Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kejadian Tuberkulosis Dengan Viral Load Pada Pasien HIV Dengan Terapi Dolutegravir Badjiser, Dinda Nazla; Hasbie, Neno Fitriyani; Hutasuhut, Arti Febriyani; Syuhada, Syuhada
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.16253

Abstract

HIV ialah virus yang menargetkan sistem kekebalan tubuh, yang mana dapat berkembang menjadi AIDS. AIDS ialah kondisi yang ditandai oleh serangkaian gejala dan tanda-tanda infeksi yang berkaitan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Viral Load tinggi mampu mengakibatkan imunosupresi pada inang dan memperkuat virulensi patogen tuberkulosis. Fungsi terapi antiretroviral (ARV) yaitu untuk menekan viral load hingga tingkat tidak terdeteksi. Dolutegravir merupakan obat antiretroviral (ARV) yang biasa digunakan dalam terapi obat penyakit HIV. Ketika terinfeksi HIV, Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) HIV berikatan dengan DNA sel induk. DNA HIV dan DNA sel induk yang didukung oleh enzim integrase. Obat dolutegravir bertindak sebagai penghambat integrase, menghalangi proses penyatuan antara DNA HIV dan sel induk. Tujuan akhirnya adalah untuk mengidentifikasi hubungan Tuberkulosis dengan Viral Load pada pasien HIV dengan terapi Dolutegravir. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan April di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Subjek penelitian dikumpulkan dari data rekam medik yang terdiagnosa HIV dengan terapi Dolutegravir sebanyak 85 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan hasil pasien dengan Tuberkulosis sebanyak 25 sampel pada 9 sampel (36.0%) dengan Viral Load buruk dan 16 sampel (64.0%) dengan Viral Load baik. Pada pasien tidak Tuberkulosis sebanyak 60 sampel pada 7 sampel (11.7%) dengan Viral Load buruk dan 53 sampel (88.3%) dengan Viral Load baik, pengujian Chi-Square mendapatkan hasil tuberkulosis berhubungan secara bermakna dengan Viral Load pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.
Penyuluhan Berbasis Media Visual dan Diskusi Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Skrining HPV di RS Bintang Amin Bandar Lampung Azizah, Soffa Lifatul; Pandawa, Yudistira; Afifah, Sabrina Nurul; Fadilah, Enzelia; Badjiser, Dinda Nazla; Gusna, Abdillah Daniel; Hermawati, Diana; Haerulloh, Diar Muhamad; Kurniawan, Bambang
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.23497

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perempuan di Indonesia, yang sebagian besar dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Rendahnya cakupan deteksi dini sering kali disebabkan oleh kurangnya literasi kesehatan mengenai urgensi skrining rutin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Co-Ass di Poli Kebidanan RS Bintang Amin Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan intensi perilaku skrining HPV pada pasien. Metode pelaksanaan menggunakan edukasi langsung (direct counseling) di ruang tunggu poli melalui presentasi visual dan diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan program dilakukan secara detail  melalui perbandingan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner lisan terstruktur, serta observasi terhadap minat layanan lanjutan. Kegiatan ini melibatkan 8 peserta yang merupakan perempuan usia subur (PUS), ibu rumah tangga, serta pasien yang memiliki anak remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana pemahaman awal peserta mengenai etiologi HPV sebesar 20% meningkat menjadi 80–90% setelah intervensi. Dampak nyata dari kegiatan ini dibuktikan dengan 75% peserta (6 dari 8 orang) yang langsung melakukan konsultasi teknis terkait prosedur dan jadwal pemeriksaan IVA atau Pap smear di meja pendaftaran segera setelah sesi berakhir. Selain itu, 50% peserta menyatakan kesiapan untuk memulai dialog kesehatan reproduksi dengan anak remaja mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai bagian dari program promotif preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan.