Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TRABEKULEKTOMI DENGAN MITOMYCIN-C PADA COGAN-REESE SYNDROME Husnaini, Husnaini; Ilahi, Fitratul
Syifa'Medika Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i2.2158

Abstract

Cogan-Reese syndrome merupakan variasi klinis dari Iridocorneal endothelial (ICE) syndrome. Cogan-Reese syndrome memiliki gambaran nodul berpigmen pada iris dan tidak tampak struktur iris yang normal. Terapi medikamentosa dan trabekulektomi memiliki tingkat kesuksesan yang rendah. Pemberian Antifibrotic agents dapat meningkatkan angka kesuksesan filtering surgery pada ICE syndrome. Pada kasus ini dilaporkan seorang pasien perempuan, 51 tahun mengeluhkan penglihatan kabur pada kedua mata. Visus pada mata kanan 20/100 dan visus mata kiri 20/40. Pemeriksaan oftalmologi mata kanan menunjukkan kornea bening, kamera okuli anterior VH3, tampak nodul berpigmen gelap pada stroma iris di semua kuadran. Pemeriksaan gonioskopi ditemukan peripheral anterior synechiae pada semua kuadran. Pemeriksaan funduskopi menunjukkan cup disc ratio 0.9 dengan tekanan intraokuler 22 mmHg. Pemeriksaan oftalmologi mata kiri dalam batas normal. Terapi medikamentosa pada pasien ini tidak efektif menurunkan tekanan intraokuler, kemudian dilakukan trabekulektomi dan mitomycin-C. Target pressure tercapai dengan tekanan intraokuler rata-rata dalam 3 bulan pertama adalah 9 mmHg. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah trabekulektomi dengan mitomycin-C memberikan kontrol tekanan intraokuler yang baik pada Cogan-Reese syndrome.  
Tampilan Klinis pada Glaukoma Primer Sudut Terbuka di RSUP DR M Djamil Padang Fitratul Ilahi; Vera Vera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.762

Abstract

Lebih dari 3 juta orang buta bilateral karena POAG di seluruh dunia, dan lebih dari 2 juta orang mengalami POAG setiap tahunnya. POAG yang tidak terdiagnosis merupakan reservoir terbesar dari kebutaan yang dapat dicegah dimana 30% kasus belum terdiagnosis. Banyak pasien tidak terdeteksi dini dan datang dengan tampilan klinis yang lanjut, mengindikasikan perlunya program intervensi untuk deteksi dini dan perujukan kasus-kasus POAG untuk mencegah kehilangan fungsi penglihatan yang signifikan. Tujuan: Menjabarkan tampilan klinis POAG di RS DR. M. Djamil. Metode: Sejumlah 32 pasien POAG dari 229 pasien glaukoma didapat, dimana jumlah pasien laki-laki (81,3%) lebih banyak dari pasien wanita (18,7%). Umur pasien yang paling banyak ditemukan adalah di antara 51-70 tahun (62,6 %). TIO dari 17,2, 3% pasien adalah di atas 21 mmHg, dan 79,7 % di bawah 21 mmHg. Sebagian besar rasio cup/disc pasien adalah 0,9-1,0. Tampilan perimetri pasien menunjukkan defek altitudinal, defek arkuata, nasal step, temporal island, generalized depression, tunnel vision, dan skotoma perifer. Kesimpulan: Sebagian besar pasien POAG berumur 51-70 tahun, laki-laki, dan datang dengan tampilan klinis yang lanjut
Analisis Karakteristik Pasien Trauma Mata di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016 Eldisha Nofityari; Fitratul Ilahi; Novita Ariani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.971

