Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peluang Peningkatan Pendapatan Petani di Kecamatan Abung Selatan dengan Usahatani Bawang Merah Lestari, Sri Puji; Sari, Yuni Elmita; Putro, Ungki Prabowo; Bakti, Aji Setiya; Handayani, Sri; Hidayat, Rizky
AgriMalS Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v4i2.1403

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas pertanian hortikultura yang dibutuhkan dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Kebutuhan bawang merah yang tinggi merupakan prospek untuk pengembangan usahatani bawang merah. Namun harga bawang merah yang fluktuatif akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh oleh petani. Pendapatan adalah bagian penting dalam kegiatan usahatani yang menunjukkan apakah usahatani yang dilakukan petani memberikan manfaat lebih atau tidak kepada petani. Komoditas pertanian baru di suatu wilayah akan mampu berkembang apabila dapat memberikan insentif kepada petani. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berupaya mengembangkan tanaman bawang merah dalam rangka pemenuhan kebutuhan lokal bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeatahui tingkat pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan dan untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan. Rata-rata pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara atas biaya sebesar Rp 5.439.354,17 per usahatani, dan rata-rata pendapatan atas biaya total sebesar Rp 2.165.931,55 per usahatani. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan berpeluang meningkatkan pendapatan petani.Nilai R/C rasio usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara adalah 2,36 (atas biaya tunai) dan 1,30 (atas biaya total). Hasil tersebut menunjukkan usahatani bawang merah layak untuk diusahakan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Konsumen Kopi Bubuk Cap Bintang Jaya Di Kabupaten Lampung Utara Soraya, Lulu; Lestari, Sri Puji; Sari, Yuni Elmita; Putra, Ungki Prabowo; Bakti, Aji Setiya
AgriMalS Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i1.1761

Abstract

study aims to to determine consumer satisfaction and analyze factors related to consumer satisfaction with Bintang Jaya Brand Ground Coffee in North Lampung Regency. Coffee is one of the leading commodities in this area, and Bintang Jaya Brand Ground Coffee faces tight competition in the local market due to price differences with competitors. This study was conducted with a quantitative approach using a survey method of 100 respondents selected by accidental sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Spearman's Rank correlation with a 5% confidence level through SPSS version 26. Consumers are satisfied with Cap Bintang Jaya Ground Coffee. This satisfaction is shown by a positive perception of coffee quality. In addition, consumers are also satisfied with the simple design of the coffee packaging. Consumers are satisfied with the price set, because consumers already know about the quality provided by Cap Bintang Jaya Ground Coffee. Consumers are satisfied with the experience gained when buying and consuming Cap Bintang Jaya Ground Coffee. And Cap Bintang Jaya Ground Coffee is easy to find on the market, this also affects farmer satisfaction. 2. Based on the results of the Spearman rank correlation analysis, it can be seen that the factors that are positively correlated with consumer satisfaction are product quality and place/location.
Pandangan Ekonomi Dan Kesadaran Lingkungan Petani Terhadap Penggunaan Varietas Padi MSP Di Kecamatan Kotabumi Utara Putra, Ungki Prabowo; Lestari, Sri Puji; Sari, Yuni Elmita; Bakti, Aji Setiya; Nufus, Zakiatun; Atik, Yansen
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1831

Abstract

Rice farming has received significant attention from the government, which aims to increase production. Problems that often occur in agriculture, especially rice farming, are unstable production and price uncertainty during the harvest season. Efforts have been made to minimize negative impacts economically and environmentally. One of the efforts made is by using MSP (Let's Prosper Farmers) rice varieties that have been certified as superior varieties. Economic perspectives and environmental awareness are important parts of agricultural sustainability. Sustainable agriculture, in addition to being profit-oriented, must also maintain the condition of the surrounding environment. North Kotabumi District is an area that has used the MSP rice variety. This study is expected to provide input and contribution to formulating appropriate strategies and policies to create a sustainable rice farming system, which is not only economically profitable but also environmentally friendly. The study was conducted in Talang Jali, Madukoro, and Wonomarto Villages in North Kotabumi District, North Lampung Regency. A total of 32 farmers became research respondents. The data collection technique used an interview technique using a Likert scale. Data analysis used qualitative descriptive. As many as 53.12% of farmers have a moderate category towards economic views in the use of MSP rice varieties. Farmers' environmental awareness is included in the high category with 59.37% of farmers having a positive perception of the environment.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Urin Kelinci di Desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Lestari, Sri Puji; Bakti, Aji Setiya; Sari, Yuni Elmita; Ilmiasari, Yeyen; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3010

Abstract

Petani sayur di Desa Abung Jayo menyadari bahwa lahan yang digunakan untuk berusahatani sayuran telah mengalami kerusakan.  Penggunaan input berbahan kimia dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan.  Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan petani untuk mengatasi kerusakan lahan.  Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk organik cair (POC).  Pupuk organik acair dapat dihasilkan dari limbah hewan ternak yaitu urin. Urin mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman yaitu Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K). Urin kelinci memiliki kandungan unsur N, P, dan K yang lebih baik dibandingkan hewan ternak lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada petani sayur di Desa Abung Jayo agar dapat memproduksi sendiri POC dan memanfaatkan limbah dari hewan ternak yaitu kelinci.  Metode pelatihan yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR).  Peserta membantu menyiapkan bahan, dan mempraktekkan langsung cara membuat POC dengan bimbingan pengabdi.  Peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan tertarik untuk mengaplikasikan POC pada tanaman sayuran yang ditanamnya, karena dari hasil pengujian menunjukkan efektivitas POC berbahan dasar urin kelinci.
Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Merah Di Kabupaten Lampung Utara Lestari, Sri Puji; Hidayat, Rizky; Sari, Yuni Elmita; Bakti, Aji Setiya; Handayani, Sri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Shallots are a newly grown commodity by farmers in North Lampung Regency, necessitating a study on the Shallot Farming Development Strategy in this region. This research seeks to identify the internal and external elements affecting the advancement of shallot cultivation in North Lampung Regency and to devise a strategy for its development. The respondents were determined using a census, comprising 24 farms. This research employs a survey methodology, utilising analytical tools such as IFAS, EFAS, and SWOT. This research identifies internal characteristics, with strengths including (1) the preservation of shallot harvests; (2) the land's proximity to the residence; (3) the applicability of an intercropping system; and (4) the potential for seed recultivation. The deficiencies are (1) the absence of granary or warehouse facilities for the storage of harvested crops; (2) the necessity for appropriate water and fertiliser. Identify external factors: the opportunity presented by (1) the limited production of shallots in North Lampung Regency; (2) governmental support for facilities and infrastructure; and (3) the active involvement of agricultural extension workers in promoting shallot growing. The challenges include (1) pest and disease infestations affecting shallot plants and (2) the presence of comparable items from external regions. The strategy for advancing shallot cultivation in Abung Jayo Village employs the SO strategy, which includes: (1) optimising land utilisation by acquiring information on shallot cultivation techniques from extension agents, (2) preserving harvests through the diversification of processed shallot products, and (3) enhancing communication among farmers, government, and traders to establish a local shallot market.