Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Terapi Gerak Aktif Pada Lansia Dengan Osteoarthritis indriani monica, muthia Natasya veronica; Hasmita; Dewi, Sandra; Armaita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.219

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit pada lutut, yang disebut degeneratif pada persendian, Osteoartritis (OA) Disebabkan oleh beberapa faktor, Penyakit ini ditandai dengan penampilan Kerusakan tulang rawan pada sendi lutut. Osteoarthritis menempati urutan ke-5 dari 15 penyakit terbanyak di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin sebanyak 86 lansia, yang terdiri dari 62 orang lansia yang berjenis kelamin laki-laki dan 24 orang lansia yang berjenis kelamin perempuan. Tujuan penelitian adalah mampu memberikan Asuhan keperawatan Pada Lansia dengan Osteoarthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus dengan sampel yang digunakan satu pasien. Penelitian dilakukan tanggal 26 februari sampai 1 maret 2024. Hasil penelitian masalah keperawatan yang ditemukan pada Ny J yaitu Nyeri kronis berhubungan dengan kondisi muskuloskletal kronis, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kekuatan sendi, resiko jatuh ditandai dengan kekuatan otot menurun. Setelah dilakukan implementasi dan evaluasi selama 5 hari masalah keperawatan nyeri kronis, gangguan mobilitas, resiko jatuh sebagian teratasi. Diharapkan kepada lansia dan pengasuh wisma dapat melanjutkan intervensi secara mandiri dan mencegah gejala penyakitnya serta rutin control kesehatan di klinik panti.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada An. N dengan Tuberculosis Maharani Putri, Dinda; Armaita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.254

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan Penyakit menular melalui udara yang mengandung kuman Mycrobacterium Tuberculosis yang dikeluarkan saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Penyakit ini memerlukan pengobatan yang lama yaitu 6 bulan. Kasus Tuberculosis di Indonesia pada tahun 2020, Indonesia berada pada posisi ketiga dengan beban jumlah kasus terbanyak, dan ditemukan jumlah kasus sebanyak 824.000 kasus sehingga tahun 2021 jelas tidak lebih baik, diperkirakan sebanyak 969.000 kasus Tuberculosis. Angka ini naik 17% dari tahun 2020. Insidensi kasus Tuberculosis di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang diantaranya yang menderita Tuberculosis. Tujuan peneliti ini adalah agar mampu memberikan Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Dengan Tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Hasil pengkajian An. N 18 Tahun mengalami Tuberculosis dengan tiga masalah yaitu defisit pengetahuan, bersihan jalan nafas tidak efektif, ansietas. Setelah evaluasi di dapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat yaitu menerima perawatan kesehatan masyarakat dan pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. Saran dari peneliti untuk keluarga adalah memahami cara perawatan dan pencegahan agar terhindar dari penyakit Tuberculosis, begitu juga perawat, instalansi rumah sakit dan pendidikan, di harapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sebagai acuan dalam pemberi pelayanan kesehatan.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Mellitus Tipe II Yunita, Anri; Novera, Milya; Armaita; Aprihatin, Yessy
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.255

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. International Diabetes Federation telah mengidentifikasi 10 negara dengan jumlah penderita tertinggi salah satunya Indonesia. Indonesia menempati peringkat kelima dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak yaitu sebesar 19,47 juta. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman penderita Diabetes Mellitus terbanyak di Kota Pariaman terdapat di Marunggi yaitu sebanyak 454 pasien. Data kunjungan pasien dengan diabetes yang didapatkan dari rekam medis Puskesmas Marunggi Kota Pariaman terus meningkat selama 2 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Marunggi selama 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah agar mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi Kota Marunggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi. Hasil pengkajian yaitu Ny. D 64 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga merasakan keluhan sering kesemutan di kedua tangan dan kaki,Ny. D juga mengatakan memiliki kebiasaan makan dimalam hari . Setelah evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat yaitu menerima perawatan kesehatan pada keluarga dengan penyakit diabetes dan menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. Saran dari penelitian ini untuk keluarga adalah diharapkan keluarga dapat lebih memperhatikan makanan yang dilarang bagi penderita diabetes mellitus.
The Analysis Study or Prevalence, Risk Factor, Diagnosis, Management and Complication of Pneumonia: A Comprehensive Systematic Review Bella Lucinta Rillova Arif Lubis; Dianni Arma Wahyu Setia Ningsih; Dewi Purwanti; Armaita; Linda Marni; Nomira Putri
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 9 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/vby0y936

Abstract

Introduction: Community-acquired pneumonia (CAP) is a significant global health concern, often leading to severe complications such as bacteremia, respiratory failure, and septic shock. Bacteremia, detected through blood cultures, is a critical indicator of systemic infection and is associated with worse clinical outcomes, including prolonged ICU stays and higher mortality rates. With the rise of antimicrobial resistance and advancements in vaccine research, understanding the current epidemiology and management of CAP, particularly bacteremic CAP, is essential. Methods: This systematic review adheres to PRISMA 2020 guidelines and aims to evaluate the prevalence, risk factors, diagnosis, management, and complications of CAP, with a focus on bacteremia. Studies published between 2019 and 2025 were included, focusing on diagnostic methods, treatment strategies, and outcomes. Data were extracted from PubMed, Embase, Cochrane Library, and Web of Science. Results: Nine studies were included, highlighting trends in diagnostic practices, antibiotic stewardship, and the effectiveness of various treatment regimens. Key findings include increased use of C-reactive protein (CRP) and chest X-rays (CXR) in primary care, the benefits of syndromic molecular testing for pathogen-directed treatment, and the comparative effectiveness of antibiotic regimens such as beta-lactam plus macrolide (BL+M) and fluoroquinolones (FQ). Studies also emphasized the importance of clinical evaluation in interpreting diagnostic results and the need for optimized antibiotic use to reduce complications. Conclusion: This review shows the importance of evidence-based diagnostic and treatment strategies for CAP, particularly in managing bacteremia. While advancements in diagnostics and treatment have improved outcomes, challenges such as antibiotic resistance and underutilization of risk stratification tools remain. Future research should focus on optimizing diagnostic accuracy, treatment efficacy, and antibiotic stewardship to improve patient outcomes.
Asuhan Keperawatan Lansia Pada Tn. S Dengan Hipertensi Fadillah, Resi; Dewi, Sandra; Hasmita; Armaita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.208

Abstract

Menurut data WHO tahun 2020, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke. Faktor risiko hipertensi terbagi menjadi dua: yang tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, genetik) dan yang dapat diubah (merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas, stres, obesitas, konsumsi alkohol). Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Kurai Taji, Kota Pariaman, dari 26 Februari hingga 2 Maret 2024. Diagnosis pasien mencakup nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan manajemen kesehatan yang tidak efektif. Intervensi meliputi farmakologi (obat) dan nonfarmakologi (relaksasi napas, istirahat bertahap, edukasi kesehatan). Evaluasi menunjukkan perbaikan tekanan darah, pengurangan nyeri, peningkatan kemampuan aktivitas, dan kesehatan umum. Pasien dianjurkan untuk mengelola nyeri, menjaga pola hidup sehat, dan rutin memeriksa tekanan darah.
PENERAPAN METODE STORY READING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK MUSTIKA BUNDA PEKANBARU Armaita
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2016): April
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of children aged 5–6 through the story reading method using the picture-based learning model at TK Mustika Bunda Pekanbaru. The method employed in this study was classroom action research. The classroom action implemented by the researchers involved using the story reading method through the picture-based learning model to enhance the speaking skills of children aged 5–6, which was observed by an observer. The sample consisted of 20 children at TK Mustika Bunda Pekanbaru, including 13 boys and 7 girls. Data collection techniques included observation of teachers and children, as well as assessment of the speaking abilities of children aged 5–6 when using the story reading method through the picture-based learning model. The results showed that the story reading method could improve the speaking skills of children aged 5–6 years at TK Mustika Bunda Pekanbaru. The percentage increase in speaking ability from the first cycle to the second cycle was 20.5%. The implication of this study is that, when properly applied, the story reading method through the picture-based learning model can effectively enhance the speaking skills of children aged 5–6 at TK Mustika Bunda Pekanbaru.