Berangkat dari tantangan rendahnya hasil belajar IPAS dan kurang optimalnya pemanfaatan pembelajaran digital kontekstual di sekolah dasar, penelitian ini menjadi penting untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran masih belum dimaksimalkan sebagai sumber belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Web Google Sites berbasis Flipped Classroom dengan konteks Kearifan Lokal Bali guna meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi Harmoni dalam Ekosistem bagi peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling, dengan subjek penelitian melibatkan 168 peserta didik kelas V dari enam sekolah dasar di Gugus I Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner validasi, uji kepraktisan, serta pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 87,22% (kategori sangat baik) berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Uji kepraktisan memperoleh rata-rata 90,22% (kategori sangat baik) berdasarkan respons guru dan peserta didik. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar dari 52,14 pada pretest menjadi 81,67 pada posttest. Berdasarkan perhitungan N-gain, diperoleh nilai sebesar 0,62 yang termasuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Selain itu, uji-t berkorelasi menghasilkan nilai t = 31,74 dengan p = 0,000 (p < 0,05) dan hasil perhitungan effect size diperoleh sebesarĀ 2,45 menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan hasil belajar IPAS. Dengan demikian, media Web Google Sites berbasis Flipped Classroom dengan konteks Kearifan Lokal Bali layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran digital yang efektif dan bermakna di sekolah dasar.