Bandung. Permasalahan yang terjadi kebanyakan adalah minimnya fasilitas infrastuktur teknologi informasi dan kurangnya pemahaman strategi pemasaran online agar bisa memaksimalkan potensi bisnis para pengusaha kuliner online. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemberian bimbingan teknis pemasaran digital, pendampingan dan fasilitasi usaha. Hasil pelaksanaan menunjukkan terdapat perubahan signifikan setelah diberikan pelatihan, bimbingan dan pendampingan mengenai pemasaran digital, serta fasilitasi pemberian device yang diberikan tim kepada mitra, nantinya diharapkan jika bisnis skala kecil berhasil terdigitalisasi maka akan terjadi akselerasi percepatan skala usaha bisnis kuliner online. Kata Kunci: Kapasitas; Peningkatan; UKM; Usaha Kecil.
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA ALAS KAKI MELALUI PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS DI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rosid, Abdul; Mulyana, Yayan
Business Preneur: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/bp.v5i2.9617

Abstract

CV Dian Nur Purnama is a family-owned company as well as one of the leading SMEs in Parongpong District, West Bandung Regency, which is engaged in the trading and manufacturing industry of Sirmione branded footwear products. There are several problems faced by CV Dian Nur Purnama in developing its business as follows: the foresight in increasing strong determination of raw material quality is still using synthesis rather than leather and the quantity of production is still lacking due to constraints on limited raw materials then providing motivation and increasing HR creativity (limited availability of labor in certain skills when requiring more workers when there are large orders). The Business Model Canvas which changes a certain method in identifying a more detail type of business that is being or will be undertaken, consists of nine key elements that are integrated with one another, and includes strategic analysis internally and externally for a business unit. Nine key elements, namely: (1). Customer Segment, (2). Value Proposition, (3). Channels, (4) Customer Relations, (5). Income Stream, (6). Primary Resources, (7). Main Activity, (8). Partnership Relations, (9). Cost Structure. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The analytical process of data analysis before being in the field, and data analysis in the field includes: data reduction, data presentation, and verification. The results obtained show that most of CV Dian Nur Purnama has strengths in customer segments, value proposition, channels, customer relationships, main resources, main activities, partnership relationships, and cost structure. A small number of competitors are a threat to the sustainability of CV Dian Purnama. Companies have weaknesses in obtaining sources of license revenue, advertising, or when problems occur within the organization. The company continues to maintain or further improve its strengths, minimizes weaknesses, the company must maximize the company's sources of income, as well as inevitable threat which is making competitors become partners. Keywords: Business development, Business Model Canvas
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Abdul Rosid, Abdul Rosid; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.5023

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang pertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalam menerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baik aktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dari Porter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudah dilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventory control/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian, percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin & pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputi pergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, proses pemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan dengan channel/saluran,  harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunder yang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai), pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembangan teknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, serta manajemen mutu. Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia (Edisi Spesial)
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.4905

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia,terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidangpertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalammenerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baikaktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikanstruktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan tekniktriangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dariPorter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasilpenelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudahdilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventorycontrol/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian,percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin &pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputipergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, prosespemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan denganchannel/saluran, harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunderyang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai),pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembanganteknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, sertamanajemen mutu.Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
Strategi Pemasaran Bunga Potong Di NMM Florist Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat (Studi Kasus) Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Pardomuan, Ferdian; Luthfiyyah, Melsa Nawal
Business Preneur: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 September 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/bp.v7i2.30545

Abstract

This research aims to analyze and describe the marketing strategy of cut flowers at NMM Florist in Parongpong District, West Bandung Regency. The research method used is qualitative-descriptive. Data collection techniques used are observation, interviews, questionnaires, documentation, and literature study. Data analysis techniques use triangulation with the Miles and Huberman model and SWOT analysis. The problems identified include the lack of marketing strategies implemented by the business, such as no product improvement, standard product assembly processes, limited advertising through WhatsApp Business, and inadequate use of Instagram for promotion. The research results show that the marketing strategy analysis involves interrelated elements such as market selection, product, price, distribution, and promotion. The SWOT analysis highlights strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Based on the analysis, recommended strategies for NMM Florist include : Maintaining product quality and price, Forming mutually beneficial partnerships to expand marketing areas, Utilizing technology for promotions, Improving packaging design, Increasing production before the rainy season, Innovating flower arrangements, Expanding marketing areas and promotions to attract customers. Business owners need to understand how to implement SWOT analysis to improve marketing strategies. Keywords : Strategy, Marketing, Cut Flowers
Analisis Rantai Nilai Produk Bunga Potong & Hias di Kabupaten Bandung Barat Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v15i2.5422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dari Porter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudah dilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventory control/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian, percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin & pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputi pergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, proses pemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan dengan channel/saluran,  harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunder yang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai), pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembangan teknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, serta manajemen mutu.
Developing a Strategic Framework for Mapping Sustainable Business Opportunities in Islamic Higher Education Institutions under the Badan Layanan Umum (BLU) Scheme Yayan Mulyana
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a strategic, ethical, and sustainability-oriented conceptual framework for identifying and evaluating sustainable business opportunities within Indonesian Islamic Higher Education Institutions operating under the Public Service Agency (PTKI BLU) model. Amid rising pressures on higher education institutions to reduce reliance on public funding and enhance revenue diversification, PTKI BLUs face the unique challenge of balancing market responsiveness with strict adherence to Islamic values and broader sustainability imperatives. This research adopts a qualitative conceptual approach inspired by Jabareen’s framework analysis method, integrating extensive literature reviews and secondary data from institutional reports, policy documents, and best practices across PTKI BLUs. The findings result in a multidimensional framework composed of four core dimensions: (1) Internal Resource Audit, (2) External Needs & Market Analysis, (3) Business Model Development with a triple-filter evaluation (BLU Feasibility, Islamic Value Congruence, and Sustainability Impact), and (4) Strategic Prioritization, Implementation, and Monitoring. This framework assists PTKIs in strategically transforming internal assets—academic expertise, physical infrastructure, networks, and Islamic identity—into mission-aligned and financially viable ventures across sectors such as halal industry, Sharia finance, education services, and community-based enterprises. The implications of this study are twofold: it offers a roadmap for PTKIs to enhance their institutional resilience through ethically grounded entrepreneurship, and it contributes to the discourse on Islamic university governance under autonomy models like BLU. The originality of this research lies in its integrated approach, bridging regulatory flexibility, Islamic ethical principles, and sustainability into a unified model—addressing a critical theoretical and practical gap in current higher education and Islamic management scholarship.