Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA GAMBAR INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR ALAM BENDA PEBELAJAR MTsN 2 PONTIANAK Nazriati, .; ., Aunurrahman; Astuti, Indri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 7 (2016): JULI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.317 KB)

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil pengamatan awal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengembangkan model multimedia gambar interaktif, (2) mengetahui efektifitas multimedia gambar interaktif, (3) mengetahui kemampuan menggambar pebelajar yang diberikan multimedia. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian ini adalah pebelajar kelas VII  Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 76 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data penelitian dan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa multimedia gambar interaktif sangat efektif digunakan pada pembelajaran menggambar alam benda dan dapat meningkatkan kemampuan pebelajar dalam menggambar  alam benda.  Peningkatannya dari sebelum menggunakan multimedia gambar interaktif pebelajar yang tuntas satu pebelajar setelah diberikan multimedia lima belas pebelajar yang tuntas (100%) Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Gambar Interaktif, Menggambar Alam Benda Abstract: Based on the results of  preliminary observations at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak, the research  was conducted with the purpose of  (1) to develop a model interactive multimedia images, (2) determine the effectiveness of multimedia interactive images, (3) determine the ability of learner to draw a given multimedia. This study is the kind of the development  research with quantitative and qualitative approaches. The object of this study is the learners class VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak in the academic year 2015/2016 which amounted to the 76 students. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Based on research data and results obtained conclusion that multimedia interactive images is effectively used learning to draw the nature of things and can increase the ability of learners in a natural draw objects. The increase from prior use of multimedia imeges interactive learners  who complete a given multimedia learners after fifteen learners who complete (100%).   Keyword: Development, Multimedia Interactive Images, Natural Draw Objects
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Pengetahuan Metakognitif Siswa Pada Materi Hidrolisis Armiati, Sri Eni; Effendy, Effendy; Nazriati, Nazriati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 5: MEI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i5.14594

Abstract

Abstract: The aims of this study is to investigate the effect of guided inquiry learning and verification of metacognitive knowledge of Grade XI science students on hydrolysis topic. The research used quasi experiment design. The analysis is done using t-test at 5% significance. The results showed that there was an influence of metacognitive knowledge that was learned using guided inquiry with verification. The students who are taught by the guided inquiry model have higher metacognitive knowledge than thatof are tought by verificationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dan verifikasi terhadap pengetahuan metakognitif siswa kelas XI IPA pada materi hidrolisis. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Analisis dilakukan menggunakan Uji t pada tarif signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan metakognitif yang dibelajarkan menggunakan inkuiri terbimbing dengan verifikasi. Siswa yang diajarkan menggunakan model inkuiri terbimbing mempunyai pengetahuan metakognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan verifikasi.
MISCONCEPTION OF STUDENTS ON MULTIPLE REPRESENTATION OF CHEMICAL EQUILIBRIUM SHIFT Bertalina Timanoyo; Effendy Effendy; Nazriati Nazriati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 8, No 4: December 2020
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v8i4.14085

Abstract

Abstract: This study aims to analyze students' misconceptions about shifts in chemical equilibrium by using a two-tier multiple choices diagnostic test based on multiple representations. The design of this study is descriptive. The research subjects were second-semester students of Chemistry Department A, B, and I classes in Malang State University in 2018/2019 Academic Year totaling 60 students. The reliability of the diagnostic test is 0.86. The results showed that students' misconceptions of the factors affecting chemical equilibrium shifts identified 9 misconceptions with an average percentage of misconceptions below 30%. Misconceptions also often occur in students when associated with submicroscopic representation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa tentang  pergeseran kesetimbangan kimia dengan menggunakan tes diagnostik two-tier multiple choice berbasis multipel representasi. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 2 Jurusan Kimia kelas A, B dan I Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2018/2019 yang berjumlah 60 mahasiswa. Reliabilitas tes diagnostik sebesar 0,86. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi mahasiswa pada faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia teridentifikasi 9 miskonsepsi dengan rata-rata persentase miskonsepsi dibawah 30%. Miskonsepsi juga sering terjadi pada mahasiswa apabila dikaitkan dengan representasi submikroskopik
Korelasi Pengetahuan Metakognitif dan Kemampuan Problem Solving Siswa pada Topik Larutan Penyangga dengan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning dan Verifikasi Ahmad Gilang Indra Salam; Effendy Effendy; Nazriati Nazriati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i9.13977

