Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pengasuh dalam Membina Disiplin pada Anak di Panti Asuhan Ar’ Raudah Bengkulu Selatan Monica Septriani; Rosi L Vini Siregar; Sri Putri Permata
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengasuh dalam membina disiplin pada anak di panti asuhan Ar’Raudah Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 10 informan diantaranya 2 orang pengasuh, 2 orang tua yang tinggal disekitar panti, 6 orang anak panti asuhan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa panti asuhan Ar’Raudah hanya mampu maksimal 3 terlaksana indikator peran pengasuh sebagai pembimbing, Pembina dan penasehat. Sebagai pembimbing adalah dimana pengasuh memiliki tugas membimbing anak asuh agar anak dapat lebih mandiri dan tidak tidak bergantung dengan orang lain, sebagai pembina berperan memberikan arahan untuk membina sikap dan perilaku anak di panti asuhan agar anak tersebut menjadi pribadi yang baik, sebagai penasehat berperan memberikan masukan dan mendorong anak dalam menghadapi berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari yang mereka hadapi. Peran pengasuh terdiri dari 6 indikator yaitu sebagai pendidik, pembimbing, pembina, penasehat, motivator dan teladan. Akan tetapi dari ke 6 indikator tersebut, peran pengasuh yang terlaksana maksimal dalam membina disiplin anak di Panti Asuhan Ar’Raudah Bengkulu Selatan hanya terdiri dari tiga peran, yaitu peran pengasuh sebagai pembimbing, Pembina, dan penasehat.
MODAL SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG PROSES INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA SURO BALI KECAMATAN UJAN MAS KABUPATEN KEPAHIANG ni made anggraeni puspitasari; yunilisiah yunilisiah; sri putri permata; tamrin bangsu; lisa adhrianti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Modal Sosial Sebagai Pendukung Proses Integrasi Sosial Masyarakat Multikultural di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Kuatnya peran modal sosial melalui kepercayaan, nilai dan norma sosial serta jaringan ini tentu sangat penting dalam berkembangnya hubungan sosial untuk proses penyesuaian dan penyatuan unsur kebudayaan berbeda masyarakat multikultural, sehingga terciptanya kehidupan masyarakat harmonis. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, informan pada penelitian terdiri dari perangkat desa, masyarakat desa, sesepuh/tokoh masyarakat dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa social bounding (perekat sosial), social bridging (jembatan sosial), dan social linking (hubungan/jaringan sosial) merupakan aspek modal sosial untuk mendukung proses integrasi sosial di Desa Suro Bali agar terjalannya nilai dan norma sosial secara konsisten, membangun kekuatan atas kelemahan dengan memperkaya kepercayaan serta terjalinnya jaringan dan relasi sehingga terciptanya kesepakatan disetiap masyarakatnya. Adanya proses integrasi sosial atau penyatuan dan penyesuaian unsur berbeda diantara masyarakat multikultural dan didukung oleh modal sosial membuat desa ini memiliki masyarakat yang saling menjaga, melindungi, menghargai dan menghormati serta memiliki rasa toleransi tinggi antara satu dengan lainnya, membuat proses penyatuan dan penyesuaian unsur ini berjalan dengan baik tanpa adanya paksaan dari pihak manapun
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA RAMA AGUNG KABUPATEN BENGKULU UTARA Rita Anggreani; Yunilisiah Yunilisiah; Panji Suminar; Sri Putri Permata; Aries Munandar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4177

Abstract

Harmonisasi yang ada di Desa Rama Agung tidak lepas dari kuatnya rasa toleransi, saling mendukung dan tidak mengganggu agama atau budaya yang dimiliki masyarakat lain. Hal ini terjadi karena terciptanya interaksi sosial positif didalamnya yang meliputi asosiatif atau bentuk penyatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Terciptanya harmonisasi sosial di desa ini karena adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan antar masyarakatnya mulai dari sikap toleransi, saling mendukung, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial asosiatif (penyatuan) yakni kerjasama berupa tolong menolong dalam suka maupun duka, akulturasi (percampuran budaya) berupa kuliner dan bahasa, asimilasi (percampuran budaya yang membentuk kebudayaan baru) berupa pernikahan beda agama dalam satu keluarga, serta akomodasi (penyesuaian diri) yang sudah berjalan dengan baik. Bentuk interaksi sosial disosiatif (pemisahan) berupa persaingan terjadi dalam bentuk positif berupa kompetisi, kontravensi (ketidaksepakatan) terjadi hanya dalam forum diskusi yang tidak menimbulkan perpecahan serta konflik yang tidak pernah terjadi di desa ini. Hal ini dikarenakan pemerintah desa mempunyai wadah dalam memediasi konflik yakni FPUB (Forum Perwakilan Umat Beragama).