Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES THROUGH ORIGAMI PAPER MEDIA FLAT BUILDING MATERIAL CLASS 2 PRIMARY SCHOOL Nur Apida; Muhammad Faisal; Atika Sahriyanti
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35458/gjp.v5i1.4219

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes through the use of origami paper media on the material of flat shapes for grade 2 at UPT SPF SDI Pabaeng-Baeng 1. The type of research used in this study is Classroom Action Research (CAR). The sample of this study was 28 students. The data collection techniques used were tests and non-tests. This study was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. One research cycle includes planning, action, observation, and reflection activities. The results of this study indicate an increase in student learning outcomes through the use of origami paper media on the material of flat shapes for grade 2. In cycle I, there was an increase in the number of students who obtained complete learning outcomes, namely 64.3%. In cycle II, the number of students who obtained complete learning outcomes reached 82.1%. So it can be concluded that student learning outcomes can be improved through the use of origami paper media on the material of flat shapes for grade 2 at UPT SPF SDI Pabaeng-Baeng 1.
Analysis of the Needs of Geometry Student Worksheets Based on Augmented Reality Integrated with Ethnomathematics in Elementary Schools Dina Fitriani; Atika Sahriyanti; Fadlun Nisa’a; Ulwiyatul Pikriya Sukmawati; Ainul Fitri Ashari; Nurul Rahmawati
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35458/gjp.v5i1.4951

Abstract

This study aims to analyze the learning needs for developing student worksheets integrated with local cultural context to support geometry learning in Grade V elementary school. The research employed a qualitative descriptive approach as part of the needs analysis stage in a research and development framework. The study was conducted at UPT SD Inpres Kampus IKIP, involving one Grade V teacher as the key informant and fifteen Grade V students as respondents. Data were collected through classroom observation, structured interviews, and student questionnaires. Data analysis was carried out using qualitative techniques including data reduction, data display, and conclusion verification, supported by descriptive percentage analysis of questionnaire results. The findings revealed that students experienced high difficulties in visualizing three-dimensional objects independently (82%) and perceived the current learning media as less engaging (75%). Students also showed very high interest in learning through digital technology (95%) and high interest in integrating geometry learning with local cultural contexts (88%). These results indicate an urgent need for innovative, interactive, and contextual learning materials to enhance students’ spatial understanding and engagement in geometry learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CIVIC DISPOSITION SISWA KELAS IV SDN NO. 14 INP. BAMBANGAN KABUPATEN MAJENE Nurul Aisyah; Nurfaisah AP; Atika Sahriyanti
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 2 No 2 (2026): June 2026
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan civic disposition siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat siklikal, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan 14 siswa kelas IV SDN No. 14 Inp. Bambangan, Kabupaten Majene, pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pada siklus pertama, penerapan PjBL belum optimal. Guru belum memberikan stimulus awal, tujuan pembelajaran tidak disampaikan dengan jelas, serta interaksi kelas kurang tertib. Selain itu, guru masih menggunakan pertanyaan tertutup sehingga membatasi pengembangan jawaban siswa. Pada siklus kedua, terjadi perbaikan signifikan. Guru mulai menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas, memberikan stimulus di awal, serta menggunakan pertanyaan terbuka yang mendorong partisipasi aktif siswa. Hasilnya, proses pembelajaran menjadi lebih kondusif. Penerapan PjBL pada siklus pertama berada pada kategori “cukup baik” dengan hasil belajar “cukup”. Pada siklus kedua meningkat menjadi “sangat baik”, diikuti oleh peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model PjBL terbukti mampu meningkatkan civic disposition siswa.
Implementasi ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar pada matapelajaran IPAS kelas V SD Inpres Limua Kabupaten Pasangkayu: Implementasi Refryani Kurniawati; Andi Dewi Riang Tati; Latri Latri; Atika Sahriyanti
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 2 No 2 (2026): June 2026
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPAS) tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton, didominasi oleh metode ceramah, sehingga siswa kurang antusias, sulit berkonsentrasi, dan kurang aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar melalui implementasi teknik ice breaking. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiapsiklus terdiri dari 4 tahapan: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas V. data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan peningkatan motivasi belajar yang signifikan. Rata-rata skor motivasi belajar siswa meningkat dari 11,87% (Kategori Tidak Baik) pada pra-siklus menjadi 69,62% (Kategori Baik) pada siklus 1 dan meningkat menjadi 84,87% (Kategori Sangat Baik) pada siklus II. Siswa menjadi lebih antusias, lebih aktif berpartisipasi, dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat. Implementasi ice breaking yang terencana dan variatif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta secara signifikan meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas V.