Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kampar Galesong’s Donuts; Historical Development Top 5 South-Sulawesi Culinary Destination from Takalar Regency yusuf, Hardyansyah; Muhammad Kamal Zubair; St Aminah; Mahsyar; Andi Bahri Soi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 4: October 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i4.4800

Abstract

This study aims to analyse the historical development of Kampar Galesong Donut as one of five top culinary destination in South Sulawesi Province. A qualitative description with a historical approach was used in this research method. The respondents to this research is Kampar Galesong Donut’s owners. In depth interview is required in this research inorder to get valid data. Result of this research are Kampar Galesong Donuts business began in 2017 and went viral on social media by the end of 2019. Kampar Galesong Donuts are among the top five culinary tourism destinations in South Sulawesi Province and can become a popular Takalar snack. There are several obstacles to be conquered, which peaked during the COVID-19 pandemic, when the Kampar Galesong Donuts business saw an 80% decrease in turnover as a result of the government's social distancing regulations. Donut Kampar Galesong currently has four branches and one shop dedicated to sponge cakes under the brand "Boluna DKG”.
Keharaman Nikah Siri dan Pandangan Masyarakat Enrekang: The Prohibition of Secret Marriage and the Views of the Enrekang Community Mahsyar; Muhammad Ilyas
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6647

Abstract

Penelitian ini menggali larangan pernikahan siri dan mengkaji perspektif masyarakat Enrekang di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pernikahan siri, yang didefinisikan sebagai praktik menikah beberapa kali melalui perceraian berturut-turut atau kematian pasangan, dipandang berbeda lintas budaya dan sistem hukum. Memanfaatkan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei dan wawancara, penelitian ini menilai sikap masyarakat terhadap pernikahan siri dan mengeksplorasi faktor-faktor budaya, agama, dan hukum yang mendasari yang memengaruhi pandangan ini. Temuan ini menunjukkan dominasi persepsi negatif tentang pernikahan siri di Enrekang, sebagian besar dibentuk oleh nilai-nilai tradisional dan ajaran Islam yang menekankan stabilitas Pernikahan dan mencegah perceraian. Studi ini berkontribusi pada pemahaman norma-norma Pernikahan regional dan menyarankan implikasi bagi kebijakan dan pendidikan masyarakat untuk mengatasi stigmatisasi yang terkait dengan pernikahan kembali siri.
Ruang Ijtihad dalam Pelaksanaan Ibadah Mahdah: Ijtihad Room in the Implementation of Mahdah Worship Mahsyar; Ambo Dalle
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7193

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi konsep Ruang Ijtihad dalam konteks penerapan Ibadah Mahdah, dengan fokus pada bagaimana penalaran individu diterapkan pada praktik keagamaan yang khusyuk di kalangan umat Islam. Ibadah Mahdah mengacu pada ritual devaqah murni yang dilakukan semata-mata untuk ibadah kepada Allah, termasuk sholat harian (Salat), puasa selama Ramadhan, dan haji. Studi ini menyelidiki kerangka hukum yang memungkinkan ijtihad (penalaran independen) ketika menafsirkan teks dan ritual agama di mana bimbingan eksplisit dari Al-Qur'an dan Hadis ambigu atau tidak ada. Melalui metodologi kualitatif yang menggunakan analisis tekstual dan wawancara dengan ulama agama, penelitian ini mengidentifikasi batas-batas dan peluang untuk ijtihad dalam Ibadah Mahdah. Ini membahas bagaimana isu-isu kontemporer dan keadaan yang berubah memengaruhi penerapan ijtihad, membantu menyesuaikan praktik ibadah dengan konteks modern sambil mempertahankan nilai-nilai intrinsiknya. Temuan ini menyoroti interaksi dinamis antara tradisi dan penilaian pribadi, menunjukkan kemampuan beradaptasi yurisprudensi Islam untuk mengakomodasi tantangan baru sambil menjaga integritas agama.
OPTIMIZATION OF ZAKAT MANAGEMENT IN MICRO BUSINESS EMPOWERMENT: A CASE STUDY OF BAZNAS PANGKEP REGENCY Anwar, Muhammad; Mahsyar; Semauin, Syahriyah; Andi Bahri; Musmulyadi
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat has a strategic role in the Islamic economic system, not only as a religious obligation but also as an instrument of economic empowerment. This research was conducted to analyze the management of zakat by BAZNAS Pangkajene and Islands Regency, especially in empowering micro businesses as an effort to improve community welfare. The background of this research is the great potential of zakat in Indonesia, which is often not optimally utilized, especially in supporting micro businesses. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with key informants, including BAZNAS managers, mustahik, and muzakki, as well as document analysis. The data collection process involved direct observation, structured interviews and literature study. Analysis was conducted inductively to explore patterns, meanings, and relevant experiences. The results showed that the management of zakat in BAZNAS Pangkajene and Islands Regency was carried out in a structured manner through the stages of planning, organizing, directing, coordinating, and supervising. This approach allows zakat to be distributed effectively and on target. Findings also show that well-managed zakat can help mustahiks develop micro-enterprises, thus contributing to their transformation into muzaki. However, challenges in community education, coordination, and supervision still require attention. The implication of this research is the need for innovation in zakat management to maximize its impact on micro business empowerment. Data-driven approach, cross-sector synergy, and integrated training program can strengthen the role of zakat as an instrument of sustainable economic development. This research provides an important contribution to the development of a more strategic and effective zakat policy.