Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Branding UMKM Camilan Khas Madura melalui Pelatihan dan Pendampingan Desain Logo untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk: Pengabdian Jannatul Firdaus; Nurul Hidayat; Najiatun; Hertin Khalifatun Nisa Arifah; Edi Awan; Rahmat Zulkarnain
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2652

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, termasuk UMKM camilan khas Madura yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Namun, lemahnya aspek branding, khususnya desain logo, masih menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat branding UMKM camilan khas Madura melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan desain logo berbasis identitas lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang mencakup tiga tahap utama: (1) pelatihan dasar desain logo dan branding, (2) pendampingan individual dalam pembuatan logo, dan (3) monitoring serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80% UMKM peserta berhasil memiliki logo baru yang mencerminkan identitas lokal dan diaplikasikan secara konsisten pada kemasan produk. Dampak utama dari program ini meliputi peningkatan citra profesional produk, penguatan identitas lokal, meningkatnya rasa percaya diri pelaku UMKM, serta bertambahnya minat konsumen. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan desain logo terbukti efektif dalam meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM camilan khas Madura di pasar yang semakin kompetitif.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Usaha Empu Keris di Desa Wisata Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep melalui Penyusunan Business Model Canvas dan Penguatan Pemasaran Digital: Pengabdian Nur Diana Khalida; Rahmat Zulkarnain; Ahmad Syauqi; Hanifah Fauziyah; Any Sani’atin; Nurul Hidayat hidayat; Wakik; Najiatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5567

Abstract

Kerajinan keris merupakan produk budaya tradisional yang memiliki nilai historis, filosofis, dan ekonomi tinggi, namun belum sepenuhnya didukung oleh kemampuan pengelolaan usaha yang memadai. Empu dan pengrajin keris di Desa Wisata Aeng Tong-Tong, Kabupaten Sumenep, menghadapi berbagai permasalahan, antara lain belum tersusunnya model bisnis yang terstruktur serta minimnya pemanfaatan pemasaran digital dalam pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha empu keris melalui pendampingan penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan penguatan strategi pemasaran digital sebagai upaya mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang meliputi pelatihan penyusunan BMC, pendampingan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap struktur model bisnis, segmentasi pasar, dan strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas manajerial, perluasan wawasan pasar, serta kepercayaan diri empu dalam mengembangkan usaha secara lebih terencana dan berorientasi pasar. Program ini memberikan dampak multidimensional, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat kesadaran mitra akan pentingnya strategi bisnis untuk menjaga keberlanjutan kerajinan keris sebagai warisan budaya. Kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model pemberdayaan pengrajin berbasis potensi lokal yang terintegrasi antara penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.