Abstract

Trauma mata termasuk salah satu kasus kegawatdaruratan bagian mata, jika tidak segera ditatalaksana dapat menyebabkan kebutaan yang menimbulkan kerugian fisik, psikologi, dan sosioekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jenis kelamin, usia, pekerjaan, lateralisasi, dan visus terhadap jenis trauma mata pada pasien di IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr M Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di bagian rekam medis RSUP Dr.M.Djamil Padang mulai bulan Oktober 2017 sampai Februari 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien trauma mata yang datang ke IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2016 dengan sampel minimal sebanyak 51 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Lambda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar trauma mata terjadi pada laki-laki (77,6%), usia 22-45 tahun (27,6%), profesi pelajar (44,7%), unilateral (94,7%) dan menimbulkan kebutaan (64,47%). Diagnosis yang paling sering ditemukan ruptur kornea (21,05%) dan jenis trauma tersering adalah trauma tajam (60,5%). Terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, lateralisasi dan visus pasien trauma mata dengan jenis trauma mata, tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin pasien trauma mata dengan jenis trauma mata.
Budidaya Ikan Lele untuk Menunjang Kelancaran Biaya Operasional TPQ dan RTQ Raudhatul Adzkia Jorong Dalam Koto Kabupaten Agam Refilda Refilda; Rahmiana Zein; Yefrida Yefrida; Zilfa Zilfa; Upita Septiani; Syukri Syukri; Diana Vanda Wellia; Syafrizayanti Syafrizayanti; Matlal Fajri Alif; Elida Mardiah; Refinel Refinel; Admi Admi; Emil Salim; Fitratul Ilahi; Dwi Syukur Phameswari
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.3.206-214.2021

Abstract

The Qur'an Education Park (TPQ) and Tahzhul Qur'an House (RTQ) of the Raudhatul Adzkia Jorong Dalam Koto Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang, and District of Agam have been launched since 2015. The students who study here are free of charge. The operational costs of education and the honorarium for educators come from donations from their community and some nomads. However, this contribution is not sufficient for operational costs. The Department of Chemistry's community service team, Andalas University, collaborated with partners to start a business to solve this problem. The business was carried out using vacant land owned by partners for catfish cultivation. Surveys, program socialization and assisting activities were carried out online using virtual media, while Partners carried out the implementation in the field. Activities carried out were pond preparation, the release of catfish seeds, feeding, sorting, maintenance, harvesting, and marketing cultivated catfish. Based on the evaluation, 5000 seedlings from the released catfish developed well. About 99% of catfish typically growth to a large and even size, while the other 1% growth relatively slowly. Harvested catfish were sold for IDR 18,000/kg for wet fish and IDR 100,000/kg for dried fish. This business has been carried out sustainably by partners, and the profits have been used to support the operational costs of TPQ and RTQ Raudhatul Adzkia.
Outcome trabekulektomi terhadap kontrol tekanan intraokular Muhammad Syauqie; Fitratul Ilahi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.567 KB) | DOI: 10.25077/mka.v41.i3.p101-111.2018

Abstract

Tujuan: Membandingkan outcome pada tindakan trabekulektomi, trabekulektomi dengan MMC dan trabekulektomi dengan ekstraksi katarak. Metode:  Penelitian retrospektif dari rekam medis pasien poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil: Terdapat 64 kasus dari 46 pasien pada penelitian ini, dengan rasio laki-laki dan perempuan yaitu 1:1. Usia pasien berkisar antara 19 tahun hingga 90 tahun. Dari keseluruhan pasien didapatkan diagnosa POAG pada 67,2% kasus, PACG pada 18,8% kasus, glaukoma juvenile pada 6,2% kasus, dan glaukoma sekunder pada 7,8% kasus. Prosedur yang paling banyak dilakukan adalah trabekulektomi (28 mata) diikuti oleh trabekulektomi dikombinasikan dengan ekstraksi katarak (21 mata) dan trabekulektomi dengan MMC (15 mata). Trabekulektomi atau trabekulektomi dengan MMC menghasilkan efek pengendalian TIO yang lebih baik, yaitu 16,35±7,30 mmHg dan 13,23±6,46 mmHg, dibandingkan dengan trabekulektomi yang dikombinasikan dengan ekstraksi katarak (17,70±5,66 mmHg). Namun demikian, 42,85% kasus setelah trabekulektomi dan 50% kasus setelah trabekulektomi dikombinasikan dengan ekstraksi katarak masih memerlukan setidaknya satu obat untuk mencapai rentang TIO normal dibandingkan dengan hanya 7,14% kasus setelah trabekulektomi dengan MMC. Simpulan: Trabekulektomi dengan MMC lebih unggul daripada trabekulektomi atau trabekulektomi dikombinasikan dengan ekstraksi katarak dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO) dan bermanfaat bagi kontrol TIO dalam jangka panjang.
Pendekatan Problem Solving (PBL) terhadap Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Sekolah Dasar Fitratul Ilahi; Maria Montessori; Dadan Suryana
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.490

