Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Riwayat Anemia, Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Dan Asupaan Protein Balita Dengan Insiden Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Citalem Kabupaten Bandung Barat 2024 Pratiwi, Nadya Citra; Astuti, Indria; Noviyanti, Noviyanti; Budiana, Teguh Akbar
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1037

Abstract

Latar Belakang: Satu dari lima anak di dunia mengalami stunting. Stunting merupakan ketidakmampuan tumbuh yang ditandai dengan laju pertumbuhan kurang dari -2 SD. Penyebab paling umum dari stunting adalah kekurangan gizi kronis yang berlangsung mulai dari masa kehamilan hingga awal kelahiran sehingga gizi ibu selama hamil dan asupan gizi setelahnya menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak.Metode: Riset ini menggunakan desain case control secara retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 45 kasus dan 45 kontrol, yang dipilih melalui teknik proporsional sampling. Pengumpulan data primer didapatkan dari wawancara menggunakan instrumen kuesioner SQ FFQ untuk mengidentifikasi asupan protein balita sedangkan data sekunder didapatkan dari e-PPGBM untuk mengidentifikasi balita stunting dan buku KIA untuk mengidentifikasi riwayat anemia dan KEK pada ibu.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein balita dengan insiden stunting (p=0,000), di mana kekurangan asupan protein meningkatkan risiko stunting sebanyak 10,716 kali di Wilayah Kerja Puskesmas Citalem Tahun 2024. Sedangkan insiden stunting dengan riwayat anemia dan riwayat KEK pada ibu tidak terbukti berhubungan (p>0,05).Kesimpulan: Kekurangan asupan protein merupakan faktor dominan penyebab stunting.
Peningkatan kapasitas keluarga dalam pembuatan herbal rumah tangga melalui workshop edukasi dan praktik langsung Noviyanti, Noviyanti; Nurhasanah, Rika; Widhawati, Riswahyuni; Astuti, Indria; Sumarni, Rani
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1729

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat semakin tertarik pada penggunaan tanaman obat untuk promotif dan preventif kesehatan. Untuk mendukung kemandirian dan ketahanan kesehatan keluarga, penting untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam meracik herbal rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga serta kader lingkungan dalam pembuatan jamu tradisional melalui workshop edukasi dan praktik langsung.Metode: Workshop dilaksanakan di Kota Bandung dan diikuti oleh 30 peserta. Kegiatan meliputi ceramah yang dipandu oleh pakar tentang manfaat dan keamanan penggunaan obat herbal, diikuti dengan sesi praktik langsung untuk menyiapkan minuman tradisional seperti beras kencur, kunyit asam, dan temulawak.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai herbal. Setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan materi yang disampaikan menarik, relevan, dan aplikatif. Pelatihan ini juga dinilai memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat.Kesimpulan: Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan herbal. Model edukatif-partisipatif yang digunakan berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal.
Implementasi Program Inovasi Eka-Ritumbang (Edukasi Dan Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Usia Pra-Sekolah) Shitah, Syara Al-Fajar; Astuti, Indria
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1044

Abstract

Program Inovasi Pengabdian Masyarakat: Pelayanan Komprehensif Kesehatan Ibu Hamil (GEBUKIN-Gerakan Ibu Hamil Sadar Pemeriksaan Kesehatan) di Wilayah Kerja UPDT Puskesmas Tumbang Kajamei Kabupaten Katingan Tahun 2021-2023: Community Service Innovation Program: Comprehensive Health Care for Pregnant Women (GEBUKIN-Movement of Pregnant Women Aware of Health Checks) in the Tumbang Kajamei Health Center, Katingan Regency, 2021-2023 Shitah, Syara Al-Fajar; Astuti, Indria
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7173

