Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Bullying Di SMPN XI Mataram Farida Herna Astuti; Dewi Rayani; Ni Made Sulastri
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v6i1.4054

Abstract

Bullying cases in schools have not been resolved optimally. This is very concerning and disturbing for those in the world of education because bullying behavior can have an impact on student behavior in the form of greater aggression in the future. In addition, it can also cause psychological disorders in the form of depression for victims. Providing effective intervention for perpetrators of bullying must be adjusted to the emotional condition of the perpetrator as well as the victim. Thus, one of the right approaches is to provide rational emotive behavior therapy (REBT). The basic assumption of the REBT approach is that it can improve the resilience of students who are victims of bullying to be better. This is proven after REBT counseling, students who are victims of bullying can still adapt to difficult situations and can carry out activities at school.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru di Yayasan Darul As-Shiddiqin Lombok Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru Lombok Timur Suharyani; Farida Herna Astuti; Ni Ketut Alit Suarti; Jessica Festi Maharani
Jurnal Dedikasi Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Lentera Mandalika Berinovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Pendidikan secara umum semakin rumit, bertambah banyak dan komplek. Salah satu permasalahan Pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu Pendidikan pada setiap jenjang satuan Pendidikan. Berbagai indikator mutu Pendidikan belum menunjukan peningkatanyang berarti. Sebagian sekolah terutama di kota-kota menunjukkan peningkatan Pendidikan yang cukup  menggembirakan, tetapi yang lainnya masih memprihatinkan. Rendahnya mutu Pendidikan di sekolahdisebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (a) Rendahnya sarana fisik sekolah; (b). Rendahnya kualitas guru; (c). Kurangnya pemerataan Pendidikan; (d). Rendahnya relevansi Pendidikan dengan kebutuhan; (e). Mahalnya biaya Pendidikan. Salah satu faktor mendasar yang menentukan tercapainya tujuan pendidikan nasional diatas adalah guru. Peran guru menjadi salah satu komponen yang penting dan strategis melalui kinerjanya. Kinerja guru sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan, akan tetapi kinerja guru ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan. Adapun kegiatan pelatihan ini dilaksanakanmerupakan sebuah upaya meningkatkan kompetensi guru agar bisa melaksanakan tugas-tugas pengabdiannya kepada bangsa dan Negara dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang terbagi dalam tiga tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pendampingan dan tindak lanjut. Tahap perencanaan telah ditetapkan hal-hal sebagai berikut: tempat/lokasi kegiatan dipilih di Yayasan Darul Ash-Shiddiqin Lombok desa Sepapan, Kecamatan JerowaruKabupaten Lombok Timur. Jenis kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru dalam implementasi kurikulum Merdeka. Tahap pelaksanaan berupa penyajian materi secara teori selama 2 kali pada bulan pertama dan dilanjutkan dengan pendampingan selama 5 bulan yang dibantu oleh mahasiswa  UNDIKMA program Studi PLS berjumlah 3 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman baru kepada para guru khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, terutama dalam penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan potensi local, penilaian kinerja Produk, Proyek, Portofolio dan Penilaian Sikap dan penilaian kinerja. Hal ini dikarenakan masih banyaknya guru yang menilai kinerja siswa tidak menggunakan rubrik penilaian.