Irawan
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Modernisasi Tata Kelola Kurikulum Pembelajaran Pada Lembaga Pendidikan Islam Salma Raudya Rachma; Irawan; Rohmat Mulyana
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modernisasi tata kelola kurikulum pembelajaran pada madrasah dalam menghadapi tantangan globalisasi. Modernisasi dilakukan melalui pengintegrasian Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cinta sebagai upaya mengharmonikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah serta guru kelas yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi kurikulum di madrasah tidak hanya mencakup pembaruan dokumen kurikulum, tetapi juga transformasi nilai, strategi pembelajaran, dan manajemen pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Implementasi Kurikulum Cinta menekankan pembinaan karakter melalui kasih sayang dan keteladanan, sementara Kurikulum Merdeka mendorong kebebasan belajar yang inovatif dan adaptif. Dengan demikian, madrasah mampu memadukan spiritualitas dan modernitas secara harmonis untuk mencetak generasi muslim yang unggul secara moral, intelektual, dan sosial.
PENGELOLAAN KELAS ANAK USIA DINI BERBASIS PENDEKATAKAN PERSAUDARAAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nina Amelia; Irawan; Erni Haryanti
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v12i2.64662

Abstract

Abstract: This study aims to describe the concept and implementation of classroom management based on brotherhood (ukhuwah) in Islamic Religious Education (IRE) for early childhood. This approach emerges from the need for a learning model that is more humanistic, participatory, and relevant to Islamic values. The method employed is descriptive qualitative research based on a literature study, using content analysis of various sources related to classroom management, the values of ukhuwah Islamiyah, humanistic education, and student-centered learning approaches.The findings indicate that brotherhood-based classroom management emphasizes the creation of harmonious, respectful, and collaborative interactions between teachers and students as well as among students. The values of ukhuwah serve as a foundation for building a safe and inclusive learning environment that encourages active participation among children. The implementation of this approach is realized through the use of humanistic learning methods, cooperative learning, collaborative learning, inquiry-based learning, and project-based learning, which have been shown to enhance students’ cognitive, emotional, social, and moral development. Furthermore, classroom management grounded in the values of brotherhood strengthens the formation of Islamic character traits such as empathy, cooperation, and care for others. Therefore, this model can serve as a strategic alternative for improving the quality of Islamic Religious Education for early childhood in a more effective and meaningful manner. Keywords: Islamic Education; Early Childhood Education; Class Management
Pengelolaan Materi Tauhid Integrative pada Pembelajaran Akidah di Sekolah Dasar Ahmad Nazar Fakhury; Irawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5668

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Nilai dasar tersebut berakar pada konsep tauhid yang menjadi fondasi seluruh aspek kehidupan dan ilmu pengetahuan. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), pembelajaran Akidah berperan penting dalam menanamkan nilai ketauhidan sejak dini. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa materi Akidah sering disajikan secara parsial dan kognitif, belum menyentuh aspek integratif antara iman, ilmu, dan amal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan strategi penyusunan materi tauhid integratif dalam pembelajaran Akidah di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur klasik dan kontemporer tentang pendidikan Islam, filsafat tauhid, dan integrasi iman-ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyusunan materi tauhid integratif melibatkan tiga dimensi utama: integrasi antara nilai ketuhanan dan pengetahuan ilmiah, integrasi antara aspek spiritual dan rasional peserta didik, serta integrasi antara teori keimanan dan praktik kehidupan sehari-hari. Implementasi pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter. Dengan demikian, penyusunan materi tauhid integratif tidak hanya memperkaya wawasan teologis peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang hidup dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Neoliberal Control Mechanisms and Their Impact on Islamic Educational Governance Findi Alexsandy; Irawan; Rohmat Mulyana Sapdi; Cep Mulyana
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i6.1465

Abstract

Islamic education in Indonesia is increasingly confronted with neoliberal governance that emphasizes efficiency, accountability, and competitiveness, potentially marginalizing its spiritual mission. This study aims to examine how neoliberal control mechanisms and knowledge capitalism operate in madrasah governance and how Islamic educational values respond to these pressures. Employing a descriptive qualitative approach with a single case study design, the research was conducted at MTsS Al-Maziyyah Cilaku, Cianjur Regency. Data were collected through semi-structured interviews, documentation, and indirect observation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that accreditation systems, national assessments, performance reporting, and bureaucratic supervision significantly shape institutional management, reflecting neoliberal control and knowledge commodification. The madrasah demonstrates adaptive capacity by internalizing Islamic values such as amanah, ihsan, and ikhlas as ethical foundations of managerial practice. This study concludes that Islamic educational institutions are not passive recipients of neoliberal pressure but active agents capable of negotiating it through “managerial soft resistance.” The study contributes theoretically by enriching Islamic educational management discourse with an empirical model that integrates spirituality, professionalism, and critical engagement with neoliberal education policies.
Strengthening the Quality of Islamic Education through Ihsan-Based Management Strategies Yuli Maulana; Irawan; Rohmat Mulyana Sapdi
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1622

Abstract

The transformation and increasing demands for quality improvement in Islamic education require a management model that extends beyond structural and administrative orientations to incorporate spiritual and ethical values. Ihsan, as a fundamental Islamic principle, offers a relevant foundation for educational management practices. This study aims to analyze the implementation of ihsan-based management strategies in improving the quality of Islamic education at Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Hidayah Pasir Biru, Cibiru District, Bandung City. Employing a qualitative approach with a field research design, data were collected through in-depth interviews with institutional managers and key stakeholders. The data were analyzed thematically based on established indicators of Islamic education quality, including teacher professionalism, curriculum and learning processes, facilities and infrastructure, as well as learning evaluation and assessment. The findings reveal that ihsan-based management is systematically implemented and functions as a managerial ethos that promotes continuous and holistic quality improvement. Core values such as responsibility, trustworthiness, sincerity, and fairness underpin institutional management practices and contribute positively to both graduate quality and public trust. The study implies that ihsan-based management can be operationalized as a sustainable, context-sensitive strategy for enhancing the quality of Islamic education and may serve as a conceptual model for similar Islamic educational institutions