Abstract

Tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan bentuk Nonequivalent Control group Design yaitu untuk mengetahui pengaruh pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan peserta didik yang diberikan metode konvensional. Populasinya adalah Sekolah Dasar Negeri 13 Kapalo Koto Kota Padang dan sampelnya adalah peserta didik kelas IVA dan IVB sebanyak 57 orang. Pada penelitian ini kelompok eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random karena sampelnya ditentukan dengan teknik purposive sample. Instrumen penelitian terdiri dari (1) instrumen penilaian aspek kognitif, (2) Instrumen penilaian aspek afektif, dan (3) lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisa data yaitu (1) analisis aktivitas siswa (2) analisis hasil belajar dengan langkah-langkah uji normalitas, uji homogenitas variansi, dan uji hipotesis. Data penelitian diperoleh tes hasil belajar, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diberi pendekatan Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dengan thitung = 1.836 < ftabel 1.898. hasil belajar, Problem Based Learning
Pendekatan Problem Solving (PBL) terhadap Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Sekolah Dasar Fitratul Ilahi; Maria Montessori; Dadan Suryana
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.490

Abstract

Tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan bentuk Nonequivalent Control group Design yaitu untuk mengetahui pengaruh pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan peserta didik yang diberikan metode konvensional. Populasinya adalah Sekolah Dasar Negeri 13 Kapalo Koto Kota Padang dan sampelnya adalah peserta didik kelas IVA dan IVB sebanyak 57 orang. Pada penelitian ini kelompok eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random karena sampelnya ditentukan dengan teknik purposive sample. Instrumen penelitian terdiri dari (1) instrumen penilaian aspek kognitif, (2) Instrumen penilaian aspek afektif, dan (3) lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisa data yaitu (1) analisis aktivitas siswa (2) analisis hasil belajar dengan langkah-langkah uji normalitas, uji homogenitas variansi, dan uji hipotesis. Data penelitian diperoleh tes hasil belajar, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diberi pendekatan Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dengan thitung = 1.836 < ftabel 1.898. hasil belajar, Problem Based Learning
Juvenile Glaucoma Related to Pineal Tumor Post Ventriculoperineal Shunt Procedure: A Case Report Elan Satria; Fitratul Ilahi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 14 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i14.656