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation of metacognitive knowledge and problem solving abilities of students who are taught with the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) and Verification learning model on buffer solution material. This study uses a test instrument at the end of learning. The research sample was conducted in two research classes at SMAN 1 Karangrejo Tulungagung. The test instrument used consisted of 2 types of tests with the topic of buffer solution material in the category of metacognitive knowledge and problem solving abilities with instrument reliability values with Cronbach alpha of 0.779 and 0.728 with high categories. Pearson product-moment correlation test resul1ts in research data indicate a strong correlation between metacognitive knowledge and problem solving ability with (rcount = +0954) with the most influential metacognitive component, conditional knowledge (rcount = +0.802).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan verifikasi pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan instrumen tes di akhir pembelajaran. Sampel penelitiannya dilakukan pada dua kelas penelitian di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung. Instrumen tes yang digunakan terdiri dari dua jenis tes dengan topik materi larutan penyangga dalam kategori pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving dengan nilai reliabilitas instrumen dengan cronbach alpha 0,779 dan 0,728 dengan kategori tinggi. Hasil uji Pearson product-moment correlation pada data penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving dengan (rhitung=+0.954) dengan komponen metakognitif yang paling berpengaruh yaitu pengetahuan kondisional (rhitung=+0.802).
Miskonsepsi Asam Basa Berbasis Multipel Representasi pada Lintas Jenjang Pendidikan Isnaini Yunitasari; Hayuni Retno Widarti; Nazriati Nazriati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13082

Abstract

Abstract: This study aims to describe acid-base misconceptions across levels of education using multiple representation based diagnostic tests. The research method is quantitative descriptive. Analysis process of misconceptions using modified CRI. The validity of diagnostic tests is between 0.197 to 0.798, and reliability is 0.753 and 0.626. The research subjects were 224 people consisting of class XI students, class XII students, second semester students, and 4th semester students. The results showed that the average percentage of acid-base misconceptions in class XI students to 4th semester students respectively was 50.30%; 56.84%; 53.81%; and 41.07%. Misconceptions that often occur in students and students related submicroscopic representations. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi asam basa pada lintas jenjang pendidikan menggunakan tes diagnostik berbasis multipel representasi. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Cara analisis miskonsepsi menggunakan CRI termodifikasi. Validitas tes diagnostik antara 0,197 hingga 0,798, dan reliabilitas sebesar 0,753 dan 0,626. Subjek penelitian sebanyak 224 orang yang terdiri dari siswa kelas XI, siswa kelas XII, mahasiswa semester II, dan IV. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase miskonsepsi asam basa pada siswa kelas XI hingga mahasiswa semester IV secara berurutan adalah 50,30%; 56,84%; 53,81%; 41,07%. Miskonsepsi yang sering terjadi pada siswa dan mahasiswa terkait representasi submikroskopik.
Adsorpsi Ion Kadmium Menggunakan Silika Xerogel Berbasis Abu Bagasse Nazriati Nazriati; Rahayu Isma; Fajaroh Fauziatul; Nur Adrian
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.501 KB) | DOI: 10.17977/um0260v3i12019p010

Abstract

Adsorben yang digunakan untuk adsorpsi ion Cd merupakan silika xerogel. Sumber silika yang digunakan abu bagasse yang berasal dari limbah padat industri gula. Silika xerogel disintesis dengan metode sol gel pada pH 5. Silika xerogel selanjutnya diaplikasikan untuk mengadsorpsi ion Cd dengan variasi waktu kontak, pH, konsentrasi awal ion Cd, dan suhu. pH optimum untuk adsorpsi ion Cd diperoleh pada pH 7 menggunakan 0,01 g silika xerogel dan waktu kontak 60 menit. Isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir (R2= 0,997) dan kinetika adsorpsi sesuai dengan model pseudo-second order (R2= 0,998).
Adsorpsi Zat Warna Remazol Red menggunakan Nanokomposit Silika Aerogel-Karbon Aktif Fania Faradila Yuniarizky; Nazriati Nazriati
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.745 KB) | DOI: 10.17977/um0260v5i22021p025

Abstract

Remazol red merupakan zat warna yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga digunakan metode adsorpsi untuk mengurangi konsentrasi zat warna remazol red sebelum dibuang ke perairan dengan adsorben nanokomposit silika aerogel-karbon aktif. Nanokomposit silika aerogel-karbon aktif disintesis menggunakan metode sol-gel dan pengeringan pada tekanan ambient dengan bahan dasar abu bagasse. Keberhasilan sintesis dapat ditinjau dari hasil karakterisasi FT-IR, yang kemudian hasil sintesis diaplikasikan untuk adsorpsi remazol red dengan memvariasikan pH, waktu kontak, temperatur, dan konsentrasi, sehingga dapat diketahui kapasitas adsorpsinya. Kapasitas adsorpsi remazol red oleh nanokomposit silika aerogel-karbon aktif diperoleh pada waktu kontak optimum 80 menit, massa adsorben 0,01 gram dan konsentrasi remazol red 40 mg/L pada pH 2 yaitu 3,9375 mg/g. Kapasitas adsorpsi menurun seiring dengan bertambahnya pH dan temperatur serta meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi remazol red. Adsorpsi remazol red menggunakan nanokomposit silika aerogel-karbon aktif mengikuti model kinetika orde dua dan isoterm Freundlich. Termodinamika adsorpsi diperoleh nilai ∆G° = -454,478 J/mol (45°C), ∆H° = -13659,902 J/mol, dan ∆S° = -40,662 J/Kmol yang menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan, eksotermik, serta molekul remazol red yang terserap pada permukaan adsorben menjadi lebih teratur.
Efek Radiasi Sinar Matahari dan Sinar Ultra Violet pada Plastik StyrofoamKemasan Makanan dan Minuman Sumari Sumari; Fauziatul Fajaroh; Aman Santoso; Nazriati Nazriati; Lailatur Rizqiyah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.782 KB) | DOI: 10.17977/um0260v3i12019p023

