Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Karbon Monoksida (CO) Pada Pekerja Batu Bata Di Desa Saribumi Kabupaten Pringsewu Azizah, Soffa Lifatul; Oktobiannobel, Jordy; Wulandari, Mardheni; Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15066

Abstract

Karbon monoksida (CO) adalah gas yang dapat ditemukan di udara luar dan dalam ruangan dan tidak memiliki warna, bau, rasa, atau toksisitas yang jelas. Gas karbon monoksida (CO) dalam konsentrasi tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kematian dalam hitungan menit. Pekerja Industri batu bata berisiko terpapar karbon monoksida selama proses pembakaran bahan bakar. Untuk menganalisis perbedaan hubungan  faktor-faktor yang mempengaruhi kadar karbon monoksida (CO) pada pekerja batu bata di Desa Saribumi, Pekon Wates Selatan, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dipadukan dengan observasi analitis. Parameternya terdiri dari kuesioner dan penilaian menggunakan smokerlyzer, alat yang dirancang untuk mengukur kadar karbon monoksida (CO). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan usia paling banyak 46-65 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), jenis kelamin paling banyak laki-laki 25 orang (83,3%), status gizi paling banyak normoweight sebanyak 15 orang (50,0%), kebiasaan merokok paling banyak pada perokok sedang sebanyak 15 orang (50%), aktivitas olahraga paling banyak tidak dilakukan oleh 16 orang (53,3%), penggunaan APD paling banyak tidak digunakan oleh 27 orang (90%) dan masa bekerja banyak > 10 tahun yaitu 21 orang (70%). Terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi kadar karbon monoksida (CO) pada pekerja batu bata di Desa Saribumi, Pekon Wates Selatan, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung Tahun 2024.
Penyuluhan Berbasis Media Visual dan Diskusi Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Skrining HPV di RS Bintang Amin Bandar Lampung Azizah, Soffa Lifatul; Pandawa, Yudistira; Afifah, Sabrina Nurul; Fadilah, Enzelia; Badjiser, Dinda Nazla; Gusna, Abdillah Daniel; Hermawati, Diana; Haerulloh, Diar Muhamad; Kurniawan, Bambang
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.23497

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perempuan di Indonesia, yang sebagian besar dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Rendahnya cakupan deteksi dini sering kali disebabkan oleh kurangnya literasi kesehatan mengenai urgensi skrining rutin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Co-Ass di Poli Kebidanan RS Bintang Amin Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan intensi perilaku skrining HPV pada pasien. Metode pelaksanaan menggunakan edukasi langsung (direct counseling) di ruang tunggu poli melalui presentasi visual dan diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan program dilakukan secara detail  melalui perbandingan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner lisan terstruktur, serta observasi terhadap minat layanan lanjutan. Kegiatan ini melibatkan 8 peserta yang merupakan perempuan usia subur (PUS), ibu rumah tangga, serta pasien yang memiliki anak remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana pemahaman awal peserta mengenai etiologi HPV sebesar 20% meningkat menjadi 80–90% setelah intervensi. Dampak nyata dari kegiatan ini dibuktikan dengan 75% peserta (6 dari 8 orang) yang langsung melakukan konsultasi teknis terkait prosedur dan jadwal pemeriksaan IVA atau Pap smear di meja pendaftaran segera setelah sesi berakhir. Selain itu, 50% peserta menyatakan kesiapan untuk memulai dialog kesehatan reproduksi dengan anak remaja mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai bagian dari program promotif preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan.