Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Transformation of E-government Through The Regional Government Information System (SIPD) at The Regional Human Resource Development Agency of South Sumatra Province: Transformasi E-Government Melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sumatera Selatan Farhan Fasha Syuhada; Julian, Christofer; Iriani , Atrika; Chairani, Annisa Larasati; Austin, Trecy
JURNAL ISIP VOICE : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 2 (2024): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jiv.v3i2.1021

Abstract

This study discusses the transformation of e-Government through the implementation of the Regional Government Information System (SIPD) at the Regional Human Resource Development Agency (BPSDMD) of South Sumatra Province. The purpose of this research is to analyze how SIPD implementation improves efficiency, transparency, and accountability in regional financial management, as well as to identify the challenges faced during its implementation. The method used is a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and document analysis. The results show that SIPD enhances efficiency in planning and budgeting processes, and improves data integration. However, challenges such as technological infrastructure limitations and human resource readiness remain obstacles. The conclusion of this study is that SIPD implementation at BPSDMD South Sumatra contributes to better governance, but requires improvements in human resource competencies and technology infrastructure reinforcement.
Implementasi Core Values ASN BerAKHLAK dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kejaksaan Negeri OKU Selatan Nabila Shalsabila; Putra, Raniasa; Iriani, Atrika; Chairani, Annisa Larasati
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v10i1.4922

Abstract

This study aims to determine and analyze how the implementation of core values ASN BerAKHLAK in improving employee performance at the Public Prosecutor's Office of South Ogan Komering Ulu, to know and analyze what are the inhibiting factors in the process of implementing core values ASN BerAKHLAK in improving employee performance at the Public Prosecutor's Office of South Ogan Komering Ulu. The research method was carried out with a descriptive qualitative approach to explore and analyze the implementation of core values ASN Berakhlak in improving employee performance at the South Ogan Komering Ulu State Prosecutor's Office. This research focuses on data collection through in-depth interviews with employees who are directly involved in public services at South Ogan Komering Ulu Public Prosecutor's Office.  The results of the study revealed that the implementation of the core values of a moral ASN at the South Ogan Komering Ulu Public Prosecutor's Office, which consist of service-oriented, accountable, competent, harmonious, loyal, adaptable and cooperative, is an important foundation for building an effective work culture in government agencies. These values not only improve the performance of employees, but also strengthen their commitment to public service.
Peran Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Pencegahan Stunting Di Masyarakat Hapsari, Rindy Putri; Chairani, Annisa Larasati
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1636

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program yang hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang miskin dan rentan. Kemiskinan merupakan masalah utama yang saat ini masih terjadi di Indonesia dengan jumlah masyarakat miskin sekitar 25,22 jiwa pada tahun 2024. Kemiskinan merupakan salah faktor utama terjadi stunting pada anak, hal tersebut disebabkan ketidakmampuan keluarga untuk memberikan asupan makanan bergizi pada ibu hamil, pemeriksaan kesehatan rutin untuk ibu hamil, dan asupan makanan bergizi pada bayi dibawah 5 tahun. Stunting merupakan isu yang cukup menjadi perhatian di Indonesia dengan jumlah 4.482.340 bayi dibawah lima tahun mengalami kondisi stunting di tahun 2024. Kehadiran Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menekan angka stunting dengan pemberian bantuan uang dan pendampingan yang diberikan oleh Pendamping Sosial PKH dalam bentuk pelatihan. Pendamping Sosial PKH merupakan aktor yang memiliki peran penting dalam mengimplementasikan Program Keluarga Harapan (PKH), mereka merupakan aktor yang memiliki interaksi langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sehingga penelitian ini akan membahas mengenai peran dari Pendamping Sosial PKH dalam pencegahan stunting di masyarakat.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Budidaya Ikan Lele sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Masruroh, Ina; Iriani, Atrika; Chairani, Annisa Larasati
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.5947

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Lele Mandiri (KULM) yang berfokus pada peningkatan kemampuan budidaya ikan lele. KULM di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang terdiri dari beberapa pelaku usaha sejak tahun 2008, mulai dari pembibitan ikan lele hingga usaha pembesaran ikan lele, pada lahan seluas 2 hingga 8 kavling yang terdiri dari 7 hingga 10 kolam tanah. Metode budidaya yang digunakan adalah metode padat tebar yang memelihara 1.000 hingga 5.000 ekor ikan lele per meter kubik kolam. Permasalahan yang dihadapi kelompok usaha ikan lele ini meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam produksi, seperti pembuatan pakan yang masih tradisional dan tidak efisien, serta kesulitan dalam mengelola sisa pakan di kolam yang menyebabkan pertumbuhan ikan lele tidak optimal dan ketidakseimbangan pH air yang berujung pada kematian ikan serta belum adanya pelatihan terkait pemasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan alat serta inovasi teknologi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen budidaya yang baik, pelatihan difokuskan pada pembuatan pakan alternatif berbahan lokal yang lebih efisien, dan pendampingan diberikan untuk implementasi teknologi sederhana dalam pengelolaan kualitas air kolam. Hasil dari kegiatan ini 90% peserta menunjukkan pemahaman yang signifikan dalam produktivitas usaha budidaya ikan lele. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya ikan lele yang lebih efisien dan berkelanjutan. Intervensi berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan inovatif ini tidak hanya berhasil meningkatkan kapasitas teknis mitra, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal dalam jangka panjang.