Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Critical View on The Existence of Gambus Tunggal Lampung: Promoting Collaborative Working Between Artists and Stakeholders Tejapermana, Prisma; Hidayatullah, Riyan
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 20, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v20i2.25144

Abstract

The Lampung societies have many arts and cultures, one of which is a gambus tunggal. The characteristic of gambus that are played solely and has an original tuning system. A gambus tunggal style produces a melodic tone, accompanied by chanted poems that involve new romantic romance of Lampung, or parents’ advice to their children. This ethnography study aims to comprehend how the gambus tunggal artists maintain the existence in Lampung. The study applies a descriptive method with a qualitative idea. We have interrogated and field studies to gather primary data. A purposive sampling technique was used to interview a gambus tunggal player who existed for decades. The result indicates that a gambus tunggal artist is doing a collaborative struggle to support gambus tunggal and living sources’ survival. They need collaboration to keep the existence of traditional Lampung music. Gambus players have considered using social media as a promotional strategy. The local government’s role has a tremendous impact, for example, providing an opportunity to perform gambus tunggal at various events, festivals, and many competitions. Therefore, the tourism sector is the foundation of Lampung’s traditional music. It establishes policies to serve various performing arts.
Kelas Gitar Akustik Berbasis Pembelajaran Kooperatif Riyan Hidayatullah; Prisma Tejapermana
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2020): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.909 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v4i2.18676

Abstract

This article examines learning acoustic guitar in formal schools employing cooperative learning design. The problem is focused on students’ perceptions of the difficulty of interpreting theory, teacher mastery of music theory, and the learning methods used. This study aims to describe the cooperative learning method implemented in acoustic guitar classes at schools (N = 30). Data were collected through observation, interviews, and documentation to be analyzed qualitatively using an interactive model (Miles et al., 2014). The guitar learning process is carried out in groups by breaking the home group and the expert group. Music material in group interaction is in the form of theory and practice. Based on observations of students’ musical abilities, there is an increase in knowledge of music theory and practice in guitar classes. Students receive the highest score on the aspects of sound accuracy, chord progression to the song, and the time expended learning the song. This study concludes that learning acoustic guitar applying cooperative learning methods is effective in enhancing students’ musical understanding through appreciation and creation. Appreciative attitude turns out as a manifestation of a positive response affective.
STUDI ETNOGRAFI PERILAKU SOSIAL ANAK DI PULAU SEBESI LAMPUNG Kurniasih, Siti; Tejapermana, Prisma
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v1i2.181

