Faizah Ulumi Firdausi
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTs Mambaul Hikmah Rubaru Sumenep Isyanto Isyanto; Roos Yuliastina; Faizah Ulumi Firdausi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.21

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh metode pembelajaran yang masih bertumpu pada guru, proses pembelajaran yang masih belum menggunakan kemampuan berpikir kritis, belum mengaitkan materi dengan kondisi seharian dan bertumpu pada buku dengan harapan menggunakan inkuiri terbimbing ini siswa bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi era global dengan rumusan masalah yaitu bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing (quided inquiry) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII MTs Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Intrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan hasil kemampuan berpikir kritis (pretes dan postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran melalui inkuiri terbimbing (guided inquiry) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen pada pretes sebesar 11,53 meningkat menjadi 14,08 pada postes. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas kontrol pada pretes sebesar 10,96 sedangkan pada postes sebesar 12,53. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui Inkuiri Terbimbing (guided inquiry) secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs.Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Film terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 4 Probolinggo Yoga Wahyu Ferniawan; Faizah Ulumi Firdausi; Winin Maulidya Saffanah
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.642

Abstract

Media Pembelajaran Movie memiliki Banyak keunggulan diantaranya; tidak menggunakan waktu yang terlalu lama, tidak memerlukan jarak, bisa diakses kapanpun dan dimanapun, dapat memberikan pengalaman belajar yang realistis, menyampaikan pesan dan emosi yang jauh lebih baik, dapat diulang kapan saja, serta dapat memotivasi siswa dalam belajar. Berdasarkan paparan di atas dapat dipahami bahwa media sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar.. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Movie di SMA Negeri 4 Probolinggo merupakan upaya sekolah dalam menginovasi pembelajaran agar lebih menarik minat siswa dan menjadikan salah satu ciri khas dari SMA N 4 Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui bagaimana pemanfaatan media pembelajaran berbasis movie  yang digunakan oleh guru Sejarah di kelas IX A SMA N 4 Probolinggo. 2) 2. Bagaimana Hasil Belajar Sejarah Indonesia siswa SMA N 4 Probolinggo dengan media pembelajaran berbasis Movie. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan media berbasis movie dalam penggunaannya diawali dengan proses perencanaan yang dilakukan oleh guru, seperti menyiapkan alat proyektor, dan proses penggunaan media movie yang melibatkan guru dan siswa, serta suasana belajar yang menyenangkan yang ditandai dengan minat belajar siswa yang meningkat. Pada hasil belajar siswa SMA N 4 Probolinggo diketahui mengalami peningkatan dengan menggunakan media berbasis movie dalam pembelajaran Sejarah.
Eksistensi Tradisi Selapan Bagi Bayi Baru Lahir di Desa Dukuhsari Sukorejo Pasuruan Miladia Mukrimmah; Winin Maulidya Saffanah; Faizah Ulumi Firdausi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.643

Abstract

Tradisi selapan merupakan suatu tradisi atau adat atau dikenal dengan sebutan selamatan yang dilakukan Ketika bayi berumur 35-40 hari. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan agar si bayi dijauhkan dari mara bahaya, menjadi anak soleh dan solehah dan sebagai bentuk rasa syukur orang tua kepada Allah. Di Desa Dukuhsari tradisi atau selamatan ini masih terus dilakukan dan dijalankan oleh semua masyarakatnya. Tradisi selapan di Desa Dukuhsari dilakukan dengan berbagai macam tradisi upacara yaitu dengan pembacaan maulid diba’, upacara potong rambut dan kuku, upacara mandi kembang, upacara lingkah menyan, dan disertai dengan barbagai macam hidangan untuk para tamu undangan. Eksistenasi tradisi selapan di Desa Dukuhsari merupakan peneliatian kuantitatif berdasarkan pengamatan peneliti dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara terhadap Sebagian masyarakat dari berbagai upacara tradisi selapan yang ada di Desa Dukuhsari tidak semua masyarakat melakukannya, ada yang melakukan beberapa upacara saja dan ada juga yang melakukan semua upacara yang ada. Hal ini dikarenakan seiring perubahan zaman yang ada dari yang dulunya percaya akan kepercayaan dinamisme dan animisme dan sekarang semakin memudar
Eksistensi Kesenian Bantengan "Lembu Sobo Cilik" di Kecamatan Wajak Sartika Cahya Ningrum; Faizah Ulumi Firdausi; Rizki Agung Novariyanto
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2732

Abstract

Tradisi Bantengan adalah seni pertunjukan tradisional Jawa Timur yang menggabungkan unsur sendratari, kanuragan, musik, dan syair/mantra dengan nuansa magis, serta melibatkan kesurupan pemain dalam pertunjukan. Di Wajak, kabupaten Malang eksistensi kesenian ini masih banyak diminati masyarakat dari berbgai kalangan mulai anak-anak hingga lansia. Di Wajak ada Komunitas bantengan Lembu Sobo yang dimana para pemainya adalah anak-anak usia sekolah dasar. Lembu Sobo Cilik juga memiliki populeritas yang tinggi di Wajak. Eksistensi Kesenian bantengan Cilik “Komunitas Lembu Sobo” di Kecamatan Wajak merupakan penelitian kualitatif yang dijelaskan dengan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik observasi dan wawancara terhadap sebagian masyarakat di Wajak. Penelitian ini didasari dengan tujuan untuk menggambarkan secara jelas dan lebih terperinci berdasarkan pengalaman subjektif yang dialami informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Komunitas Lembu Sobo cilik memiliki populeritas yang tinggi di Wajak. Keunikan Kesenian Bantengan menjadi daya tarik utama kesenian ini untuk manarik minat generasi muda. Eksistensi Lembu Sobo Cilik merupakan wadah bagi generasi muda di Wajak untuk melestarikan dan menjaga budaya lokal agar tidak hilang dan tergerus oleh arus globalisasi.