Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Posisi dan Durasi Duduk Saat Pembelajaran Online dengan Keluhan Low Back Pain pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Angkatan 2019 Selama Masa Pandemi Covid-19 Wijaya, Wildan Maulana; Wulandari, Atik Sri; Setiawan, Budhi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kebijakan proses pembelajaran secara online akibat COVID-19 dialami oleh mahasiswa. Permasalahan yang dihadapi selama proses pembelajaran secara online adalah keluhan nyeri punggung bawah atau disebut Low Back Pain (LBP). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi dan durasi duduk terhadap terjadinya Low back pain pada Mahasiswa Kedokteran. Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan pengambilan sampel dilakukan secara total sampling sebanyak 118 Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Angkatan 2019 selama masa pandemi COVID-19. Variabel penelitian ini posisi duduk, durasi duduk, dan Low Back Pain. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan uji chi square. Gambaran durasi duduk saat pembelajaran online pada mahasiswa FK–UWKS angkatan 2019 selama Pandemi Covid -19 sebagian besar mengalami durasi duduk selama ≥ 3 jam saat pembelajaran online (55,9%). Gambaran posisi duduk saat pembelajaran online pada mahasiswa FK–UWKS angkatan 2019 selama Pandemi Covid -19 sebagian besar tidak ergonomis saat pembelajaran online (69,5%). Gambaran keluhan Low Back Pain saat pembelajaran online pada mahasiswa FK–UWKS angkatan 2019 selama Pandemi Covid -19 sebagian sebagian besar mengalami keluhan Low Back Pain saat pembelajaran online. (59,3%). Terdapat hubungan antara durasi duduk dengan keluhan Low Back Pain pada Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya angkatan 2019 saat pembelajaran online selama masa pandemi Covid-19. Terdapat hubungan antara posisi duduk dengan keluhan Low Back Pain pada Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya angkatan 2019 saat pembelajaran online selama masa pandemi Covid-19.
HUBUNGAN KONSUMSI TEH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSMA SURABAYA Mulyana, Clarissa Joceline; Wulandari, Atik Sri; Ratnasari, Diana Tri; Tjandra, Lusiani
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia berdampak bagi tubuh yaitu menyebabkan mudah terserang penyakit dan penurunan kecepatan berpikir akibat kurangnya pasokan oksigen ke otak. Seseorang dapat dikatakan mengalami anemia apabila memiliki kadar hemoglobin dibawah normal. Penyebabnya multifactorial, salah satunya frekuensi konsumsi teh. karena dalam teh terdapat kandungan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi yang berfungsi sebagai pembentuk hemoglobin. Budaya konsumsi teh di Indonesia dinikmati oleh semua kalangan termasuk mahasiswa fakultas kedokteran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin dalam darah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Metode: Penelitian berjenis analitik dengan survei observasional dan dilakukan secara cross- sectional. Responden adalah mahasiswa dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai frekuensi konsumsi teh, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital Hb meter. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ditemukan hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi teh dan kadar hemoglobin (p = 0,008), menunjukkan responden sering mengonsumsi teh memiliki kadar hemoglobin lebih rendah dibandingkan dengan responden jarang mengonsumsi teh.Kesimpulan: Frekuensi konsumsi teh memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin, menunjukkan bahwa konsumsi teh yang berlebihan berperan dalam menurunkan kadar hemoglobin secara signifikan pada populasi mahasiswa ini.
EDUKASI PADA IBU PKK MENGENAL, MENCEGAH DAN MENGOBATI INFEKSI CACING KREMI PADA ANAK DI PUTAT JAYA SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati , Rini; Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cacingan adalah penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena menyebar di banyak daerah serta dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Cacingan adalah penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga perhatian terhadap kebersihan lingkungan harus ditingkatkan. Sebenarnya, infeksi cacing di perut dapat berkurang atau bahkan dihilangkan jika diterapkan pola hidup bersih dan sehat, perlu strategi pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan, yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala cacingan serta cara penularan dan Pencegahannya serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya. Metode: edukasi dengan penyuluhan dan demontrasi diutamakan bagi para ibu ibu PKK melalui kader kesehatan yang aktif di masyarakat. Melalui metode ini diharapkan masyarakat, terutama para ibu ibu pkk, dapat lebih aktif dalam mencari informasi mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi serta mengetahui efek samping dan aturan minum obat cacing. Hasil: didapatkan nilai rata-rata pretest 5.83 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 8.20, setelah data di uji T-Test didapatkan p hitung = 0.000, yang berarti ada perbedaan hasil test sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: sesudah edukasi terdapat peningkatkan pengetahuan yang signifikan tentang mengenai cara penularan, gejala, cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya.