Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan antara religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik pada siswa/i SMA di Sekolah X Setiadi, Teoderik Dwinanda; Aprodita, Nindya Putri
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.27021

Abstract

Kecurangan akademik adalah perbuatan yang tidak jujur dalam proses pendidikan di mana individu melakukan berbagai cara yang dilarang untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang diinginkan. Kecurangan akademik dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter yang negatif pada diri individu, meliputi perilaku yang tidak jujur dan sering melakukan pelanggaran etika dan ikatan sosial. Religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dapat dikaitkan dengan kecurangan akademik. Religiusitas memiliki peran dalam membentuk moral pada diri individu. Sementara ketakutan akan kegagalan dapat membuat individu berupaya melakukan segala cara agar dapat terhindar dari kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik pada siswa/i SMA di Sekolah X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Jumlah partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 348 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Religiosity Scale (DR Scale), The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI), dan Academic Dishonesty Scale. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan kecurangan akademik memiliki hubungan sebesar r=-0,116 (p<0,05). Sementara itu, ketakutan akan kegagalan memiliki hubungan sebesar r=0,172 (p<0,05) dengan kecurangan akademik. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecurangan akademik dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik.
The Indonesian Adaptation of Developmental Crisis Questionnaire-12 (DCQ-12) Aprodita, Nindya Putri; Rasyida, Afinnisa; Mardi Rahayu, Maria Nugraheni
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.28414

Abstract

The developmental crisis in early adulthood, often referred to as the Quarter-Life Crisis, has garnered significant attention in recent years. Although widely discussed in mass media and popular writings, there is a lack of a well-established psychological scale to measure this crisis in Indonesia. This study aims to examine the psychometric properties of the Indonesian adaptation of the Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12) developed by Petrov et al. (2022) for assessing early adulthood developmental crises. The DCQ-12 instrument consists of twelve statements divided into three factors: Disconnection and Distress, Lack of Clarity and Control, and Transition and Turning Point. Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA) are used in the test. This research involves 300 Indonesian early adult participants (mean age = 31.81 years, SD = 6.72, 90% female) for EFA testing and 248 participants (mean age = 25.2 years, SD = 5.32, 78.2% female) for CFA testing. The results indicate that the three-factor structure of the ten items of the Indonesian version of the DCQ has psychometric properties classified as "acceptable fit," making it suitable for research on developmental crises in early adult individuals. Future research should explore the psychometric properties of this instrument in other population groups, such as middle-aged and older adults, and consider implications for interventions or support programs