Aryani, Ni Luh Kade Dwi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN SISWA KELAS VI SDN 8 BANJAR ANYAR Aryani, Ni Luh Kade Dwi; Karmini, Ni Nyoman; Raka, I Nyoman
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 3 (2024): Edisi Khusus Desember 2024 SULUH PENDIDIKAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i3.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan menganalisis unsurunsur intrinsik cerpen siswa kelas VI SDN 8 Banjar Anyar setelah penggunaan model kooperatif tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 8 Banjar Anyar. Sedangkan populasinya merupakan siswa kelas VI yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian siklus I menyatakan bahwa 42,31% siswa masih belum memenuhi ketuntasan klasikal dalam materi menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen, sedangkan 57,69% siswa sudah memenuhi ketuntasan klasikal yang telah ditentukan. Hasil siklus II diperoleh data bahwa 3,85% siswa masih belum memenuhi ketuntasan klasikal, sedangkan 96,15% siswa sudah memenuhi ketuntasan klasikan yang telah ditentukan Berdasarkan peningkatan hasil mengalisis unsur-unsur intrinsik cerpen siswa dari siklus I ke siklus II maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kooperatif learning tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen siswa kelas VI SDN 8 Banjar Anyar.
MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MELALUI PENDEKATAN PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) DI KELAS VI SD NEGERI 8 BANJAR ANYAR Aryani, Ni Luh Kade Dwi; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VI SD Negeri 8 Banjar Anyar melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep IPA, observasi kreativitas siswa, serta wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PJBL mampu meningkatkan kreativitas siswa, yang terlihat dari keterlibatan mereka dalam diskusi, perancangan proyek, dan penyajian hasil eksperimen secara inovatif. Selain itu, pemahaman konsep IPA siswa mengalami peningkatan signifikan, yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata pretest dan posttest dari 65 menjadi 85 pada aspek konsep dasar IPA, serta dari 60 menjadi 82 pada aspek aplikasi konsep. Dengan demikian, PJBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa dan memperdalam pemahaman konsep IPA di sekolah dasar
MENINGKATKAN MINAT LITERASI BACA SISWA DI ERA DIGITAL : KELAS VI SD NEGERI 8 BANJAR ANYAR Aryani, Ni Luh Kade Dwi; I Ketut Sudarsana; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi baca siswa di Kelas VI SD Negeri 8 Banjar Anyar, khususnya di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital seperti e-book, aplikasi pembaca, dan video literasi memiliki dampak positif terhadap minat baca siswa, meskipun perlu ada keseimbangan dengan media cetak. Selain itu, motivasi guru yang melalui kegiatan interaktif dan penghargaan sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat baca. Dukungan orang tua juga memainkan peran penting, dengan menyediakan buku dan berdiskusi mengenai bacaan. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap buku yang relevan serta perbedaan minat siswa. Penelitian ini menyarankan untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital serta memperkuat kerjasama antara guru dan orang tua dalam meningkatkan literasi baca siswa.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI MEDIA KONKRET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 8 BANJAR ANYAR Aryani, Ni Luh Kade Dwi; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Banjar Anyar melalui penggunaan media konkret. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam materi pecahan, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep akibat metode pembelajaran yang masih bersifat abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 28 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret, seperti kertas lipat, potongan kue, dan benda-benda sehari-hari, dapat membantu siswa memahami konsep pecahan secara lebih nyata dan kontekstual. Terjadi peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II, pada siklus I dari 28 siswa hanya 17 siswa atau sekitar 60,7% yang berhasil mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membandingkan nilai pecahan atau menyusun urutan pecahan dengan benar, sedangkan pada siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Sebanyak 25 dari 28 siswa (89,3%) berhasil memperoleh nilai di atas KKM. Dengan demikian, penggunaan media konkret terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa Sekolah Dasar.