Abstract

Background: Glaucoma is a cause of irreversible blindness worldwide. This study aims to describe a case of juvenile open-angle glaucoma with a history of post-ventriculoperitoneal shunt perineal tumor. Case presentation: A 27 years old man came with complaints of blurred vision in both eyes about 2 years ago. The vision in both eyes is felt to be progressively decreasing, almost the same in both eyes. Blurred vision felt suddenly while driving 1 year ago. The patient had been diagnosed with a pineal tumor and underwent surgery to install a ventriculoperitoneal (VP) shunt for hydrocephalus indications 3 years ago. The patient also underwent radiotherapy 26 times for the treatment of the pineal tumor. Ophthalmological examination revealed 20/80 OD and OS vision; not advanced with pinhole, no eyelid edema, intraocular pressure OD 21 mmHg, OS 23 mmHg. Visual fields index on OD 85% and OS 81%. Central corneal thickness (CCT) examination showed CCT of the right eye at 541 mm and left eye at 547 mm. The results of a brain CT scan showed that there was a heterogeneous solid mass with calcification and cystic (necrotic) in the pineal region. This patient was diagnosed with juvenile glaucoma with bilateral papillary atrophy et causa pineal tumor post VP shunt. The therapy given was latanoprost 1 drop/day ODS and Cendo Lyteers 1 drop/6 hours ODS, and Thymol 0.5% 1 drop/12 hours ODS. Conclusion: Monitoring and evaluation of staging and clinical progression of glaucoma patients with increased intracranial pressure is a condition that needs attention. The correlation between the two is the involvement of the lamina cribrosa in the form of a translaminar pressure gradient.
Juvenile Glaucoma Related to Pineal Tumor Post Ventriculoperineal Shunt Procedure: A Case Report Elan Satria; Fitratul Ilahi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 14 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i14.656

Abstract

Background: Glaucoma is a cause of irreversible blindness worldwide. This study aims to describe a case of juvenile open-angle glaucoma with a history of post-ventriculoperitoneal shunt perineal tumor. Case presentation: A 27 years old man came with complaints of blurred vision in both eyes about 2 years ago. The vision in both eyes is felt to be progressively decreasing, almost the same in both eyes. Blurred vision felt suddenly while driving 1 year ago. The patient had been diagnosed with a pineal tumor and underwent surgery to install a ventriculoperitoneal (VP) shunt for hydrocephalus indications 3 years ago. The patient also underwent radiotherapy 26 times for the treatment of the pineal tumor. Ophthalmological examination revealed 20/80 OD and OS vision; not advanced with pinhole, no eyelid edema, intraocular pressure OD 21 mmHg, OS 23 mmHg. Visual fields index on OD 85% and OS 81%. Central corneal thickness (CCT) examination showed CCT of the right eye at 541 mm and left eye at 547 mm. The results of a brain CT scan showed that there was a heterogeneous solid mass with calcification and cystic (necrotic) in the pineal region. This patient was diagnosed with juvenile glaucoma with bilateral papillary atrophy et causa pineal tumor post VP shunt. The therapy given was latanoprost 1 drop/day ODS and Cendo Lyteers 1 drop/6 hours ODS, and Thymol 0.5% 1 drop/12 hours ODS. Conclusion: Monitoring and evaluation of staging and clinical progression of glaucoma patients with increased intracranial pressure is a condition that needs attention. The correlation between the two is the involvement of the lamina cribrosa in the form of a translaminar pressure gradient.
The Difference of Lens Thickness in Acute and Chronic Primary Angle Closure Glaucoma Sucyeka Syafutri; Fitratul Ilahi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 17 (2023): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i17.731

Abstract

Background: Lens thickness is one of the factors that influence the mechanism of acute primary angle closure glaucoma (PACG). The thicker lens usually results in a shallower anterior chamber angle (ACA), and the gradual and progressive increase in lens thickness with age results in exaggerated shallowing of the ACA. Because lens thickness has an important role in acute PACG mechanism, prophylactic treatment like lens extraction might prevent PACG in early stages. This study aimed to describe the difference in lens thickness in acute and chronic PACG. Methods: The research was a cross-sectional study with samples conducted in Dr. M. Djamil General Hospital from September-December 2019. The number of eyes that fulfilled the inclusion criteria were 50 eyes from 50 patients consisting of 25 eyes with acute PACG and 25 eyes with chronic PACG. Subjects were examined with ocular biometry using A-scan biometry to evaluate lens thickness. Data were processed and analyzed using a computer program with a chi-square test. Results: Mean of lens thickness in acute PACG is 5.02 ± 0.45, while in chronic PACG is 4.86 ± 0.40. The difference in lens thickness in acute and chronic PACG were statistically significant (p = 0,037). Conclusion: Lens thickness is thicker in acute PACG than in chronic PACG.