Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Kecepatan Dan Daya Ledak Otot Tungkai Dengan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Menggantung Pada Siswa Kelas VIII SMP Bukit Asam Nugroho, Susilo; Renanto; Fikri, Afrizal
Jurnal Master Penjas & Olahraga Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Master Penjas & Olahraga (JMPO)
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jmpo.v5i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan dan daya ledak otot dengan keterampilan lompat jauh gaya menggantung pada siswa kelas VIII SMP Bukit Asam. Metode penelitian deskriptif dengan teknik studi korelasi digunakan, dan populasi penelitian berjumlah 50 orang. Sampel terdiri dari 15 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes kecepatan lari 20 meter, tes daya ledak otot menggunakan tes lompat lebar berdiri, dan tes keterampilan lompat jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecepatan dan keterampilan lompat jauh (rx1y= 0.76, kontribusi 57.76%), hubungan daya ledak otot dengan keterampilan lompat jauh (rx2y= 0.83, kontribusi 68.89%), dan hubungan gabungan antara kecepatan serta daya ledak otot dengan keterampilan lompat jauh (rx1-2y= 0.89, kontribusi 79.21%). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang kuat antara kecepatan dan daya ledak otot dengan keterampilan lompat jauh gaya menggantung pada siswa kelas VIII SMP Bukit Asam.
Pemberdayaan Olahraga Tradisional Banjar Melalui Gerak Dasar Manipulatif di TK Daerah Rawa Endang Pratiwi; Barikah, Amalia; Andi Kasanrawali; Maria Herlinda Dos Santos; Renanto; Amalia Wahyuni
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan rawa adalah lahan darat yang sedikit dipermukaannya ada genangan dan secara alami terdapat drainase yang menghambat. Genangan pada lahan rawa ini tidak bermasalah jika dilaksanakan proses belajar mengajar kegiatan motorik kasar. Hasil pengamatan dilembaga TK AL Islah Martapura berada di daerah lahan rawa. Lembaga TK Al Islah berada di lahan rawa tetap eksis dalam proses belajar mengajar termasuk dalam pembelajaran kegiatan olahraga. Gerak dasar sangat penting dan paling diminati dalam upaya menanamkan dasar gerak yang benar dalam bergerak. Gerak dasar yang diminati adalah gerak yang menggunakan benda atau alat yang biasa disebut dengan gerak dasar manipulatif. Peserta didik menginginkan kegiatan pelaksanaan kegiatan motorik kasar menjadi lebih menarik perhatian Kegiatan motorik kasar ini juga termasuk pada kearifan lokal dengan permainan tradisional yang tertera pada kurikulum merdeka dan RPPH maupun RPPM. Kegiatan gerak dasar dilakukan di lahan terbuka sekitar Lembaga (lahan rawa) agar peserta didik mendpatkan sinar matahari langsung serta mendapatkan vitamin pada peserta didik.
Strategi Pembelajaran Kolaboratif PJOK Siswa SMA Negeri 2 Muara Enim Nugroho, Susilo; Renanto; Saputra, Yudi; Marzuki
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i1.76

Abstract

Strategi pembelajaran kolaboratif ini merupakan proses memilih dan menyusun kegiatan pembelajaran dalam suatu unit pembelajaran seperti urutan, sifat materi, ruang lingkup materi, metode dan media yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran kolaboratif yang tepat dapat memudahkan peserta didik dalam mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran. Peningkatan efektivitas pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan strategi pembelajaran kolaboratif yang tepat. Memilih strategi pembelajaran kolaboratif hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pada kriteria atau standar tertentu, misalnya tujuan belajar, materi, karakteristik peserta didik, tenaga kependidikan, waktu, atau biaya. Di sisi lain, metode pembelajaran kompetitif lebih menekankan pada usaha individu untuk mencapai tujuan, yang mungkin tidak memaksimalkan interaksi sosial dan kolaborasi antara siswa. Oleh karena itu, penggunaan strategi kolaboratif dalam pembelajaran PJOK diduga lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman materi dan kemampuan kerjasama serta toleransi siswa terhadap pendapat orang lain. Subjek penelitian siswa kelas XII SMA Negeri 2 Muara Enim. Hasil pembelajaran kolaboratif membuat siswa terus merasa senang dalam memecahkan permasalahan karena dilaksanakan secara tim dan memberikan kesempatan berdiskusi dan mengenal lebih dalam karakter teman satu kelas. Rekomendasi untuk guru agar menerapkan tidak hanya pembelajaran pada olahraga tim tapi juga menjawab hasil belajar pada olahraga individu.
Pendampingan dan Penyuluhan Efektifitas Ruang Terbuka Hijau Terhadap Aktivitas Fisik Peningkatan VO2Max Renanto
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i1.81

