Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN CHROMEBOOK DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGANALISIS UNSUR UNSUR INTRINSIK CERITA PENDEK SISWA KELAS VI SD NEGERI 3 GUBUG Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; Karmini, Ni Nyoman; Raka, I Nyoman
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 3 (2024): Edisi Khusus Desember 2024 SULUH PENDIDIKAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i3.777

Abstract

Model problem based learning dilakukan dengan menghadapkan siswa pada permasalahan nyata pada kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri dalam memecahakan masalah dan mengupayakan berbagai macam solusinya, yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif. Namun dari refleksi yang penulis lakukan, ditemukan banyak siswa belum memenuhi KKTP pada materi menganalisis unsur – unsur intrinsik cerita pendek diakibatkan karena pendidik menggunakan metode ceramah dan media buku teks dalam pembelajarannya, tidak menggunakan model pembelajaran yang inovatif seperti PBL tersebut. Model PBL ini sangat sesuai jika dipadukan dengan media chromebook pada materi menganalisis unsur unsur intrinsik cerita pendek sehingga dapat meningkatkan motivasi dan fokus siswa dikarenakan bahan ajar dan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif dan kontekstual. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan tujuan, untuk mengetahui apakah model problem based learning berbantuan media chromebook dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menganalisis unsur unsur intrinsik cerita pendek. Partisipan yang terlibat berjumlah 20 orang siswa Kelas 6 sekolah dasar di Kabupaten Tabanan. Instrumen penelitian berupa lembar refleksi, modul ajar, lembar kerja peserta didik dan lembar soal evaluasi tiap siklusnya yang dijawab oleh siswa. Analisis data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi dari dokumen hasil belajar siswa di akhir proses pembelajaran tiap siklusnya dimana siswa yang mendapatkan nilai ? 65 dikategorikan tuntas, dan yang mendapatkan < 65 dikategorikan tidak tuntas. Untuk ketuntasan belajar klasikal siswa ditentukan berdasarkan presentase ketuntasan belajar siswa di kelas yaitu minimal 80%. Penemuan ini akan memberikan alternatif penggunaan model pembelajaran yang dipadukan dengan media teknologi kepada rekan – rekan pendidik lainnya untuk dapat memberikan dampak peningkatan hasil belajar siswa yang diampunya.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KONSEP PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI 3 GUBUG Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pecahan melalui penggunaan video pembelajaran sederhana di Kelas IV SD Negeri 3 Gubug. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pecahan, yang ditunjukkan oleh hasil evaluasi belajar dan kurangnya minat belajar siswa dalam pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa Kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes formatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 66,7%, dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran sederhana secara efektif dapat membantu siswa memahami konsep pecahan dengan lebih baik. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Hasil penelitian ini diperkuat oleh temuan-temuan serupa dari berbagai penelitian sebelumnya yang merekomendasikan media audiovisual sebagai alat bantu pembelajaran matematika di sekolah dasar.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VI SDN 3 GUBUG PADA MATA PELAJARAN IPAS Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.947

Abstract

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) telah terbukti sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi PBL dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas VI SDN 3 Gubug pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta kerja sama dalam tim. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Namun, beberapa tantangan dalam implementasi PBL mencakup kebutuhan waktu yang lebih panjang serta perlunya pelatihan bagi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis masalah secara efektif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga pendidik, sangat diperlukan agar PBL dapat diterapkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta keterampilan berpikir siswa di tingkat sekolah dasar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS VI SD NEGERI 3 GUBUG Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Ketut Sudarsana; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas VI SD Negeri 3 Gubug melalui penerapan kegiatan diskusi kelompok terbimbing pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 23 siswa kelas VI yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diskusi kelompok terbimbing berhasil meningkatkan keterampilan komunikasi siswa secara signifikan. Pada siklus pertama, siswa yang memiliki keterampilan komunikasi tinggi hanya mencapai 50%, namun pada siklus kedua, jumlah siswa yang mencapai keterampilan komunikasi tinggi meningkat menjadi 74%. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pembelajaran berbasis diskusi kelompok terbimbing dapat menjadi alternatif efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi siswa di sekolah dasar. Peningkatan keterampilan komunikasi siswa juga diharapkan dapat berdampak pada penguatan nilai-nilai karakter dan keterampilan sosial mereka.