Abstract

The health program for pregnant women is one of the focuses of health services which ranks first in the 12 minimum service standards (SPM) in the health sector listed in the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No. 04 of 2019. In the health profile of Tumbang Kajamei Community Health Center in 2021, it was stated that K4 experienced a decline of 33% from 2018 to 2020, while for K6 services it was still recorded at 0% until mid-2021. This data is what makes innovation programs a necessity in providing health services for pregnant women. The aim of the activity: increase awareness of pregnant women and the community regarding the importance of routine examinations of pregnant women and increase visits by pregnant women K4 and K6 at the end of 2022. The method of this community service innovation program is sustainable comprehensive health services with 5 activities carried out in June 2021 -December 2022 (1 year 5 months). Implementation results: there was an increase in knowledge of pregnant women by 30%, increased visits and awareness of the community (cadres and companions of pregnant women) regarding health care for pregnant women. Conclusion: there has been an increase in public awareness, especially pregnant women, families and posyandu cadres, of the importance of complete and routine examinations of the health of pregnant women with an increase in pre-post test results during activities and an increase in visits as evidenced by the final achievement in 2022 which has increased.
The Effect Of Consumption Of Kelakat (Moringa Avocado) Cookies On Hemoglobin Levels In Third Trimester Pregnant Women At The South Cimahi Community Health Center Astuti, Indria Astuti; Agustina, Riana; Sumarni, Rani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.21535

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan terbesar di masyarakat dan dunia, terutama pada wanita hamil. Kondisi ini memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan suplemen tablet Fe selama kehamilan. Selain itu, upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti Moringa dan Avocado.Tujuan: Untuk menentukan pengaruh Kukis Kelakat terhadap kadar hemoglobin pada wanita hamil trimester III di Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Cimahi Selatan.Metode: Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental dan pendekatan dua kelompok pra-tes–pasca-tes. Studi dilakukan di Puskesmas Cimahi Selatan dengan populasi wanita hamil trimester III. Sampel terdiri dari 20 orang yang dipilih melalui sampling purposif, terdiri dari 10 orang di kelompok intervensi (diberikan kue kelakat + Fe) dan 10 orang di kelompok kontrol (diberikan Fe saja). Intervensi dilakukan selama 14 hari, dipantau melalui grup WhatsApp, dan kadar hemoglobin dievaluasi setelah intervensi menggunakan alat pengukur Hb. Analisis data menggunakan uji t.Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada kelompok intervensi sebesar 0,42 gr/dl, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,73 gr/dl. Hasil tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, namun peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi lebih tinggi sebesar 0,38 gr/dl dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai sig pada kelompok intervensi p-value 0,000 dan kelompok kontrol 0,035 dengan nilai ≤ 0,05.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparat daun moringa memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil pada trimester ketiga. Konsumsi rutin ekstrak daun moringa dan alpukat dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi, meningkatkan status gizi, dan mencegah risiko anemia selama kehamilan. Oleh karena itu, ekstrak daun moringa dan alpukat dapat direkomendasikan sebagai intervensi nutrisi tambahan yang aman, terjangkau, dan efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil, serta dapat digunakan sebagai alternatif suplemen zat besi dalam program perawatan antenatal. Kata kunci: Hemoglobin, Kukis Daun Kelor dan Alpukat, Wanita Hamil ABSTRACT Background: Anemia is the biggest health problem in the community and the world, especially in pregnant women, this condition has a very bad impact on the health of the mother and fetus. One of the government policies to overcome this is by supplementing Fe tablets during pregnancy. In addition, efforts are made to meet iron needs during pregnancy by consuming foods that contain high iron such as Moringa and Avocado.Purpose: To determine the effect of Kukis Kelakat on Hemoglobin Levels in Trimester III Pregnant Women in South Cimahi Community Health Center.Methods: This study used a quantitative method with a quasi-experimental design and a two-group pretest–posttest approach. The study was conducted at the South Cimahi Community Health Center with a population of pregnant women in their third trimester. The sample consisted of 20 people determined by purposive sampling, consisting of 10 people in the intervention group (given kelakat cookies + Fe) and 10 people in the control group (given Fe only). The intervention was carried out for 14 days, monitored through a WhatsApp group, and hemoglobin levels were evaluated after the intervention using an Hb checker. Data analysis used the t-test.Results:The results of the analysis obtained an average value of increasing Hb levels in the intervention group of 0.42 gr / dl, in the control group of 0.73 gr / dl. The results showed no difference, but the difference in the increase in the intervention group was 0.38 gr / dl greater than the control group.The sig value in the intervention group p-value 0.000 and control group 0.035 with a value ≤ 0.05.Conclusion: The results of the study show that moringa leaf preparations have significant benefits in increasing hemoglobin levels in pregnant women in their third trimester. Regular consumption of moringa leaf and avocado preparations can help meet iron requirements, improve nutritional status, and prevent the risk of anemia during pregnancy. Therefore, moringa leaf and avocado preparations can be recommended as a safe, affordable, and effective additional nutritional intervention to increase hemoglobin levels in pregnant women, and can be used as an alternative to iron supplements in antenatal care programs. Keywords: Hemoglobin, Moringa And Avocado Cookies, Pregnant Women
Prediction Model of Low Birth Weight Based on the Factors that Influence at West Bandung Regional Hospital Rika Nurhasanah; Indria Astuti
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2025): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v12i2.6544