Abstract

Manfaat dari kelestarian lingkungan sebagai tempat beraktifitas fisik. Salah satu upaya melestarikan lingkungan adalah dengan penanaman pohon dan tumbuhan di setiap area terbuka dan lingkungan sekitar kita agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka berolahraga. Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong dengan tujuan agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya. Manfaat Penghijauan mempunyai hubungan langsungsung terhadap tempat beraktifitas fisik untuk optimalisasi VO2Max yang dihasilkan sebagai ukuran daya tahan sesorang dalam melaksanakan kegiatan. Kegiatan ini mempunyai tujuan yaitu meningkatkan kepedulian terhadap aktifitas fisik di daerah penghijauan lingkungan kegiatan, meningkatkan V02Max yang dihasilkan di ldari aktifitas di ruang terbuka dan memberikan motivasi kepada pelajar/siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah mengenai pentingnya penghijauan untuk mendapatkan ruang terbuka hijau dalam aktifitas olahraga. Kegiatan di lakukan di SMA Muhammadiyah 2 Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini dilakukan selama empat bulan di mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2023. Metode yang digunakan dengan aktifitas fisik di ruang terbuka. Hasil yang didapatkan bahwa 80% siswa menyenangi olahraga pada ruang terbuka hijau setiap hari dengan menikmati udara sejuk di pagi hari. Pada aktifitas nya siswa yang melakukan olahraga pada setiap bulan minimal 4 kali dalam seminggu dalam ruang terbuka hijau. Rekomendasi dari hasil pengabdian yang diharapkan setiap sekolah menyediakan ruang terbuka hijau untuk aktifitas olahraga.
Techno-Economic Sensitivity Analysis of Integrated CCS–EOR for a 1,000 MW Ultra-Supercritical Coal-Fired Power Plant in Indonesia Satriyo, Raden Ricko; Renanto; Anugraha, Rendra Panca; Aulia, Roudlotus Salwa; Lestari, Galuh Ferlianes
Eksergi Vol 23 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v23i2.16590

Abstract

Coal-fired power plants supply 60% of Indonesia's electricity and are major CO₂ sources. Integrating Carbon Capture and Storage with Enhanced Oil Recovery (CCS-EOR) offers a decarbonization pathway with economic benefits. This study evaluates techno-economic performance of an integrated CCS-EOR system for a 1,000 MW ultra-supercritical coal plant in Indonesia, simulated using Aspen HYSYS V14 automated with Python. A solvent blend of 35 wt% MDEA and 15 wt% PZ was used. Four parameters, minimum approach temperature (10–20°C), CO₂ removal efficiency (85–95%), absorber inlet gas velocity (2–2.5 m/s), and stripper Murphree efficiency (0.4–0.8) were varied across full factorial combinations, generating 162 scenarios. Four optimal scenarios were identified via multi-method optimization and assessed for economic feasibility at pipeline distances of 50–200 km. In the base case (90% removal), the system captured 5.66 million tons CO₂/year, with 28.91% energy penalty, Levelized Cost of CO₂ (LCoC) of -$64.53/ton, and Net Present Value (NPV) of $2.07 billion. CO₂ removal efficiency most influences LCoC, while ΔTmin most affects energy penalty. The Balanced Optimal scenario (LCoC -$65.65/ton, energy penalty 28.75%, NPV $2.20 billion) is recommended and remains viable up to 200 km.