Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peranan Analisa Laba Kotor Terhadap Kinerja Usaha Umkm Kota Depok Rosalina
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan analisa laba kotor terhadap kinerja usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Laba kotor merupakan indikator penting dalam penilaian keuangan yang dapat menggambarkan efisiensi operasional sebuah usaha, sedangkan kinerja usaha mencerminkan sejauh mana suatu usaha mampu mencapai tujuan finansial dan non-finansial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis data sekunder dari laporan keuangan UMKM di Kota Depok. Sampel penelitian terdiri dari 100 UMKM yang bergerak di sektor perdagangan dan manufaktur. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik regresi linier untuk menguji hubungan antara laba kotor dan kinerja usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara laba kotor dengan kinerja usaha UMKM di Kota Depok. UMKM dengan laba kotor yang lebih tinggi cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal profitabilitas dan efisiensi operasional. Temuan ini menyarankan bahwa pengusaha UMKM di Kota Depok sebaiknya lebih fokus pada peningkatan laba kotor sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja usaha mereka. Kata kunci: Analisa Laba Kotor, Kinerja Usaha, UMKM, Kota Depok, Keuangan UMKM Abstract This research aims to analyze the role of gross profit analysis on the business performance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Depok City. Gross profit is an important indicator in financial assessment that can describe the operational efficiency of a business, while business performance reflects the extent to which a business is able to achieve financial and non-financial goals. This research uses aquantitative approach with survey methods and analysis of secondary data from MSME financial reports in Depok City. The research sample consisted of 100 MSMEs operating in the trade and manufacturing sectors. The data collected was analyzed using linear regression techniques to test the relationship between gross profit and business performance. The research results show that there is a significant positive relationship between gross profit and MSME business performance in Depok City. MSMEs with higher gross profits tend to perform better in terms of profitability and operational efficiency. These findings suggest that MSME entrepreneurs in Depok City should focus more on increasing gross profit as a strategy to improve their business performance. Keywords: Gross Profit Analysis, Business Performance, MSMEs, Depok City, MSME Finance
Analisis Dampak Kebijakan Pemblokiran Rekening Tidak Aktif oleh PPATK terhadap Tingkat Kepercayaan Nasabah Bank Central Asia (BCA) Rosalina -; Eko Yulianto
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 15 No. 01 (2026): April
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/jmrbi.v15i01.185

Abstract

Kebijakan pemblokiran rekening tidak aktif oleh PPATK, meskipun bertujuan mulia dalam mencegah kejahatan keuangan, telah menimbulkan keresahan di kalangan nasabah Bank Central Asia (BCA). Penelitian ini mencoba memahami bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan nasabah terhadap layanan dan keamanan dana mereka. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa kurangnya sosialisasi menjadi pemicu utama penurunan kepercayaan, khususnya bagi nasabah yang merasa tidak mendapatkan kejelasan informasi. Namun, langkah-langkah proaktif dari BCA seperti peningkatan komunikasi dan layanan cepat tanggap mampu memulihkan sebagian kepercayaan tersebut. Penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan yang tidak hanya tegas, tetapi juga empatik dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.