Abstract

Styrofoam sering kali ditemukan sebagai plastik pengemas atau pembungkus makanan dan minuman. Polistirena dapat terdegradasi membentuk monomernya yaitu stirena yang mdauh teroksidasi menjadi stirena oksida. Senyawa ini berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek radiasi sinar matahari dan sinar ultra violet pada plastik styrofoam kemasan makanan dan minuman. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berupa styrofoam pengemas makanan dan minuman. Lembaran styrofoam dibuat bentuk film tipis dan lempeng tipis, selanjutnya sebagian sampel dipaparkan pada sinar matahari dan sebagian sampel dipaparkan pada sinar ultra violet dengan lampu uv yang dengan daya 20 watt dalam waktu yang sama selama 10, 25, dan 40 hari dan sebagian lainnya digunakan sebagai kotrol. Karakterisasi styrofoam dilakukan dengan uji tarik, spektroskopi infra merah, dan pengamatan fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat menyebabkan degradasi pada styrofoam. Semakin lama waktu radiasi baik radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat mempercepat degradasi. Degradasi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat menyebabkan penurunan kekuatan tarik, peningkatan konsentrasi relatif stirena oksida, serta menyebabkan penampakan permukaan dan warna styrofoam berubah. Degradasi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari maupun sinar UV menyebabkan sampel berwarna kuning, retak/rapuh, dan muncul butiran-butiran putih.
Gerakan Bersih-bersih Pantai Balekambang dari Sampah Plastik Nazriati Nazriati; Yudhi Utomo; Fauziatul Fajaroh; Suharti Suharti; Danar Danar; Endang Ciptawati
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 5, No 2 (2020): July 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v5i2.3573

Abstract

The beach is an attractive place to unwind from your daily routine. The beauty of the beach must always be maintained so that comfort can still be obtained for everyone who visits it. The beach becomes a comfortable place if cleanliness is maintained. Plastic waste, if any along the coast, can be carried by the waves into the ocean. Plastic waste brought to sea can be consumed by marine biota because marine biota cannot distinguish between plastic and food waste. This community service activity intends to inspire visitors (tourists), managers and traders at Balekambang beach to care about the environment. A well-preserved environment will be a legacy that will be left on the next generation. The survey results show that visitors understand the meaning of waste and are willing to dispose of waste in its place. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i2.3573
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Nangka sebagai Capping Agent Sintesis Partikel ZnO: Variasi Pelarut Ekstraksi Nuril Mega Musfita; Fauziatul Fajaroh; Adilah Aliyatulmuna; Endang Ciptawati; Yahmin Yahmin; Nazriati Nazriati
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v19i2.9135

Abstract

Kemunculan bakteri resisten antibiotik menjadi masalah serius di seluruh dunia. Upaya penanggulangan bakteri resisten antibiotik terus dilakukan, salah satunya dengan penggunaan material berukuran nano. Zink oksida (ZnO) merupakan salah satu partikel yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif dan gram positif. Dalam mencegah terjadinya aglomerasi pada sintesis ZnO berukuran nanometer dapat ditambahkan capping agent alami berupa senyawa metabolit sekunder pada ekstrak kulit pisang raja nangka. Adapun langkah yang dilakukan adalah: 1) ekstraksi metabolit sekunder kulit pisang raja nangka, 2) uji fitokimia, 3) penentuan kadar total flavonoid dan polifenol, 4) sintesis ZnO dengan capping agent alami ekstrak kulit pisang raja nangka, 5) karakterisasi ZnO, dan 6) uji aktivitas antibakteri ZnO. Hasil analisis kualitatif melalui uji fitokimia serta analisis kuantitatif melalui penentuan kadar total polifenol dan flavonoid menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang raja nangka etanol (96%)-air 2:1 (v/v) memiliki kadar metabolit sekunder yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kulit pisang raja nangka etanol (96%)-air 1:1 (v/v). Partikel ZnO berhasil disintesis menggunakan capping agent alami ekstrak kulit pisang raja nangka. Kadar metabolit sekunder yang berbeda pada masing-masing ekstrak mempengaruhi ukuran, morfologi, dan aktivitas antibakteri ZnO hasil sintesis.