Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Daya Saing UMKM Camilan Khas Madura melalui Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan Produk dengan Teknologi Vacuum Sealer dan Labelisasi: Pengabdian Najiatun; Khas, As'adi; Nur Diana Khalida; Wakik; Hidayat, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2667

Abstract

UMKM camilan khas Madura memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal, namun menghadapi kendala serius pada aspek pengemasan. Kemasan yang masih sederhana menyebabkan produk tidak tahan lama, kurang higienis, dan sulit menembus pasar modern. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pengemasan produk dengan teknologi vacuum sealer serta penerapan labelisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, meliputi identifikasi masalah, pelatihan teknis, pendampingan praktik, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan signifikan dibandingkan sebelum program. Sebelum intervensi, daya simpan produk rata-rata hanya 3–5 hari, kemasan tidak kedap udara, dan mayoritas tidak memiliki label standar. Setelah pelatihan, daya simpan meningkat menjadi 15–20 hari, kemasan lebih higienis dan menarik, serta seluruh produk dilengkapi label informatif sesuai standar pasar modern. Dampak positif juga terlihat dari peningkatan kepercayaan diri pelaku usaha dan kenaikan penjualan rata-rata hingga 30%. Dengan demikian, penerapan teknologi vacuum sealer dan labelisasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, dan membuka akses UMKM camilan khas Madura menuju pasar yang lebih luas.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Usaha Empu Keris di Desa Wisata Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep melalui Penyusunan Business Model Canvas dan Penguatan Pemasaran Digital: Pengabdian Nur Diana Khalida; Rahmat Zulkarnain; Ahmad Syauqi; Hanifah Fauziyah; Any Sani’atin; hidayat, Nurul Hidayat; Wakik; Najiatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5567

Abstract

Kerajinan keris merupakan produk budaya tradisional yang memiliki nilai historis, filosofis, dan ekonomi tinggi, namun belum sepenuhnya didukung oleh kemampuan pengelolaan usaha yang memadai. Empu dan pengrajin keris di Desa Wisata Aeng Tong-Tong, Kabupaten Sumenep, menghadapi berbagai permasalahan, antara lain belum tersusunnya model bisnis yang terstruktur serta minimnya pemanfaatan pemasaran digital dalam pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha empu keris melalui pendampingan penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan penguatan strategi pemasaran digital sebagai upaya mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang meliputi pelatihan penyusunan BMC, pendampingan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap struktur model bisnis, segmentasi pasar, dan strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas manajerial, perluasan wawasan pasar, serta kepercayaan diri empu dalam mengembangkan usaha secara lebih terencana dan berorientasi pasar. Program ini memberikan dampak multidimensional, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat kesadaran mitra akan pentingnya strategi bisnis untuk menjaga keberlanjutan kerajinan keris sebagai warisan budaya. Kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model pemberdayaan pengrajin berbasis potensi lokal yang terintegrasi antara penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.