Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Pemikiran Al-Farabi dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam: (Studi Kasus di SMKN 3 Kota Bekasi) Gawi Yulianti; Nurhayatin; Iyad Suryadi; Helmawati
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Vol. 2 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/injuries.v2i3.127

Abstract

According to Al-Farabi education is a means of acquiring a series of values, knowledge and skills. According to Al-Farabi, Islamic education must emphasize the formation of morals and reason. The use of reason to acquire knowledge must be accompanied by the development of good morals or character. The purpose of this writing is to find out the background of Al-Farabi's biography, life and thoughts regarding Al-Farabi's education with Islamic education in this modern era and how it is relevant to the concept of Islamic religious education (PAI) at SMAN 3 Bekasi City. The method used is descriptive qualitative method. Researchers collected data sources through text literature, both books, journals, and articles and interviews, observations related to this discussion. The research results show that Al-Farabi was a Muslim philosopher and scientist who mastered various fields of science and language. According to Al-Farabi, educational thinking is to prioritize the formation of morals. According to Al-Farabi, knowledge is clean, and can only be obtained by people who have a clean heart and good morals. In the educational process, according to Al-Farabi, a student must pay attention to every difference in the potential of the student. There is relevance to the religious education implemented at SMAN 3 Bekasi City in the form of moral education and the formation of good morals through religious spiritual habits. Keywords: Al-Farabi; Moral Thinking; Islamic Religious Education
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan Gawi Yulianti; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.
Manajemen Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk Meminimalisir Kegiatan Negatif Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Negeri 3 Kota Bekasi ) Gawi Yulianti; Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1409

Abstract

Tujuan praktek kerja lapangan (PKL) yang dilakukan di SMK Negeri 3 Kota bekasi agar terbiasa dengan keadaan dunia kerja yang sebenarnya, sehinga membentuk kepribadian yang baik. Dilihat begitu penting suatu lembaga pendidikan salah satunya SMK Negeri 3 Kota Bekasi melaksanakan Praktek Kerja diberbagai DUDI dan juga Instansi sebagaimana menjadi bekal bagi siswa kedepanya mengingat praktek kerja industry adalah program wajib para siswa SMK Negeri 3 Kota Bekasi untuk menentukan naik tidaknya siswa di kelas berikutnya sebab praktek kerja industry adalah nilai laporan hasil belajar siswa. Sehubungan dengan lingkungan sehari-hari siswa dampak negative dikalangan siswa, maka peneitian ini akan membahasa bagaimana manajemen yang dilakukan pihak sekolah kepada siswa PKL SMK Negeri 3 Kota Bekasi sehingga dapat meminimalisir kegiatan negatif dan kenakalan siswa. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. penelitian ini menggunakan tiga metode yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif pada umumnya, yaitu (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) studi dokumentasi. Sedangkan sumber data yaitu Kepala Sekolah, Kepala Jurusan Teknik Komputer dan jaringan, WakaHUMAS Pokja Dan PKL, Siswa Praktek Kerja Lapangan, DUDI Dan Instansi. Hasil penelitian ini bahwa program Praktik Kerja Lapangan (PKL) apabila diatur dengan baik maka akan memberikan dampak positif terhadap siswa PKL. Nilai-nilai pendidikan karakter tertanam dalam diri peserta didik berjumlah 18 butir yaitu: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, Semangat kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, cinta damai, Gemar membaca, Peduli linkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab. Sehingga nilai positif ini akan meminimalisir kegiatan yang negatif dilakukan oleh siswa PKL.
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan Gawi Yulianti; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.