Kerajinan keris merupakan produk budaya tradisional yang memiliki nilai historis, filosofis, dan ekonomi tinggi, namun belum sepenuhnya didukung oleh kemampuan pengelolaan usaha yang memadai. Empu dan pengrajin keris di Desa Wisata Aeng Tong-Tong, Kabupaten Sumenep, menghadapi berbagai permasalahan, antara lain belum tersusunnya model bisnis yang terstruktur serta minimnya pemanfaatan pemasaran digital dalam pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha empu keris melalui pendampingan penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan penguatan strategi pemasaran digital sebagai upaya mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang meliputi pelatihan penyusunan BMC, pendampingan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap struktur model bisnis, segmentasi pasar, dan strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas manajerial, perluasan wawasan pasar, serta kepercayaan diri empu dalam mengembangkan usaha secara lebih terencana dan berorientasi pasar. Program ini memberikan dampak multidimensional, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat kesadaran mitra akan pentingnya strategi bisnis untuk menjaga keberlanjutan kerajinan keris sebagai warisan budaya. Kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model pemberdayaan pengrajin berbasis potensi lokal yang terintegrasi antara penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.