Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN KEAMANAN MEDIA PROMOSI PADA ERA DIGITAL ECONOMY Wulandari, Irma Rofni; Subektiningsih, Subektiningsih; Astari, Devi Wening; Amitaba, Asthivia Oktanda; Ferdiansyah, Ricky Andre
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2379

Abstract

Penggunaan teknologi yang semakin pesat berkembang saat ini mulai menggeser pemasaran tradisional menjadi pemasaran digital. Pemasaran digital menggunakan media digital memungkinkan jangkauan audiens lebih luas. Salah satu penerapan digital marketing adalah dengan menggunakan media sosial yaitu Facebook. Penggunaan media sosial seperti Facebook tidak lepas dari beberapa kekhawatiran konsumen maupun penjual. Kasus ancaman kejahatan media sosial Facebook seperti Fake Buyer, Fake Seller, Over payment, pencurian informasi pribadi, phishing mulai meresahkan masyarakat yang awam terhadap keamanan data pribadi. Keamanan juga dibutuhkan untuk perlindungan terhadap data - data yang dimiliki oleh pemilik Facebook Ads. Banyak kasus pencurian data yang terjadi dan penyalahgunaan atau penipuan dengan mengatasnamakan penjual. Anggota HNI Ngaglik berasal dari latar belakang yang berbeda – beda sehingga perlu adanya kebutuhan akan pengetahuan perlindungan keamanan pada aplikasi dan konten sebagai media pemasaran digital. Metode kegiatan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, identifikasi masalah, menentukan solusi, pelaksanakan pendampingan dan evaluasi. Tujuan pada program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan digital dengan cara memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan dalam penggunaan aplikasi dan perlindungan konten digital, agar anggota dapat menjalankan pemasaran digital dengan aman dan terlindungi dari ancaman-ancaman cyber, Hasil pada Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta terhadap keamanan media promosi. Hal ini dibuktikan melalui hasil dari pre-test dan post-test yang dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman oleh peserta sebanyak 55.65%.
Strategi Storytelling @menjadimanusia.id dalam mempromosikan kesadaran kesehatan mental bagi generasi Z Tulle, Joyce Irene Grace; Devi Wening Astari
Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5, No. 2, November, 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/cantrik.vol5.iss2.art2

Abstract

Instagram has become one of the platforms for conveying information through engaging narratives, easily accessible, close to daily life, especially for Generation Z. This study aims to investigate the storytelling content of the Instagram account @menjadimanusia.id in fostering mental health awareness among Generation Z. This study uses a qualitative method. Data collection techniques included non-participatory observation of content in April 2025 and in-depth interviews with 10 Generation Z followers of the @menjadimanusia.id account for 2 years. The results of the study show that storytelling content in carousel format is the preferred format by Generation Z in building mental health awareness because it delivers messages gradually, concisely, and touchingly. Reels and reflective quote content strengthen the emotional resonance of Generation Z. This study also found that Generation Z follows the account @menjadimanusia.id because they feel emotionally connected to the presented narratives that reflect personal experiences, psychological pressures, or inner struggles, thereby providing positive energy that helps build their mental health awareness.
Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran Ekowisata Kalitalang di Kabupaten Klaten melalui Instagram Syahbantyo, Muhammad Ikhsan; Astari , Devi Wening
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2056

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas implementasi strategi komunikasi pemasaran Ekowisata Kalitalang melalui Instagram menggunakan pendekatan User-Generated Content (UGC) dan analisis SWOT. Metode deskriptif-kualitatif diterapkan dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam terhadap lima informan (Ketua Pokdarwis, dua wisatawan, dua pengguna Instagram), observasi akun Instagram resmi @kali_talang, serta dokumentasi konten UGC seperti foto, video, dan testimoni pengunjung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dilengkapi triangulasi sumber untuk validitas serta kerangka SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman). Hasil penelitian menunjukkan UGC meningkatkan partisipasi pengunjung melalui unggahan kolaboratif, memperkuat kredibilitas promosi karena konten autentik, serta memperluas jangkauan audiens tanpa biaya tambahan. Analisis SWOT mengungkap kekuatan berupa visualisasi daya tarik alam Kalitalang, keterlibatan komunitas Pokdarwis-TNGM, dan fitur Instagram seperti reels/story untuk interaksi. Kelemahan mencakup keterbatasan SDM digital, ketidakkonsisten jadwal unggahan, dan variasi konten interaktif yang rendah. Peluang teridentifikasi pada tren wisata digital generasi muda dan kolaborasi influencer. Kemudian, ancaman meliputi persaingan destinasi Merapi lain, kejenuhan konten yang monoton, dan perubahan algoritma platform. Kontribusi pada penelitian ini yaitu model strategi pemasaran digital yang mengintegrasikan UGC dengan SWOT untuk ekowisata berbasis komunitas, memperkaya literatur kajian komunikasi pemasaran pariwisata di Indonesia. Temuan memberikan rekomendasi penguatan kapasitas SDM digital dan optimalisasi fitur Instagram bagi pengelola Kalitalang untuk meningkatkan citra destinasi dan kunjungan wisatawan.ABSTRAKThis research discusses the implementation of Kalitalang Ecotourism marketing communication strategies through Instagram using a User-Generated Content (UGC) approach and SWOT analysis. A descriptive-qualitative method was applied with data collection techniques consisting of in-depth interviews with five informants (the Head of Pokdarwis, two tourists, two Instagramusers), observation of the official Instagram account @kali_talang, and documentation of UGC content such as photos, videos, and visitor testimonials. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, supplemented by source triangulation for validity and a SWOT framework to identify internal factors (strengths, weaknesses) and external factors (opportunities, threats). The results of the study show that UGC increases visitor participation through collaborative uploads, strengthens the credibility of promotions due to authentic content, and expands audience reach at no additional cost. The SWOT analysis reveals strengths in the form of visualizations of Kalitalang's natural attractions, the involvement of the Pokdarwis-TNGM community, and Instagram features such as reels/stories for interaction; weaknesses include limited digital human resources, inconsistent posting schedules, and low variety of interactive content.
Negotiating Love Languages in Digital Romantic Relationships: A Phenomenological Study of Generation Z Couples in Yogyakarta Meilinda Papuanita Ully; Devi Wening Astari
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5497

Abstract

Forming a romantic relationship at a young age is a complex process, requiring the search for personal meaning, emotional adjustment, and customized communication techniques. This research examines the dynamics of love language communication through social media and the socio-cultural aspects of expressing affection among Generation Z in Yogyakarta. The research employed a qualitative methodology with a phenomenological Moustakas perspective. Data were collected via in-depth interviews with four men and seven women, Gen Z, a total of 11 informants who were selected using snowball sampling methods. The results suggest that quality time and acts of service are the two most prevalent forms of love language, as they are seen as effective in creating emotional closeness and showcasing genuine care. This preference for limited physical touch in public spaces is consistent with Yogyakarta’s cultural values, which emphasize politeness. Research suggests that platforms like TikTok, WhatsApp, and Instagram contribute to romantic expectations and the use of love language, though they are not the key players in relationship dynamics. Establishing open communication is crucial for reconciling disparities in love preferences and sustaining long-term relationships amidst cultural and technological advancements.