Umunnisa Hidayati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Isu Migrasi melalui Focused Group Discussion Bersama International Organization for Migration Yusnarida Eka Nizmi; Arif Wicaksa; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Syahroni Alby; Rahmi Yulia; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Tuah Kalti Takwa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.491

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau mengenai isu migrasi melalui Focused Group Discussion bersama International Organization for Migration (IOM). FGD melibatkan dosen, mahasiswa dari komunitas HI Mengajar, dan perwakilan IOM untuk menggali perspektif teoritis, respons kritis, dan solusi praktis terkait penanganan pengungsi di Pekanbaru. Metode FGD dipilih untuk memfasilitasi diskusi tentang kompleksitas isu migrasi, mulai dari dilema politik hukum Indonesia sebagai negara non-pihak Konvensi Pengungsi 1951 hingga dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. Hasil FGD menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran akan relevansi isu global dalam konteks lokal, serta menghasilkan aksi konkret berupa program sit-in perkuliahan bagi pengungsi remaja. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pembelajaran akademis, tetapi juga menjadi model inovatif-kolaboratif dalam mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Program sit-in, meskipun menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa dan integrasi sosial, menawarkan solusi jangka pendek yang bermakna bagi pemenuhan hak pendidikan pengungsi. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa pendekatan multi-pihak dapat lebih memasyarakatkan studi HI dengan menyentuh masalah nyata di masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa.
Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan: Sosialisasi dan Identifikasi di Desa Banjar Seminai Kabupaten Siak Yusnarida Eka Nizmi; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Arif Wicaksa; Tuah Kalti Takwa; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Syahroni Alby; Rahmi Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.631

Abstract

Perubahan iklim termasuk persoalan yang mengancam ketahanan pangan masyarakat pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian, seperti di Desa Banjar Seminai, Kabupaten Siak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada sosialisasi ketahanan pangan bagi perempuan khususnya ibu rumah tangga, yang memegang peran kunci dalam pengelolaan pangan domestik. Metode partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengelaborasi pemahaman, kerentanan, dan kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat, dengan kerangka konseptual Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 2. Hasil FGD mengungkapkan bahwa meskipun praktik ketahanan pangan telah dilakukan secara turun-temurun, pemahaman konseptual masyarakat masih terbatas pada aspek ketersediaan dan keterjangkauan pangan, belum mencakup pemanfaatan pangan yang bergizi dan beragam. Masyarakat juga cenderung memandang ketahanan pangan sebagai daya beli, sehingga rentan terhadap guncangan eksternal seperti fluktuasi harga dan dampak iklim. Di sisi lain, potensi komoditas lokal salak pondoh dan modal sosial yang kuat menjadi aset berharga. Pendekatan kedaulatan pangan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dinilai paling tepat. Intervensi difokuskan pada identifikasi proses diversifikasi olahan salak untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ketahanan pangan. Kegiatan ini berhasil menjembatani pengetahuan akademis dengan kearifan lokal, memperkuat peran perempuan, dan menawarkan model ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim. Keberlanjutan program bergantung pada penguatan kelembagaan lokal dan dukungan akses ekonomi.
UPAYA UNESCO DALAM MENANGANI PENERAPAN WARISAN BUDAYA TAKBENDA DUNIA: STUDI KASUS INDONESIA DAN JAMU M. Osyama Al-Faridzsi Arrabi; Umunnisa Hidayati
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 13: Edisi I Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the role of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) as an international organization in handling the implementation of world Intangible Cultural Heritage. Specifically, this study explains UNESCO's institutional functions and outlines the procedural steps from the initial submission stage to the final decision-making process. This study uses qualitative data analysis methods through library research. Theoretically, the research is examined using the Organizational Level of Analysis, Clive Archer's Theory of International Organizations which positions UNESCO as an instrument, arena, and independent actor as well as Alexander Wendt's Constructivism perspective. The results show that UNESCO is not merely an administrative body, but rather an independent actor that formulates global standards, a diplomatic arena, and an instrument for the recognition of national identity. Through the case study of the Jamu Wellness Culture nomination, the implementation of UNESCO's standards proves relevant in encouraging absolute local community involvement through Free, Prior and Informed Consent (FPIC). The relevance of this recognition not only provides global prestige for Indonesia but is also legally binding to carry out concrete safeguarding measures to protect the cultural ecosystem from the threats of over-commercialization and extinction. Keywords: UNESCO, Intangible Cultural Heritage, Indonesia, Jamu