Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PELATIHAN KESELAMATAN PENCEGAHAN KEBAKARAN TINGKAT RUMAH TANGGA PADA WARGA RT. 27 KELURAHAN TELUK LERONG ULU KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Dewi Novita Hardianti; Ida Ayu Indira Dwika L; Iwan M. Ramdan; Muhammad Sultan; Ika Wulan Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37745

Abstract

Kebakaran adalah salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Kebakaran paling sering terjadi dikawasan padat penduduk. Meski sudah merasa sangat berhati-hati dalam menggunakan perangkat dan peralatan yang menghasilkan api di dalam rumah. Banyak faktor yang dapat menjadi sumber penyebab kebakaran rumah salah satunya adalah kebocoran selang pada kompor gas dan konsleting listrik. Tujuan dari sosialisasi dan pelatihan dalam pengabdian masyarakat adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pencegahan kebakaran tingkat rumah tangga. Peserta yang terlibat dalam sosialisasi dan pelatihan meliputi dosen, tenaga kependidikan dan warga RT. 27 Kelurahan Teluk Lerong Ulu di Sekitar Fuel Terminal Kota Samarinda. Pelaksanaan kegitan dilaksanakan dengan metode penyampaian materi, praktik dan peninjauan hasil dari pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adanya peningkatan pengetahun terkait dengan pencegahan kebakaran yang ditinjau sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Sebelum kegiatan dilaksanakan, tingkat pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran sebesar 72%, namun setelah kegiatan pengabdian dilakukan meningkat menjadi 90%. Dengan demikan terjadi peningkatan pengetahuan warga sebesar 18%. Hal ini menunjukkan bahwa luaran dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan keselamatan pencegahan kebakaran ini berhasil. Diharapakan Kegiatan sosialisasi dan pelatihan seperti ini dapat tetap dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati serta perlu dilakukan simulasi tanggap darurat kebakaran tujuannya memberikan gambaran kepada seluruh warga sebagai antisipasi dalam menyelamatkan diri ketika kejadian kebakaran terjadi. Selain itu, simulasi ini juga dapat meminimalisasi akibat dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Enhancing Safety Culture in the Aviation Sector at East Kalimantan: A Study on Organizational, Group, and Individual Safety Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Dewi Novita Hardianti; Iwan M Ramdan; Muhammad Sultan; Ika Wulan Sari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6141

Abstract

The aviation industry operates in a high-risk environment where safety is paramount. Despite the implementation of Safety Management Systems (SMS), aviation incidents often highlight gaps not in compliance, but in safety culture—how individuals and organizations perceive and prioritize safety. A mature and robust safety culture can significantly reduce accidents and improve operational reliability. This study aims to explore and describe the safety culture profile in the aviation sector, particularly focusing on the maturity of safety practices at the individual, group, and organizational levels. A cross-sectional study was conducted using the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50), a validated instrument to assess safety culture. A total of 183 aviation workers from various operational units participated in the survey. In addition to quantitative analysis, focus group discussions (FGDs) were held with selected management and operational staff to provide contextual insights into survey findings. The results showed that the overall safety culture maturity level among respondents was categorized as proactive, with the highest scores in management commitment (85.0) and safety procedures (85.0). However, relatively lower scores were observed in risk perception (70.5) and work environment (70.0), indicating areas for targeted improvement. These findings suggest that while aviation organizations have made considerable progress in building a strong safety culture, further efforts are needed to enhance risk awareness at the individual level and improve environmental factors influencing safety behaviour. Interventions should emphasize participatory safety practices, continuous communication, and reinforcement of risk-based thinking