Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Potensi Diri: Workshop Personal Branding Bagi Pekerja Migran untuk Mendapatkan Penghasilan Tambahan Meta Bara Berutu; Corry Yohana; Ari Saptono; Tri Hesti Utaminingtyas; Santi Susanti; Maulana Amirul Adha; Rahma Fitriana; Azahra Putri Dewi Mumpuni
Buletin Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47686/bam.v5i1.718

Abstract

Di luar negeri, pekerja migran dari Indonesia sebagian besar bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Mereka pergi ke luar negeri untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Namun, banyak dari mereka yang setelah selesai masa kontrak atau kembali ke tanah air tidak memiliki banyak tabungan. Oleh karena itu, mereka perlu mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan meningkatkan kemampuan personal branding, terutama melalui media sosial. Kemampuan Personal branding yang kuat dapat membuka peluang baru bagi pekerja migran untuk mempromosikan diri melalui media sosial, yang semakin menjadi platform utama untuk berbagi informasi dan promosi. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan citra diri para pekerja migran di Malaysia dan Qatar, sehingga memberikan dampak positif terhadap pengembangan karir dan penghasilan tambahan mereka. Tim pelaksana telah merancang materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan peserta berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan. Materi pelatihan tentang personal branding di media sosial ini disusun khusus untuk memenuhi kebutuhan peserta, dengan menitikberatkan pada pentingnya personal branding, manfaatnya, serta tips dan trik untuk membangun personal branding yang dapat mendukung pengembangan karir di masa depan. Berdasarkan analisis hasil kuesioner dari 262 peserta, program pengabdian masyarakat menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Keahlian pembicara menunjukkan tingkat kepuasan tinggi sebesar 4,37, diikuti oleh aspek komunikasi dan keterlibatan dengan skor masing-masing 4,32 dan 4,34. Relevansi materi serta layanan informasi mendapatkan skor 4,26 dan 4,30. Aspek fasilitas, waktu, pemahaman topik, dan implementasi keseluruhan acara masing-masing memperoleh skor rata-rata 4,24; 4,21; 4,11; dan 4,31. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan peserta menunjukkan hasil yang sangat positif, mencerminkan kualitas dan efektivitas program yang tinggi.
Factors Influencing User Satisfaction with the Academic Information System (SIAKAD) Using the DeLone & McLean Model Rahma Fitriana; Adnan Kasofi; Ringga Sentagi Asa
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/s45r4151

Abstract

This study examines the influence of System Quality, Service Quality, and Information Quality on the usage and user satisfaction regarding the Academic Information System (SIAKAD) at U iversitas Negeri Jakarta (UNJ), utilizing the DeLone and McLean Information Systems Success Model (2003) as a conceptual framework. Although SIAKAD supports critical academic activities, it has encountered operational issues, including system disruptions and access-related complaints during course registration periods. This quantitative study employed a survey method involving 185 students from the Digital Business program (cohorts 2022–2024). Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results indicate that all seven proposed hypotheses were supported: system quality, service quality, and information quality each exert a positive and significant influence on usage and user satisfaction, while usage has a positive and significant influence on user satisfaction. Information Quality emerged as the strongest predictor of Usage, whereas Usage was the strongest predictor of User Satisfaction. These findings confirm the relevance of the DeLone and McLean model in the context of an academic information system with mandatory usage, and provide empirical insights for improving the quality of SIAKAD services at Universitas Negeri Jakarta.