Abstract

This study describes the social behavior of childhood at Sebesi Island South Lampung, Lampung Province in 2018. This study used a qualitative research with ethnographic methods. The data were collected through observation, interview, photo documentation, and written documentation. The data were analyzed by Spradley models. The result showed that (1) Social behavior of early childhood at the Sebesi Island is formed in traditions of activities together that followed by early childhood (2) The process of formation of social behavior in early childhood through the direct involvement of children by following the traditions (3) the involvement of the community (socio-cultural) through all citizens participation and communities in providing direct example through traditional activity. The recommendations of this study are a reflection of social behavior in early childhood, especially in society life and multicultural education. Keywords: social behavior, early childhood, ethography
Penggunaan Notasi Balok Pada Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Negeri 01 Blambangan Umpu Tejapermana, Prisma
TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Vol 3, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tacet.v3i1.78293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses penggunaan notasi balok pada kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 01 Blambangan Umpu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori behavioristik, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan penggunaan notasi balok pada ekstrakurikuler paduan suara berlangsung selama 2 bulan yaitu sebanyak 8 kali pertemuan. Diketahui bahwa guru yang mengajar bukan berlatar belakang pendidikan seni khususnya seni musik. Dari beberapa pernyataan yang telah dipaparkan diketahui bahwa penggunaan notasi balok pada ekstrakurikuler paduan suara belum dapat berlangsung dengan baik. Hal ini dilihat dari saat membaca partitur secara bersama-sama anggota ekstrakurikuler paduan suara masih dibantu oleh pelatih ekstrakurikuler paduan suara.  Kata Kunci : Penggunaan, Notasi Balok, Paduan Suara
Pelatihan Gamolan Bagi Guru SMP/MTs-SMA/MA/SMK Se-Kabupaten Pringsewu Hasyimkan; Agung Hero Hernanda; Prisma Tejapermana; Bian Pamungkas
Nuwo Abdimas Vol. 1 No. 1 (2022): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pokok bahasan Musik sebagai bagian dari mata pelajaran seni dan budaya di SMP/M.Ts-SMA/MA/SMK se-Kabupaten Pringsewu selama ini kurang memenuhi tuntutan kurikulum. Pelajaran biasanya sekedar diisi dengan bernyanyi klasikal dilanjutkan individual, kurang menyiratkan unsur-unsur musik yang sedemikian kaya terutama unsur irama dan unsur melodi. Gamolan merupakan salah satu alat musik tradisi yang sangat praktis, sangat memungkinkan guru menggunakan alat musik tersebut sebagai media pembelajaran dan menguntunkan dalam upaya meningkatkan penguasaan siswa dalam hal unsur-unsur irama dan unsur-unsur melodi tersebut. Jika siswa mampu memainkan gamolan lambat laun akan mempunyai rasa puas dan rasa irama yang benar. Kegiatan ini dibatasi pada pelatihan memainkan gamolan dengan dua buah lagu yaitu: tabuh layang kasiwan dan Lagu Gamolan Sakti. Ceramah bervariasi oleh pelaksana untuk menjelaskan manfaat kemampuan bermain gamolan, bagian—bagian gamolan, dan cara bermain gamolan. Demonstrasi oleh pelaksana untuk memberikan contoh memainkan gamolan dengan tabuh layang kasiwan, dan memainkan gamolan dengan Lagu Gamolan Sakti.
Music Performance Pedagogy: Self-Regulation in Contrabass Practice Hidayatullah, Riyan; Tejapermana, Prisma; Nikko Mazlan, Chamil Arkhasa
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v7n2.p184-198

Abstract

This study explores instrumentalist (students) self-regulation in self-learning practices in a counter-bass class by integrating a performance pedagogy perspective. Self-regulation is the ability of individuals to regulate the learning process through planning, monitoring, and evaluating their performance (practice). This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews, direct observation, and analysis of daily practice journals from students who took counter-bass classes at the college level. The results showed that effective self-regulation in counter-bass instrumentalists involves structured rehearsal planning, performance reflection, and artistic interpretation strategies aligned with pedagogical principles. This research makes a theoretical contribution to the development of self-regulation in the context of performance pedagogy by highlighting how self-directed learning strategies can be strengthened by integrating performative approaches. Implications of this research include incorporating elements of self-regulation and performance pedagogy into music education curricula, particularly on string instruments such as the contra-bass, which require a complex blend of technical and musical skills.
Komoditas Musik dalam Skena Musik Underground di Bandar Lampung Pamungkas, Bian; Tejapermana, Prisma; Barnawi, Erizal
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1097

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa bagiamana komodifikasi terjadi pada skena musik underground di Bandar Lampung sebab di era digital saat ini pemasaran karya musik bukan menjadi suatu hambatan seperti pada era 1990-2000-an yang harus dinaungi oleh label besar untuk memasarkan karya-karya kelompok musik. Metode penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, komodifikasi budaya yang terjadi pada skena musik underground ini dapat ditelusuri dengan analisis interpretasi data dalam paradigma penelitian kualitatif. Orang yang mengalami menginterpretasi dunianya atau pengalamannya. Proses komodifikasi merupakan jalan bagi para kelompok musik tersebut untuk dapat terus menjaga keberlangsungan mereka di ruang skena musik underground, dan dengan didukung oleh perkembangan zaman yang semakin maju semakin membuka celah-celah bagi mereka untuk dapat bersaing dalam ekosistem musik dengan ruang lingkup Nasional maupun lokal meski terkesan terpinggirkan akan tetapi jika dilihat dari gejolak perkembangan skena musik underground yang ada di Bandar Lampung banyak kelompok musik yang terus mendapatkan minat dan perhatian dari masyarakat penikmat skena tersebut.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MUSIK MELALUI PEMANFAATAN GAMOLAN LAMPUNG UNTUK SISWA SD DI BANDAR LAMPUNG. TEJAPERMANA, PRISMA; RUNASARI, RELLYA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 5 No 2 (2018): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v5i2.3185

