Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Science

Efektifitas New Bobath Concept Terhadap Peningkatan Fungsional Pasien Stroke Iskemik dengan Outcome Stroke Diukur Menggunakan Fungsional Independent Measurement (Fim) dan Glasgow Outcome Scale (GOS) Di RSUDZA 2018 Imran; Faridah; Fithriany; Rahmadsyah; Sayed Ichwanus Shafa; Devi Yanti
Journal of Medical Science Vol 1 No 1 (2020): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.33 KB) | DOI: 10.55572/jms.v1i1.4

Abstract

Serangan stroke sering menyebabkan penderitanya mengalami disabilitas motorik seperti spastisitas atau kontraktur sendi sehingga kondisi ini perlu dicegah sejak awal terkena stroke. Salah satu usaha untuk mengatasi ini adalah tindakan fisioterapi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas tindakan fisioterapi New Bobath Concept dibanding fisioterapi pasif terhadap kemampuan fungsional dan keluaran pasien stroke iskemik. Ini merupakan penelitian eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 20 pasien stroke iskemik yang dibagi 2 kelompok, masing-masing 10 pasien, yaitu: kelompok yang dilakukan fisioterapi New Bobath Consept dan kelompok yang dilakukan fisioterapi pasif. Semua subjek penelitian dilakukan penilaian kemampuan fungsionalnya menggunakan Fungsional Independent Measure (FIM) dua kali saat masuk dan keluar rumah sakit dan keluarannya dinilai menggunakan Glasgow Outcome Scale (GOS) dilakukan saat pasien keluar rumah sakit. Skor FIM rerata saat pasien masuk rumah sakit pada kelompok fisioterapi Bobath adalah 27.8 + 12.3 dan pada kelompok fisioterapi pasif adalah 20.2 + 7.2, p=0.109, saat keluar rumah sakit pada kelompok fisioterapi Bobath adalah 48.0 + 15.3 dan pada kelompok fisioterapi pasif adalah 28.0 + 10.1, p=0.003. Terdapat perbedaan skor GOS pada kelompok Fisioterapi Bobath (3.0 + 0.9) dan kelompok Fisioterapi Pasif (2.2 + 0.4) dengan p=0.025 dimana outcome pasien kelompok fisioterapi Bobath lebih baik daripada kelompok fisoterapi pasif. Fisioterapi Bobath lebih baik dibanding fisioterapi pasif untuk memperbaiki fungsional pasien stroke iskemik fase akut. Outcome pasien saat keluar rumah sakit yang diukur menggunakan skor GOS menunjukkan bahwa kelompok fisioterapi Bobath lebih efektif daripada kelompok fisioterapi pasif.
Pengaruh Terapi Qur'anic Healing dengan Glasgow Coma Scale dan Vital Sign pada Pasien Penurunan Kesadaran di RSUD dr. Zainoel Abidin Fithriany; Sabrizal Ishak; Rima Novita Sari; Nasaie; Firly Ratsmita; Nazriati
Journal of Medical Science Vol 4 No 1 (2023): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v4i1.74

Abstract

Qur’anic healing merupakan sebuah teknik terapi penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran yang mu’tabaroh kepada pasien sesuai  ketentuan Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW.Penurunan kesadaran merupakan kondisi dimana otak mengalami defisiensi fungsi yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit seperti stroke, diabetes melitus, trauma, sepsis dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan diruang  High Care Unit Medical RSUDZA dengan responden pasien yang mengalami penurunan kesadaran akibat sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi qur’anic healing dalam mempengaruhi outcome pasien dengan penurunan kesadaran akibat sepsis menggunakanGlasgow Coma Scale(GCS) dan Vital Sign. Metode penelitianQuasi Experimentaldengan two grup pre-post test design dan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan subjek penelitian sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Subjek penelitian sebanyak 24 responden dibagi dua kelompok perlakuan. Kelompok satu 12 reponden mendapatkan perlakuan terapi qur’anic healing dilakukan langsung oleh ustadz/ah, kelompok dua 12 reponden mendapatkan perlakuan terapi qur’anic healing dengan cara memperdengarkan audio. Hasil analisis uji-T yang membandingkan perubahan GCS dari dua metode perlakuan secara langsung atau memperdengarkan audio menunjukkan p-value= 0,001 (≤0,05). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan GCS metode langsung dan audio adalah nyata. Sedangkan Uji mann whitney membandingkan perubahan vital sign dari dua metode perlakuan, menunjukkan ada pengaruh metode terhadap perubahan vital sign. Hasil uji mann whitneyberturut turut systole, diastole, nadi, respirasi, dan suhu=0.317, 0.317, 1.00, 1.00, 0.546 yang semuanya > dari 0.05 maka perbedaan vital sign metode langsung dan audio adalah tidak nyata. Walaupun tidak nyata ada kecenderungan vital sign dari metode langsung lebih baik dibandingkan metode audio di setiap aspek yang diamati kecuali di aspek nadi yang perubahan keduanya sama. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terapi qur’anic healing berpengaruh terhadap kestabilan vital sign sertapeningkatan GCS pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran.