Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN REFERENSI PERSONA DALAM CERPEN HUJAN DAN RASA YANG HILANG: PENDEKATAN ANALISIS WACANA Rustan, Megawati; Eka Nuriati , Agustin; Sumarlam , Sumarlam
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2024): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v7i2.27539

Abstract

This study aims to analyze the use of persona references in the short story entitled Hujan dan Rasa yang Hilang by Tamara Rangkuti which was published in IDN Times on September 3, 2024. This study uses a qualitative descriptive method with a critical discourse analysis approach. The data in this study are in the form of utterances and dialogues in the short story Hujan dan Rasa yang Hilang which contain the use of persona references. The data collection method uses the listening method and note-taking technique. Then the data is analyzed using the distribution method with the basic technique used being the direct element division technique. The results of the study show that the short story contains personal pronominal reference forms including 1 second person singular free plural, 1 second person singular bound attached right, 9 third person singular bound attached right, and 8 third person singular free form. Then, the personal references were analyzed based on their place obtained from exophoric references found as many as 6, 11 anaphoric endophoric, and 2 cataphoric endophoric. This analysis shows that the use of references helps build cohesion and coherence in the short story text and strengthens the emotional relationship between the main character and the love story he faces.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Perempuan dan Laki-Laki Umur 8 Tahun di SD Negeri Ngoresan Surakarta (Kajian Psikolinguistik) Rustan, Megawati; Djatmika, Djatmika; Khoironi, Haris; Zihan, Ahmad Khawarismi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, Number 2 (December 2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v7i2.6265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan dan akuisisi bahasa pada 2 anak yang berbeda jenis kelamin, yakni anak perempuan berinisial N dan laki-laki A umur 8 tahun di SD Negeri Ngoresan Surakarta. Fokus pada subjek dalam penelitian ini adalah membandingkan keterampilan dan akuisisi bahasa pada anak perempuan dan anak laki-laki dengan umur yang sama melalui teknik menceritakan gambar yang disediakan. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik simak libat cakap dan teknik rekam. Teknik tersebut dipilih guna untuk mengajak subjek berinteraksi, berbicara langsung, dan terlibat mendampingi dalam menceritakan gambar. Adapun hasil penelitian yang ditemukan adalah dalam keterampilan bahasa anak perempuan dan laki-laki memiliki kadar keterampilan yang berbeda-beda hal itu dipengaruhi oleh kognitif, sosial, dan linguistik pada anak. Sedangkan pemerolehan bahasa, ditemukan anak laki-laki dalam bercerita menggunakan bahasa Jawa bahkan terjadi alih kode, sementara anak perempuan dalam bercerita menggunakan bahasa Indonesia.
TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM SERIAL DRAMA PEAKY BLINDERS (SEASON I) Anggraini, Melina; Rustan, Megawati; Nugroho, Miftah
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.546

Abstract

Abstract Communication, particularly at the verbal or spoken level, demands careful attention as it has the potential to generate a multitude of interpretations from the speaker to the listener. The research focuses on identifying commissive speech acts in found in Steven Knight's drama series, Peaky Blinders. Using a qualitative descriptive method with a pragmatic approach, the research analyzes the utterances of the characters. The data for this study consists of speech acts performed by the characters in the drama series Peaky Blinders. Data collection was conducted using a note-taking and listening technique through orthographic transcription. Data analysis employed a pragmatic matching method, with the interlocutors themselves serving as the determining factor based on the speaker's language. The fundamental technique applied was the classification of determining elements. The findings reveal that speakers who make commissive utterances are accountable for their words. In this study, fifty-two patterns of commissive speech acts were identified, illustrating how language can be used to create binding commitments between speakers and their interlocutors. This study highlights the importance of considering various factors in communication, as misinterpretations can easily arise if these factors are not carefully observed. If the supportive factors of communication are not carefully observed, the chances of a misperception between the speaker and the interlocutor are greater. Ultimately, this research offers a deeper understanding of how language is employed to construct narratives and characters within a specific context, as seen in Peaky Blinders season I. Keywords: commissive speech acts, language function, Peaky Blinders   Abstrak Dalam berkomunikasi khususnya pada tataran verbal atau lisan perlu karena berpeluang untuk menghadirkan banyak persepsi dari penutur terhadap mitra tutur. Intensi focus ini adalah untuk mengidentifikasi tindak tutur komisif yang ditemukan di dalam serial drama yang berjudul Peaky Blinders karya Steven Knight. Penelitian ini menggunakan metodede deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang terfokus pada kajian tindak tutur. Data dalam penelitian ini berbentuk tindak tutur pada tokoh serial drama Peaky Blinders. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik catat dan simak melalui transkripsi ortografis. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode padan pragmatik dengan alat penentunya merupakan mitra tutur itu sendiri berdasarkan bahasa penutur. Teknik dasar yang diaplikasikan ialah pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tindak tutur komisif, penutur harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dituturkannya. Dalam penelitian ini ditemukan 52 tuturan yang mengandung tindak tutur komisif yang mengikat penutur terhadap tuturannya. Hal tersebut terjadi karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi, terutama dalam komunikasi secara verbal. Apabila faktor-faktor pendukung komunikasi tidak diperhatikan dengan saksama, peluang akan terjadinya suatu kesalahan persepsi antara penutur dan mitra tutur makin besar. Penelitian ini mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk membangun cerita dan karakter dalam konteks tertentu, seperti yang terlihat dalam Peaky Blinders (Season I). Kata kunci: tindak tutur komisif, fungsi, Peaky Blinders
Lanskap Linguistik Pulau Kambuno Kabupaten Sinjai (Tinjauan Etnografi James P. Spradley 1997) Rustan, Megawati; Nensilianti, Nensilianti; Mahmudah, Mahmudah
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v9i1.1157

Abstract

Bahasa ruang publik atau disebut lanskap linguistik (LL) yang semakin marak saat ini, namun banyak masyarakat belum memahami makna dari bahasa yang terpajang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna LL di Pulau Kambuno dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui dua belas tahapan penelitian model James P. Spradley 1997. Data dalam penelitian ini adalah tanda-tanda lingual dan non lingual pada LL. Sumber data penelitian ini LL atau papan reklame yang terpajang di Pulau Kambuno. Data dikumpulkan dengan metode teknik potret, perekaman, dan wawancara. Hasil peneltian kategori bentuk bahasa di Pulau Kambuno menunjukkan bentuk frasa berdasarkan jenis kelas kata meliputi nomina, verba, adjektiva, adverbia, numeralia; bentuk kata meliputi kata dasar, kata berimbuhan, kata majemuk; kata ulang; bentuk kalimat meliputi kalimat majemuk bertingkat hubungan alat, kalimat majemuk bertingkat hubungan cara, kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu, kalimat majemuk bertingkat hubungan atribut; bentuk akronim; warna, jenis font, penggunaan media, logo. Sedangkan hasil makna bahasa ditemukan makna konseptual, makna tematik, dan makna sosial.