Abstract

Pembelajaran musik di SD merupakan bagian dari upaya pembentukan kepribadian siswa dalam rangka membentuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Model pembelajaran yang dikembangkan harus memuat metode-metode yang menyenangkan bagi siswa untuk menghindari kejenuhan dalam pembelajaran musik di kelas. Salah satu upaya tersebut ialah dengan penerapan model pembelajaran dengan memanfaatkan instrumen musik daerah setempat yaitu Gamolan. Selain mengenalkan kearifan lokal kepada siswa, diharapkan juga siswa dapat lebih memahami pembelajaran unsur-unsur musik seperti timbre, nada, melodi, harmoni, dinamika, tempo, melalui permainan Gamolan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah melakukan dua siklus proses pembelajaran, penelitian ini menghasilkan sebuah model pembelajaran yang dilandasi oleh pendekatan scientific learning, dengan sintaksis observing, discusioning, experimenting, associating, serta communicating. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran musik dengan pemanfaatan instrumen musik gamolan yang dapat digunakan oleh guru SD untuk mengembangkan kemampuan musikal siswa Sekolah Dasar. Sedangkan tujuan model pembelajaran musik melalui pemanfaatan instrumen musik Gamolan untuk dapat dijadikan acuan bagi Dinas pendidikan Kota Bandar Lampung sebagai dasar kebijakan penyusunan Program pembelajaran musik bagi siswa Sekolah Dasar. 
Pengembangan Model Gerak dan Lagu Berbasis Budaya Lampung Untuk Guru PAUD Di Bandar Lampung Tejapermana, Prisma Tejapermana; kurniasih, Siti; Asmira, Yulistyas Dwi
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v1i1.2999

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran gerak dan lagu berbasis budaya Lampung yang dapat digunakan guru PAUD untuk meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak usia dini. Responden penelitian ini adalah 30 guru PAUD di Bandar Lampung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Pengembangan model yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ASSURE: 1) Menganalisis kebutuhan, 2) Tujuan pembelajaran, 3) Memilih metode pembelajaran, media dan materi, 4) Memanfaatkan media dan materi, 5) Memerlukan partisipasi peserta didik, dan 6) Mengevaluasi dan merevisi. Teknik analisis data dengan menggunakan deskripsi dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan gerak dan lagu berbasis budaya Lampung yang sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek perkembangan anak. Hasil penelitian ini diperoleh suatu produk model pembelajaran gerak dan lagu berbasis budaya Lampung berupa buku panduan dan program pembelajaran.
METODE PEMBELAJARAN PADUAN SUARA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SWARA TAMARISKA DI BPK (BADAN PENDIDIKAN KRISTEN) PENABUR BANDAR LAMPUNG Tumanggor, Desiana; Tejapermana, Prisma; Setiawan, Afrizal Yudha
TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tacet.v4i2.94305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran paduan suara yang diterapkan pada kegiatan ekstrakurikuler Swara Tamariska di BPK Penabur Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pelatih dan anggota paduan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran paduan suara dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu kegiatan pra dan awal pembelajaran, kegiatan inti, serta kegiatan akhir dan tindak lanjut. kegiatan inti mencakup latihan teknik vokal dan materi lagu, sedangkan pada tahap akhir dilakukan evaluasi serta pengarahan untuk latihan selanjutnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan variasi metode seperti imitasi, demonstrasi, drill, dan belajar kelompok serta menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan peserta didik, Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran paduan suara di Swara Tamariska dilaksanakan secara terstruktur dengan metode yang bervariasi, yang disesuaikan dengan karakteristik peserta dan situasi latihan, sehingga mendukung tercapainya tujuan pembelajaran vokal.