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a major contributor to neonatal mortality and developmental disorders in Indonesia. In West Bandung Regency, the prevalence of LBW remains high and plays a significant role in the overall infant mortality rate in West Java Province. Despite this, no locally adapted predictive model has been developed to assess LBW risk based on maternal characteristics. This study aimed to construct a predictive model for LBW using maternal factors among mothers delivering at three district public hospitals: RSUD Cililin, RSUD Lembang, and RSUD Cikalong Wetan. This quantitative study employed a retrospective approach involving 265 respondents selected through purposive sampling. Data were collected from medical records and brief interviews and analyzed using multiple linear regression. The research was conducted between January and March 2024. The results showed that among six independent variables tested, three had a statistically significant effect on infant birth weight: maternal age (p = 0.047), maternal weight gain during pregnancy (p = 0.004), and parity (p < 0.001). The predictive model generated was: Y = 2570.162 + 3.739X₁ – 11.501X₂ – 94.726X₃, with an R² value of 0.464, indicating that 46.4% of the variation in birth weight can be explained by the model. The model suggests that maternal age positively influences birth weight, whereas excessive maternal weight gain and higher parity show a negative relationship. This model can be used by healthcare providers as an early screening tool to detect LBW risk and to support targeted nutrition education and antenatal interventions at health service facilities.
Ethanol Extract of Cyclea barbata Miers Exhibited A Favorable Safety Profile at Moderate Doses in Wistar Rats Noviyanti Noviyanti; Jeri Nobia Purnama; Erick Khristian; Rika Nurhasanah; Indria Astuti
The Indonesian Biomedical Journal Vol 18, No 4 (2026)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v18i4.4290

Abstract

BACKGROUND: Cyclea barbata Miers has been identified as a phytoestrogenic candidate with comparable estrogen receptors (ER)α binding activity with 17β estradiol. Though phytoestrogens are reported to modulate reproductive and hormonal physiology, but no systematic in vivo toxicological evaluation of C. barbata extract has been reported. Therefore, this study was conducted to evaluate the acute and subacute oral toxicity of the ethanol extract of C. barbata (EECB) in Wistar rats.METHODS: For acute toxicity, rats received single oral doses of 2,000 or 5,000 mg/kg BW and were observed for 14 days. For subacute toxicity, EECB was administered orally at doses of 100–500 mg/kg BW/day for 28 consecutive days. Body weight, relative organ weights, haematological and biochemical parameters, and histopathological changes in major organs were evaluated.RESULTS: No mortality occurred at 2,000 mg/kg BW in either sex, whereas mortality was observed only in female rats at 5,000 mg/kg BW (20%). EECB was therefore classified as GHS Category 5 or unclassified (LD50 >2,000 mg/kg BW), indicating low acute oral toxicity. Repeated administration for 28 days caused no significant changes in body weight, organ weights, serum biochemical markers, or histopathological findings. However, a significant reduction in white blood cell counts was observed at doses ≥400 mg/kg BW/day (p<0.05). The subacute no-observed-adverse-effect-level (NOAEL) and lowest-observed-adverse-effect-level (LOAEL) were established at 300 and 400 mg/kg BW/day, respectively.CONCLUSION: Based on the parameters assessed, the acute NOAEL for EECB was 2,000 mg/kg BW, while the subacute NOAEL and LOAEL for EECB were 300 and 400 mg/kg BW/day, respectively. These findings indicate that EECB might be safe at moderate doses, providing in vivo evidence supporting its further development as a phytoestrogenic agent.KEYWORDS: Cyclea barbata Miers, ethanol extract, acute toxicity, subacute toxicity, haematological parameters