Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid Pada Gedung Perkuliahan: Design of Off-Grid Solar Power Plant System (PLTS) in Lecture Building Fauzsan, Achmad Yamani; Yunesti, Putty; Wardani, Wulan Kusuma; Soelami, FX Nugroho; Friansa, Koko; Bangun Persada, Guna; Wira Buana, Setiadi
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6965

Abstract

Off-Grid Solar Power Plant (PLTS) system planning at Building F of the Sumatra Institute of Technology, South Lampung Regency, Lampung Province is one of the efforts or strategies in reducing the use of conventional electrical energy from the main supplier, namely the State Electricity Company (PLN), and helping to succeed the government's efforts to increase the consumption of new and renewable energy. In PLTS system planning, the aspects that will be analyzed in this research are technical aspects with the help of PVsyst software to collect data regarding technical indicators such as performance ratios and energy production generated by Off-Grid PLTS. In this research, the required land area is 52 m2 from a total of 930 m2 of available land. The simulation results show that the planned rooftop solar system has a capacity of 10.8 kWp using 24 units of AE SOLAR MC144 430-450 W type solar modules, with the capacity of each module being 450 Wp. The PLTS system uses 1 inverter with the type Victron Quattro 48/15000 (15 kW) with a capacity of 15,000 W and uses a battery with the type LUNA2000-15- S0 which has a capacity of 15 kW in each unit. In this study, the solar module received solar irradiation of 4,616 kWh/m2 per day and 1,684 kWh/m2 per year. The production obtained in this study amounted to 14,475 kWh per year. The percentage of the Performance Ratio (PR) value produced by the designed OffGrid PLTS system is 73.01%.
Optimisasi Perletakan dan Penjadwalan Sistem Pencahayaan untuk Meningkatkan Eksitansi Rata-rata Permukaan dalam Ruang Rizki Armanto Mangkuto; Albertus Wida Wiratama; Karima Fadla; F.X. Nugroho Soelami
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.45-54

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur. Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur.