Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS ARANG AKTIF DARI BIJI KAPUK SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TEMBAGA (Cu) DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI Rahim, Herlina; Ardhafa, Willian; Rachma, Rachma
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.888 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i1.20

Abstract

Arang aktif banyak dimanfaatkan sebagai adsorben dalam proses pengolahan limbah karena arang aktif mampu menyerap berbagai macam jenis logam berat seperti Pb, Cu, Fe, dan beberapa jenis logam berat lainnya. Arang aktif yang digunakan dari bahan baku biji kapuk. Logam tembaga yang terkandung pada air limbah yang dijadikan sampel sebagai pengaplikasian arang aktif dengan proses adsorbsi. Pada proses adsorpsi dikenal istilah adsorben dan adsorbat, Biji Kapuk di Aktivasi menggunakan H2SO4 pekat 3ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas arang aktif dari biji kapus sebagai adsorben logam tembaga (Cu) dalam limbah cair industry. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biji kapuk dapat dijadikan arang aktif yang berkualitas karena telah memenuhi spesifikasi karbon aktif Standar Industri Indonesia (SNI No 06-3730-1995) syarat mutu arang aktif, dengan rendemen sebesar 68,7 %, kadar air sebanyak 3,7% dan kadar abu sebanyak 1,6 %, Dan hasil penurunan kadar logam tembaga pada masing-masing variasi massa 1 gram, 3 gram, dan 5 gram yaitu pada variasi massa 1,003 gram presentasi penurunan kadar logam tembaga sebanyak 1,700 mg/L, massa 3,007 gram presentasi penurunan kadar logam tembaga sebanyak 1,350 mg/L, dan pada massa 5,004 gram presentasi penurunan kadar logam tembaga sebanyak 0,97 mg/L. Hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan standar baku mutu tentang kadar logam pada limbah cair industri yaitu 2 mg/L.
ANALISIS KADAR CAO BEBAS DAN LIME SATURATION FACTOR (LSF) PADA KLINKER DI PT. SEMEN BOSOWA MAROS Rahim, Herlina; Basir, Muh. Maulana; Diana, Sri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.018 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.389

Abstract

Klinker adalah bahan utama dalam pembuatan semen dari paduan batu kapur dan tanah liat dengan tambahan bahan korektif pasir silika dan pasir besi. Untuk mendapatkan kualitas semen yang baik sangat bergantung pada kualitas klinker yang digunakan. Ada beberapa pengujian kualitas klinker yang paling perlu dilakukan pada PT. Semen Bosowa Maros yaitu pengujian kadar CaO bebas dan lime saturation factor (LSF). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kadar CaO bebas dan lime saturation factor (LSF) pada klinker di PT. Semen Bosowa Maros dengan menggunakan X-Ray Fluorescence. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dalam bentuk eksperimental dengan melakukan pengamatan langsung dengan alat X- Ray Fluorescence di PT. Semen Bosowa Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar CaO bebas sebesar 1.24%, dengan CaO bebas terendah sebesar 0.81% dan CaO bebas tertinggi sebesar 2.19%. Sedangkan rata-rata lime saturation factor sebesar 95.80%, dengan lime saturation factor terendah sebesar 94.18% dan lime saturation factor tertinggi sebesar 98.81%. Dari 27 sampel hasil penelitian sebagian besar telah memenuhi standar mutu SNI 15-6514-2001 yaitu kadar CaO bebas maksimal 1.5% dan standar PT. Semen Bosowa Maros yaitu lime saturation factor sebesar 90% - 99%.
OPTIMASI PENAMBAHAN POLYALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KUALITAS AIR BAKU (RAW WATER) PADA PPSDM MIGAS CEPU Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Rahim, Herlina; Fadli; Ganing, Melani
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.738 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.457

Abstract

Water treatment plant PPSDM MIGAS Cepu menggunakan tiga jenis bahan kimia dalam pengolahan air, yaitu tawas, dukem, dan kaporit. Ketiga bahan kimia tersebut memiliki fungsi yang bebeda-beda. Tawas (Aluminium sulfat) berfungsi menggumpalkan padatan-padatan terlarut dalam air sehingga membentuk flok pada air baku, dukem berfungsi sebagai perekat flok-flok, dan kaporit berfungsi untuk menghilangkan bakteri atau mikroorganisme yang terkandung dalam air baku. Ketiga bahan tersebut telah lama digunakan di water treatment plant PPSDM MIGAS Cepu, maka dari itu dicari alternatif lain yang secara optimal bisa menurunkan tingkat kekeruhan air baku. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai koagulan untuk mengurangi kekeruhan pada air baku, salah satunya adalah Polyaluminium chloride (PAC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi penambahan Polyaluminium chloride (PAC) dan waktu pengadukan terhadap kualitas air baku (raw water) pada PPSDM MIGAS Cepu, dilakukan di Laboratorium Kimia Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Cepu pada tanggal 12 – 18 Mei 2022 dengan metode eksprimen laboratorium dengan menggunakan Polyalumina chloride (PAC) serta diiuji kualitasnya dengan parameter pH dan turbiditas (kekeruhan) menggunakan metode jar test. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan koagulan Polyalumina chloride (PAC) optimum pada 20 mL dengan waktu pengadukan 10 menit karena dapat menurunkan turbiditas air baku PPSDM Migas Cepu dari 40,3 NTU menjadi 4,69 NTU dengan nilai pH 7,11 dan telah memenuhi standar baku Kep Menkes RI Nomor 492 Tahun 2010.
Optimisation of Biodegradable Plastic from Cassava Peel Starch with Additional Materials of Sugarcane Bagasse Cellulose Rahim, Herlina; Masda, Raehana Ramadhani; Al Adawiyah, Syardah Ugra; Lestari, Mega Fia
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Special Issue
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i3.1488

Abstract

The use of plastic in large quantities causes environmental pollution because it is not easily decomposed. One way to overcome this is to make bioplastics from natural materials that are easily decomposed such as cassava peel starch. However, the use of starch in making bioplastics still has low mechanical properties. Therefore, cellulose is added as an additive to improve the mechanical properties of bioplastics. This study investigated the potential of cassava peel starch modified with bagasse cellulose as a base material for bioplastics. The aim is to improve the mechanical performance and biodegradability of bioplastics to reduce the environmental impact of conventional plastics. The resulting bioplastics were evaluated based on water absorption, biodegradability, tensile strength, elongation, and elastic modulus tests. Variations in cellulose content showed a significant effect on the physical and mechanical properties of bioplastics. The addition of 18% cellulose provided the best water resistance, while 3% cellulose content resulted in the highest biodegradability. Optimal mechanical properties were achieved at 9% cellulose addition, with a tensile strength of 10.48 N/mm², elongation of 7.92%, and elastic modulus of 3.43 N/mm². However, these results are still below the standards for environmentally friendly plastics based on SNI 7188.7:2016 and SNI 7818:2014, which set higher parameters for water resistance, tensile strength, and elasticity. This bioplastic has the main advantage of being easily biodegradable, making it a potential alternative for certain applications.
The effect of NaOH concentration on silica leaching process from rice husk ash in South Sulawesi Province, Indonesia Rahim, Herlina; Prameswara, Gyan; Gusmadi, Muh. Irfan Wijaya; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Rekayasa Proses Vol 18 No 1 (2024): Volume 18, Number 1, 2024
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.81242

Abstract

The issue of waste and raw material sources has become common in the processing industry. The ideal solution is to use waste as a substitute for primary material. The processing of rice husk waste for silica extraction can aid in resolving the issue of solid waste accumulation in the agricultural industry. The extraction process begins with burning and ashing the husk waste to increase the silica content. At 750 oC, the silica content increased to 88.06%. The leaching process was carried out to dissolve Si, and observe the behavior of other major elements, such as K, Ca, and P, from rice husk ash. Leaching was carried out in a 3-neck flask with external heating. The effect of the concentration of NaOH solution on elements recovery was studied in this experiment. The highest recovery of Si, K, Ca, and P reached 89.94%, 89.04%, 61.37%, and 78.61%, respectively, at 3 N NaOH concentration, 120 minutes, 300 rpm, and 10% S/L ratio. There was also a precipitate of Na3PO4 formed in the product solution after being left for 24 hours. This provides insight into the decantation process before precipitation using Al(OH)3 in zeolite production.
PENGARUH WAKTU SONIFIKASI TERHADAP NILAI FFA DAN DENSITAS MINYAK BEKATUL Arninda, Andi; Taufiq, Muh. Akmal; Rahim, Herlina; Taufiq, Nuramaniyah; Irawati, Leny
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu sonikasi terhadap kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dan densitas minyak bekatul. Sampel bekatul diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol food grade, kemudian minyak hasil ekstraksi disonikasi pada frekuensi 42 kHz dengan variasi waktu 40, 50, dan 60 menit. Percobaan dilakukan sebanyak dua kali pengulangan pada pengujian kadar FFA dan nilai densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar FFA minyak bekatul meningkat signifikan pada sonikasi 40 menit (15,82%), namun menurun pada 50 menit (6,21%) dan 60 menit (1,13%). Penurunan nilai FFA tersebut disebabkan oleh efek panas dari kavitasi ultrasonik yang dapat menyebabkan inaktivasi enzim lipase penyebab hidrolisis trigliserida. Nilai densitas minyak bekatul juga mengalami kenaikan bertahap dari 0,50 g/mL pada 40 dan 50 menit hingga 0,56 g/mL pada 60 menit, meskipun masih berada di bawah standar mutu minyak pangan (SNI 0,89 g/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa waktu sonikasi berpengaruh terhadap nilai FFA dan densitas minyak bekatul.