This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pepadu
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
PEMANFAATAN DAUN MANGROVE MENJADI MINUMAN NUTRASEUTIKAL: SOLUSI ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA MASYARAKAT PESISIR DESA SEKOTONG TENGAH Permatasari, Lina; Isnaini, Nisa; Aditya Astarika, Yolanda; Fatihatussir, Layla; Sulthanah Ahmad, Dzakiyyah; Fitriani, Risma; Junaida, Alfini; Cintya Ganes Budastra, Wayan; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Ocktaviana Saputri, Legis; Haryanto, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9109

Abstract

  Penyakit degenaratif merupakan penyakit kronis yang dapat berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Desa Sekotong Tengah merupakan wilayah pesisir dengan masyarakat yang rentan terhadap penyakit degeneratif akibat pola hidup tidak sehat, seperti tingginya konsumsi garam. Selain itu, desa Sekotong Tengah memiliki potensi sumber daya alam berupa mangrove (Rhizophora mucronata) yang kaya senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan tanin. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat membantu mencegah penyakit degeneratif dan kardiovaskular. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi penyakit degeneratif, pemeriksaan kesehatan dasar, dan pelatihan pembuatan teh daun mangrove sebagai minuman nutrasetikal kaya antioksidan bagi masyarakat pesisir. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan terkait penyakit degeneratif serta pelatihan pembuatan minuman teh daun mangrove. Masyarakat juga dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat menggunakan GCU meter (Glucose, Cholesterol, Uric acid) yang kemudian dianalisis untuk mengetahui profil kesehatan masyarakat Desa Sekotong Tengah secara umum. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, dengan 64% di antaranya merupakan lansia perempuan. Mayoritas peserta bekerja sebagai petani, pedagang, dan ibu rumah tangga. Teh daun mangrove sangat disukai oleh warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 32% peserta mengalami hipertensi, sementara 8% memiliki tekanan darah tinggi normal. Selain itu, 12% teridentifikasi mengidap diabetes berdasarkan kadar gula darah, dan sekitar 12% lainnya memiliki kadar asam urat yang tinggi. Secara keseluruhan, pengabdian ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit degeneratif melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan, serta memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan daun mangrove R. mucronata sebagai teh antioksidan sebagai upaya pencegahan dan penanganan dini penyakit degeneratif.